Jaga Ramadan Kondusif, Pemkot Depok Segel Masjid Ahmadiyah

Ngelmu.id, DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyegel Masjid Al Hidayah yang biasa digunakan untuk jamaah Ahmadiyah. Wali Kota Depok Mohamad Idris menyebut penyegelan itu untuk menjaga suasana Ramadan di Depok aman dan nyaman.

“Pertama kita dalam suasana bulan Ramadan kita ingin kondisi kota Depok dalam kondisi yang aman dan nyaman, secara khusyuk mempunyai kewajiban menjaga situasi aman dan nyaman dan ingin melindungi warga dari berbagai ancaman,” ujar Idris di Kantor Walikota Depok, Jalan Margonda Raya, Depok, Minggu (4/6/2017).

Penyegelan itu dihadiri Pemkot Depok, Dandim, Kapolresta Depok, MUI dan FKUB. Idris mengatakan sebagai langkah antisipatif dari hasil laporan masyarakat.

“Untuk itu kita lakukan langkah antisipatif dengan laporan dan informasi masyarakat terkait potensi konflik terutama potensi terkait Aktivitas Ahmadiyah di Jalan Raya Sawangan di Kelurahan Sawangan Baru,” urainya.

Di samping itu, Idris juga mengacu pada fatwa MUI, Pergub tahun 2011 dan peraturan wali kota. Idris juga mencatat sedikitnya sudah tujuh kali melakukan penyegelan.

“Kedua pemerintah kota Depok sudah berkali kali melakukan penyegelan atau pemasangan kembali segel yang mereka bongkar ada tujuh kali. Pada tahun 15 April 2011, 20 Oktober 2011, Mei dan Desember 2013, 2 Oktober 2014, 7 Januari 2015, 23 Februari 2017, dan 3 Juni 2017 melakukan penyegelan ulang terhadap masjid Al Hidayah milik jamaah Ahmadiyah diketahui tanggal 2 Juni,” paparnya.

Idris menyebut sebelum melakukan penyegelan, dia juga sempat mengambil sejumlah barang bukti penyebaran paham Ahmadiyah. Di antaranya leaflet, catatan hingga gambar Majelis Ansorullah.

“Ketika saya datang kesana saya sempat mengambil barang bukti penyebaran paham Ahmadiyah baik lewat leaflet, catatan, atau lembaran, tabloid darsus, dan ada gambar besar bersama pengurus majelis Ansorullah. buku-buku ini merupakan bagian daripada penyebaran Ahmadiyah. Ini sesuai dengan apa yang sudah ada di perundang-undangan,” kata dia.

Diprotes Ahmadiyah

Sekretaris pers dan juru bicara JAI, Yendra Budiana mengatakan tindakan penyegelan tersebut adalah usaha persekusi keras. Hal ini dikarenakan Mohammad Idris hadir langsung di lapangan dan juga memastikan tidak ada lagi kegiatan ibadah yang dilakukan di masjid tersebut.

“Bahkan Walikota Depok meminta polisi melakukan penyitaan CCTV masjid milik Jamaah Muslim Ahmadiyah sebagai barang bukti atas pemakaian kembali masjid Depok dipakai beribadah pada hari sabtu 3 Juni 2017, mulai pukul 22.00 sampai dengan 02.00 dini hari,” terangnya.

Dia menambahkan, JAI telah memiliki 2 surat rekomendasi yang berasal dari Komnas Perempuan dan Komnas HAM yang menyebutkan Mohammad Idris telah melakukan pelanggaran hukum atas hak-hak beribadah dengan melakukan penyegelan masjid.

“Namun pihak Walikota Depok tetap bersikukuh mengikuti kemauan sekelompok orang yang menekan pihak Walikota untuk melarang ibadah komunitas Jamaah Ahmadiyah di Depok,” kaya Yendra.

Pihak JAI meminta kepada pemerintah kota Depok, khususnya kepada Mohammad Idris untuk menghormati dan menjalankan rekomendasi Komnas HAM dan Komnas Perempuan untuk memberikan hak beribadah kepada Jamaah Ahmadiyah Indonesia, sesuai NKRI dengan membuka segel masjid Al Hidayah.

“Kapolri untuk memastikan kepolisian Polres Depok dan Polsek Sawangan bersikap netral, fokus pada perlindungan keamanan dan tidak mendukung tindakan pemaksaan sepihak kelompok intoleran,” ujarnya.

Yendri juga meminta dilakukan mediasi antara JAI dengan pemerintah kota Depok yang difasilitasi oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menkopolhukam Wiranto, dan Menkum HAM Yasonna Laoly. Selain itu, JAI juga meminta perlindungan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Presiden Joko Widodo, untuk memperhatikan warganya, Jamaah Muslim Ahmadiyah Depok yang sudah 6 (enam) tahun hidup dalam tekanan Walikota Depok sehingga tidak bisa beribadah di Masjid yang sudah memiliki IMB untuk ibadah,” pinta Yendra.