Jawaban Tito Saat Ditagih Penyelesaian Kasus Pembacokan Hermansyah

Ngelmu.id – Saat rapat dengar pendapat bersama Kapolri, Tito Karnavian, pada hari ini, 112 Oktober 2017, Anggota Komisi III DPR RI, Daeng Muhammad menagih penyelesaian kasus pembacokan pakar IT, Hermansyah ke Kapolri. Daeng menilai kasus ini sudah berlangsung lama, namun belum juga ada kejelasan.

“Saya menanyakan berkaitan pembacokan pakar IT, Hermansyah yang sampai sekarang kasusnya masih mandek di kepolisian. Kebetulan saya muter-muter di dapil, ditanya perkembangan kasus in,” tutur Daeng di Gedung DPR RI, Jakarta pada Kamis (12/10).

Daeng juga meminta agar kepolisian transparan dalam penyelesaian kasus pembacokan Hermansyah tersebut. Sebab, ia menilai kasus ini tidak ada kepastian. Betkas kasus tersebut juga masih ditolak oleh kejaksaan.

“Menjadi aneh ketika sudah berapa bulan, berkasnya bolak balik tidak pernah selesai,” imbuhnya.

Daeng menegaskan bahwa jangan sampai kasus ini menjadi preseden buruk bahwa jika menjadi saksi ahli di persidangan tertentu, maka akan menjadi korban kekerasan.

“Meski pembacokan tidak berkaitan dengan saksi ahli Hermansyah, tapi masyarakat berfikiran demikian,” ungkap Daeng.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Kapolri Tito Karnavian hanya memberikan sedikit keterangan. Keterangannya tersebut hanya mengatakan bahwa kasus ini bermula dari sengolan mobil di toll dan dianggap murni kriminal.

“Pembacokan murni karena senggol-senggolan di toll. Jadi murni kriminal,” jelas Tito.

Wah Pak Kapolri, bagaimana ini, kasus Hermansyah, Novel masih sangat gelap. Tidak lucu bukan jika Bapak dikatakan tidak kompeten.