Ini Rencana Anies-Sandi dari 6 Bulan Sebelum Pelantikan Hingga 100 Hari Kerja

Ngelmu.id –  KPU DKI Jakarta menetapkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga
Uno sebagai gubernur dan wagub terpilih periode 2017-2022. Seusai dilantik pada
Oktober 2017, Anies-Sandiaga akan menjalankan program 100 hari pertamanya.

Dikutip dari situs resmi Anies-Sandiaga, mereka akan fokus
pada 3 hal yang menjadi prioritas. Yang pertama melakukan rekonsiliasi, kedua
melakukan langkah-langkah awal memenuhi program kerja prioritas, dan ketiga
mengkonsolidasikan birokrasi pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Soal rekonsiliasi, Anies-Sandiaga ingin memastikan ligkungan
sosial, ekonomi, dan politik yang kondusif. Ada 5 poin yang menjadi fokus
Anies-Sandiaga mengenai rekonsiliasi, yaitu silaturahmi dengan seluruh mantan
gubernur dan wakil Gubernur, tokoh-tokoh yang mewakili semua golongan, dan
pimpinan partai politik; membentuk forum gubernur dan wakil gubernur DKI
sebagai sarana komunikasi; Mengefektifkan forum kerukunan umat beragama di DKI
Jakarta; Mengadakan kegiatan ‘Gubernur/Wakil Gubernur Mendengar’ di Balai Kota;
dan Memulai pertemuan kota per kecamatan sejak minggu pertama menjabat.
Pertemuan pertama akan dilakukan bersama warga Kampung Akuarium, Jakarta Utara
.
Fokus kedua, yaitu langkah-langkah awal untuk memenuhi
program kerja prioritas yang terbagi dalam 3 bidang Menciptakan wirausahawan
baru dan lapangan pekerjaan serta membentuk dan meresmikan 44 pusat
kewirausahaan dengan program OK OCE; Meluncurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP)
Plus dan mendistribusikan ke anak putus sekolah; dan Meluncurkan Kartu Pangan
Jakarta (KPJ), meluncurkan program hunian DP Rp 0, dan meluncurkan program OK
OTrip dan OK O-Care.
Yang ketiga, adalah mengkonsolidasikan birokrasi Pemprov DKI
Jakarta. Fokus ini terbagi dalam 6 bidang seperti: Membangun komunikasi dengan
semua tingkatan birokrasi Pemda DKI Jakarta; Menciptakan iklim kerja birokrasi
yang lebih sehat, manusiawi dan produktif; Mempersiapkan rancangan revisi
APBD-P 2018 dan rancangan RPJMD 2017-2022 untuk masa sidang DPRD DKI Jakarta
tahun 2018 dengan sasaran revisi memasukkan program utama Anies-Sandi dalam
APBD 2018; Memulai sinergi birokrasi dan pemerintahan provinsi dengan berbagai
elemen untuk membangun paradigma ‘pembangunan berbasis gerakan’;
Kemudian juga mengimplementasikan open goverment dengan
pengelolaan sumber pembiayaan secara transparan dan dimulai dengan menghindari
manajemen keuangan non-budgeter; dan menerbitkan Pergub yang diperlukan sebagai
landasan mengimplementasikan program prioritas, termasuk mengkonsolidasikan
transportasi konvensional dengan transportasi online.
Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Rasyid Baswedan jug akan
memanfaatkan waktu menuju masa pelantikannya untuk menyerap aspirasi warga.
Warga diberi kesempatan untuk menyampaikan harapannya.”Banyak sekali yang
kita kerjakan (menuju pelantikan), tapi kita juga ingin memanfaatkan kesempatan
ini untuk lebih banyak menyerap aspirasi warga,” ujar Anies di di Museum
Bank Indonesia, Jalan Lada No 3, Jakarta Barat, Jumat (5/5/2017) malam.
Nantinya ada tim singkronisasi yang akan menyerap harapan
dari warga. Tim tersebut yang nantinya akan menyampaikan rencana-rencana dari
program Anies-Sandi.”Disamping nanti yang disampaikan lewat musrembang,
tapi kita akan buka kesempatan itu,” katanya.
Setelah resmi ditetapkan sebagai pemenang Pilgub DKI oleh
KPUD pada Jumat (5/5) sore, Anies akan melakukan komunikasi secara baik-baik
dengan Pemprov DKI saat ini. Selama ini, menurut Anies, pihaknya belum
melakukan komunikasi karena belum ada penetapan dari KPUD.”Kalau sekarang
sudah ada ketetapan dan akan komunikasi baik-baik. Insyaallah nanti kita
komunikasi, saat ini belum ada komunikasi sama sekali,” sebut dia.
Ada program prioritas dari 23 program janji kampanyenya yang
akan dibicarakan nantinya. Tim akan bertemu dengan Basuki T Purnama (Ahok) yang
kini masih menjabat sebagai Gubernur DKI.”Program kita kan ada 23, nanti
kita umumkan, tim yang akan bicara,” pungkas Anies.