Kasus Vaksin Palsu Meresahkan Masyarakat

news.merahputih.com
Ngelmu.com – 14 rumah sakit ‘nakal’ sudah diungkap oleh
Kemenkes pada hari Kamis (14/7) kemarin. Tentu saja ini membuat para orangtua
gelisah dan semakin mawas dalam memilih rumah sakit yang baik untuk si buah
hati. Terkait peredaran vaksin palsu tersebut, masyarakat juga perlu dibekali
pengetahuan untuk membedakan mana vaksin asli dan yang mana vaksin palsu.
Sebuah produsen resmi vaksi Bio Farma yang dikutip dari
pojoksatu.id menyatakan memang sulit membedakan vaksin asli dan palsu tanpa
melalui uji laboratorium. Namun hal yang paling mudah untuk menerka apakah
vaksin tersebut itu asli atau palsu secara kasat mata yaitu dari bentuk kemasan
yang lebih kasar, nomor batch yang tidak jelas dibaca dan rubber stop (tutup
vial) ada perbedaan warna dari produk asli.
www.resepbanget.com
Menurut Nila Moeloek, vaksin palsu yang kerap dipalsukan
antara lain, Tricapel berisi Hepatitis B, Pediacel berisi Hepatitis B, ATS
tidak mengandung ATS, Polivalalent Anti Snake Genom Serum tidak mengandung anti
bisa ular, Tuberkulin berisi Hepatitis B . 2 Produk (mengandung) kadar tidak
sesuai, Euvax B dan Engerix B.
twitter.com
Terkait dengan 14 rumah sakit yang diungkap oleh Kemenkes
menggunakan vaksin palsu, terdapat nama RS Elisabeth Bekasi. Sejumlah orangtua
yang anaknya menerima vaksin di RS Elisabeth juga menuntut dibukakan posko
informasi vaksin.