Karir “Gantung” Pemain Berlabel Bintang

www.marca.com/James Rodriguez dan Isco

Ngelmu.com, Depok – Deadline jendela transfer musim panas 2016/17 beberapa jam lagi akan segera berakhir. Transfer-transfer besar pun sudah terjadi pada beberapa klub besar di Eropa. Rekor transfer juga sudah berhasil dipecahkan oleh klub raksasa Liga Premier Inggris, Manchester United dengan mendatangkan Paul Pogba dari Juventus dengan mahar 70 juta euro atau 1,7 triliun rupiah.

Pogba punKar kini ditasbihkan menjadi pemain termahal dunia, menggeser Gareth Bale yang sebelumnya menjadi pemain termahal dunia ketika dibeli Real Madrid dari Tottenham Hotspurs 2013 lalu.

Nama-nama diatas merupakan aktor-aktor lapangan hijau yang kini sedang diagung-agungkan namanya musim ini. Seperti halnya roda kehidupan, mereka kini sedang berada di posisi teratas namun ada sejumlah pemain yang dulunya pernah mengalami posisi teratas dalam karirnya kini harus merasakan posisi terbawah atau sedang mengalami masa sulit dalam karirnya.

Tak tanggung tanggung, bukanlah pemain-pemain kacangan yang saat ini sedang kurang beruntung. Mereka harus menerima kebijakan para pelatih-pelatih baru di klubnya masing-masing, atau bahkan dinilai gagal bersaing dengan para kompetitornya di klub mereka bernaung. Jatah transfer klub-klub Eropa akan segera berakhir namun masih ada nama-nama besar masih menggantung tanpa kejelasan di klubnya saat ini. Dan berikut nama-nama yang masih kurang beruntung itu.

James Rodriguez dan Isco 

Jeleng penutupan jendela transfer Rabu (31/8) tengah malam nanti masih jadi akhir penantian dua pemain “Los Blancos” Real Madrid, Isco dan James Rodriguez. Nasib kedua pemain ini memang dinilai masih menggantung di skuad utama Zinedine Zidane musim ini. Memang sudah menjadi resiko tersendiri jika bergabung di klub yang berlimpahkan pemain-pemain bintang.

Apalagi stok lini tengah Madrid saat ini sangatlah melimpah. Zidane pun seakan kebingungan dalam memilih pemain yang akan dipilihnya menjadi starter dan menjadi skuat inti sepanjang musim ini. Namun seperti yang dilansir Marca, khusunya untuk gelandang asal Colombia, Zidane masih membuka pintu untuk James bertahan di Madrid.

Zidane pun percaya pemain 25 tahun masih memiliki kans menjadi pemain yang lebih baik lagi musim ini. Seperti yang dikutip Marca, Zidane merasa berubah pikiran setelah ia sempat mengonfirmasi James tidak masuk kedalam rencananya musim ini. Namun menit bermain yang kurang dinilai James akan segera hengkang dari Santiago Barnabeu. Chelsea adalah klub yang kian santer akan menyelamatkan karir James kedepannya. Musim ini James harus puas dua kali menjadi pemain pengganti di laga awal Madrid di La Liga. Meski begitu ia tampil cukup baik.

Sedangkan Isco nasibnya sebelas dua belas dengan rekannya itu. Pemain yang memang pada beberapa musim terakhir sulit mendapatkan jatah bermain, dianggap akan segera hengkang dari Madrid. Suatu hal yang sangat lumrah jika ia sulit bersaing dengan pemain-pemain sekelas Luka Modric dan Toni Kross yang memiliki posisi sama dengannya.

Musim ini saja Isco baru bermain 17 menit sebagai pemain pengganti pada laga kontra Real Sociedad di pekan pertama La Liga (22/8). Saat ini keadaan lebih diperparah lagi, ketika Zidane mengkonfirmasi keadaan Isco yang mengalami cedera engkel ketika saat berlatih. Namun klub Liga Premier Tottenham Hotspurs mengindikasikan ketertarikannya dengan pemain 24 tahun itu. Meski begitu kita semua masih menunggu kepastian dua pemain ini dalam jam 12 malam nanti ketika jendela transfer resmi ditutup.

sport.detik.com/Yaya Toure

Yaya Toure

Posisi Yaya Toure yang pada musim lalu seakan tidak tergantikan di lini tengah Manchester City seperti menghilang begitu saja tanpa jejak, semenjak kedatangan pelatih anyar Pep Guardiola ke Etihad Stadium musim ini. Adik kandung Kolo Toure ini pada musim lalu mengemas 32 kali penampilannya di ajang Liga Premier dan mencetak 6 gol.

