Jika Terus Demo Lilin, Pendukung Ahok Dikhawatirkan Bergesekan dengan Massa Alumni 212

Ngelmu.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta semua pihak untuk
menghormati putusan majelis hakim yang telah memvonis Basuki Tjahaja Purnama
(Ahok) selama dua tahun penjara terkait kasus penodaan agama.

Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan MUI, Ikhsan
Abdullah meminta para pendukung Ahok untuk tidak lagi turun ke jalan melakukan
demo hingga larut malam dan melakukan kekerasan karena memang bisa saja
ditunggangi oleh gerakan radikal.”Jangan ada lagi gerakan yang menafikan
dan mengecilkan pengadilan,” terang dia dalam diskusi bertajuk ‘Dramaturgi
Ahok” di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/5).
“Para pendukung Ahok sedang mengotak-atik ke dalam
ranah-ranah yang tidak produktif. Ini bukan budaya bangsa indonesia.
Radikalisme ini saya wanti-wanti,” lanjut Ikhsan menambahkan.
Dia juga mengaku khawatir jika demo itu terus
berkepanjangan, bisa saja massa alumni Aksi Bela Islam akan ikut terpancing dan
melakukan aksi tandingan.”Sudah lah, kita sudahi. Jangan lagi ada upaya
yang mengganggu stabilitas bangsa. Karena itu saya mendukung pihak kepolisian
untuk melakukan upaya persuasif,” demikian Ikhsan.
Dia juga meyakini bahwa putusan tersebut tidak atas tekanan
dari pihak manapun. “Putusan Pak Ahok ini murni putusan hukum, tidak ada
putusan politik, HAM dan lain sebagainya,” ujarnya.
Karenanya, Ikhsan meminta kepada para pendukung Ahok untuk
tidak melakukan aksi seperti Aksi Bakar Lilin di beberapa tempat hingga larut
malam.
Pasalnya, dia dikhawatirkan aksi itu akan menimbulkan
gesekan dengan alumni Aksi Bela Islam, yang menuntut Ahok dihukum maksimal.”Karena
kalau seribu atau dua ribu orang menyalakan lilin, kemudian ditandingi dengan
ratusan ribu bahkan jutaan orang menyalakan lilin juga, nantikan
terbakar,” ujar Ikhsan.
Dia lebih setuju dengan apa yang dilakukan oleh tim
pengacara Ahok yang ingin menempuh jalur hukum atas vonis tersebut, yaitu
banding hingga kasasi.”Saya salut dan apresiate sama Pak Wayan Sudirta
(pengacara Ahok) yang melakukan ini (upaya hukum),” pungkasnya.