Jilbab Dilepas Paksa Polisi, Muslimah AS Menangkan Gugatan Kompensasi Lebih Dari Rp1 Miliar

Ngelmu.id – Dewan Kota Long Beach, California, akan membayar $ 85.000 (£ 65.000) atau setara dengan Rp1.069 miliar. Pembayaran ini dilakukan atas kemenangan gugatan yang diajukan oleh seorang muslimah. Gugatan tersebut diajukan pada 2016.

Kristy Powell mengajukan gugatan ini setelah seorang petugas polisi melepaskan jilbabnya secara paksa saat berada dalam tahanan. Berdasarkan isi gugatan, dilansir dari BBC pada Jum’at (11/8/2017), yang diawali dengan insiden tersebut pada tahun 2015, ketika itu Kirsty Powell dan suaminya diminta menepikan kendaraan mereka oleh polisi. Penghentian kendaraan dilakukan dengan alasan petugas lalu lintas menilai pasangan ini telah melakukan pelanggaran dengan mengendarai mobil low rider.

Saat kejadian, Powell duduk di kursi penumpang. Namun, dia ikut ditangkap setelah polisi mendapatkan surat perintah penangkapan atas namanya dengan dugaan kasus pengutil. Situs berita lokal ABC7 melaporkan bahwa Powell memiliki tiga surat perintah penangkapan atas namanya, yang sejak saat itu telah dihapus.Saat penangkapan, suami Powell meminta petugas wanita yang menangani penangkapan tersebut. Namun, petugas yang menangkap menolak permintaan dan mengatakan kepada Powell bahwa dia harus melepaskan jilbabnya.

Permintaan berulang Powell untuk ditangani oleh petugas polisi perempuan diabaikan, dan dia menghabiskan alam dengan tahanan tanpa hijabnya. Powell terpaksa menghabiskan malam di penjara tanpa jilbabnya. Kepolisian mengembalikan jilbab Powell setelah suaminya membayar uang jaminan.

Pada April 2016, Powell mengajukan tuntutan hukum terhadap departemen kepolisian yang telah melanggar hak Amandemen Pertama. Gugatan yang diajukan Powell tersebut menyatakan bahwa Powell “dipaksa difoto tanpa pakaian yang sesuai aturan agamanya”. Gugatan itu juga menjelaskan, sebagai hasil dari pemaksaan yang melanggar kebebasannya beragama, Powell mengalami ketidaknyamanan, penghinaan, dan tekanan emosional.

“Dia menangis sepanjang masa tahanan dan mengalami penghinaan saat keyakinan agamanya dan integritas pribadinya dilanggar,” bunyi gugatan tersebut.

CNN mencoba mengonfirmasi Kejaksaan Kota Long Beach, namun tidak mendapatkan jawaban. KABC-TV melaporkan Departemen Kepolisian Long Beach mengubah kebijakannya pada November 2016 untuk mengizinkan orang yang ditangkap mengenakan tutup kepala yang sesuai dengan ajaran agama, kecuali ada masalah keamanan.

Dengan bantuan Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), akhirnya Powell mendapatkan keadilan. Kasusnya dimenangkan dan dirinya mendapat kompensasi sebesar $85.000 (£65.000) atau setara dengan Rp1.069 miliar.

CAIR mengumumkan penyelesaian gugatan Powell tersebut dalam siaran pers.

“Kami memuji Kirsty Powell karena memilih untuk membela haknya atas kebebasan beragama dan mengambil tindakan,” tulis CAIR.

Powell mengatakan kepada CAIR saat dia mengajukan tuntutan. Powell menyatakan, dia ingin menjadi Muslimah terakhir yang memiliki pengalaman ini.

“Saya ingin saudara perempuan Muslim saya selalu merasa nyaman dan aman mengenakan jilbab dan membela apa yang benar,” katanya.