Prestasi lebih mentereng lagi sebenarnya dicatatkan Yaya di dua musim sebelumnya. Ia berhasil mencatatkan 29 penampilan mencetak 10 gol musim 2014/15 dan 35 laga 20 gol musim 2013/14. Tentu suatu pencapaian hebat , mengingat ia merupakan seorang gelandang tengah jika melihat capaian golnya.

Memang bukan hal lumrah lagi jika seorang Pep Guardiola tidak menyukai gaya permainan Yaya Toure. Hal itu sudah terlihat ketika keduanya masih memperkuat Barcelona dari musim 2007 hingga 2010 lalu. Kala itu, Pep lebih memilih Sergio Busquets ketimbang Yaya di lini tengah “El Blaugrana”.

Ketika sebagian pendukung City mendukung kehadiran Pep di Manchester biru dan merasa bahagia, namun hal itu seakan justru menjadi mimpi buruk untuk pemain timnas Pantai Gading tersebut. Meski begitu sebagian klub menyatakan minatnya untuk meminang Yaya Toure, Juventu menjadi salah satu klub peminat pemain 33 tahun. Akan tetapi masih belum ada kejelasan dari kedua klub.

Kini Yaya Toure masih harus bernegosisasi dengan Pep Guardiola guna membicarakan kejelasan nasibnya di klub sekota Manchester United itu.

www.suara.com/Bastian Scweinsteiger

Bastian Scweinsteiger 

Nama besar seorang pemain kala masih berada di suatu klub bukanlah jaminan untuk sang pemain mendapatkan posisi utama dalam skuad suatu klub. Apalagi klub itu mempunyai nama besar seperti Manchester United. United yang kini ditangani Jose Mourinho dengan terang-terangan rela melepas pemain andalannya musim lalu Bastian Scweinsteiger dengan harga murah.

Hal itu diutarakan menejamen klub usai sang pemain memang sudah tidak masuk dalam skema permainan Mourinho musim ini. Scweini yang musim lalu didatangkan dari Bayern Munchen memang lebih sering berkutat dengan masalah cederanya, faktor usia yang relatif tua yakni 31 tahun juga menjadi faktor lain Mou enggan mempertahankan Scweinteiger ke dalam skuad MU musim ini.

Meski begitu sang pemain sendiri dengan terang-terangan masih ingin bertahan di klub asal Mancheseter itu. Pemain asal Jerman bahkan mengungkapkan bahwa “The Reds Devils” adalah klub terakhirnya yang ia bela di Eropa. Namun walau di campakan Mou, aura bintang sang pemain pun masih belum berakhir. Hal itu diperkuat dengan tawaran dari klub-klub lain yang masih ingin menggunakan jasa sang kapten “Der Panzer” tersebut.

bleacherreport.com/Cesc Fabregas

Cesc Fabregas

Nasib pemai Spanyol, Cesc Fabregas musim ini terbilang kurang beruntung. Kisah Fabregas ini memang sekilas hampir sama dengan Yaya Toure di Manchester City. Namun yang membedakan adalah, pelatih anyar Chelsea Antonio Conte sebelumnya memang belum pernah bekerja sama dengan Fabregas berbeda dengan Yaya yang pernah ditangani Pep Guardiola di Barcelona.

Padahal di dua musim lalu ia menjadi jendral lapangan tengah “The Blues” bersama Nemanja Matic. Ia didatangkan oleh Jose Mourinho dari Barcelona dan sejak saat itu ia mencatatkan 34 dan 37 laga kompetitif bersama Chelsea di Liga Premier musim 2014/15 dan 2015/16. Di musim pertamanya ia berhasil mengairkan 19 kali umpan sukses di Liga Premier meski harus menurun di musim berikutnya dengan hanya menorehkan 7 assits.

Meski begitu kabar mengenai nasib Fabregas masih belum menunjukan titik jelas. Masih timbul sejumlah pertanyaan apakah ia akan bertahan atau meninggalkan Chelsea musim ini. Namun kabar terdekat, ia dikait-kaitkan dengan Inter Milan. Kabarnya sang pemain akan dibarter dengan gelandang Inter, Marcelo Brozovic.

Bahkan media Italia, Gazzette dello sport, klub milik Roman Abramovich ini sudah menyertakan nama Fabregas dalam proposal pengajuan transfer Brozovic kepada Inter Milan. Namun hal itu masih menjadi misteri hingga jam 12 malam nanti, dan menjadi kabar yang wajib anda simak khusunya para pendukung Chelsea dan Inter.

Sekali lagi saya bisa menyatakan bahwa label nama besar pun tidak cukup kuat untuk memanenkan nasib para pemain diatas, dapat bertahan di sebuah klub. Berbagai faktor memang menjadi dilema tersendiri para pemain ini. Praktis sekarang mereka sedang benar-benar dalam persimpangan sulit, diantara harus bertahan atau memilih hengkang demi mendapat jatah bermain yang cukup dan menyekamatkan karir sepakbolanya.