Jokowi: Jangan Habiskan Energi untuk Urusan tak Produktif Seperti Demo

Ngelmu.id – Beberapa waktu terakhir ada sejumlah aksi demonstrasi di
Ibukota. Aksi terakhir adalah hari ini yang digelar oleh Gerakan Nasional
Pengawal Fatwa (GNPF). Presiden Joko Widodo pun menanggapi maraknya aksi massa
tersebut.

“Ya kita ini kan hidup di negara yang berdemokrasi. Di
negara yang demokratis. Silakan menyampaikan pendapat, silakan yang ingin
demo,” kata Jokowi di Ponpes Luhur Al Tsaqafah, Jagakarsa, Jakarta
Selatan, Jumat (5/5/2017).
Jokowi mengingatkan, demonstrasi pun harus ikut aturan yang
berlaku. Dengan demikian, demonstrasi tidak mengganggu masyarakat umum.
“Jangan sampai energi kita ini habis. Setiap hari hanya
untuk urusan-urusan yang tidak produktif. Apa akan terus kita akan ulang-ulang
seperti ini? Ndak! Ndak! Tidak! Saya sampaikan ini, tidak!” tegasnya.
Dia menyerahkan kepada Menko Polhukam untuk menindak
organisasi massa yang mengganggu ketertiban umum. Namun Jokowi tak secara rinci
menyebutkan tindakan apa yang tepat bagi organisasi yang mengerahkan massa
untuk bertindak mengganggu.
Sebagaimana diketahui, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa
Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) menggelar Aksi Simpatik 55 dengan damai di
Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (5/5). Massa aksi memilih beri’tikaf atau
diam di dalam masjid untuk mendengarkan tausyiah dari para ulama, termasuk dari
Aa Gym.
Pada awalnya, massa aksi akan menggelar longmarch dari
Masjid Istiqlal ke Mahkamah Agung. Namun, dengan berbagai pertimbangan akhirnya
GNPF hanya mengirimkan 10 orang delegasi ke Mahkamah Agung, yaitu Prof Didin
Hafiduddin, Kapitra Ampera, Nasrulloh Nasution, KH Shobri Lubis, Ahmad Doli
Kurnia, Ahmad Luthfi Fathullah, Muhammad Luthfie Hakim, Heri Aryanto, KH Nazar
Haris, dan Ustaz Bobby Herwibowo.