Raksasa Asia Di Olimpiade Rio

 
Ngelmu.com, Depok – Asia sepatutnya bangga bisa
memiliki perwakilan seperti Korea Selatan dan Jepang khususnya cabang sepak
bola, di Olimpiade Rio 2016 kali ini. Meski dalam petandingan semalam keduanya
mendulang hasil yang berbeda, tetapi dua kekuatan Asia itu patut di
perhitungkan oleh negara-negara lain.
Korea pada laga pertama berhasil melumat habis wakil Oseania,
Fiji dengan skor 8-0, sementara Jepang melakukan perlawanan sengit untuk
Nigeria, meskipun akhirnya harus tunduk 4-5. Perjalanan keduanya menembus
putaran final di Olimpiade Rio terbilang mulus. Korsel dan Jepang memang di
kawasan Asia merupakan negara raksasa jadi wajar bila mereka mampu melaju
dengan mulus.
Menarik untuk dibahas nih sobat Ngelmu perjalanan keduanya menuju
ajang multi event ini. Yuk bareng-bareng simak!!
Menjadi Raksasa Asia
Indonesia adalah salah satu korban dari keganasan Korea Selatan
sebelum tampil di Olimpiade Rio 2016. Perjalanan bermula di ajang kualifikasi
Piala Asia U-23, Indonesia adalah salah stu korban keganasan pasukan Negeri
Gingseng, padahal Indonesia menjadi tuan rumah kualifikasi. Setelah sukses
menembus babak kualifikasi, Korsel sukses lolos ke putaran final Piala Asia di
Doha Qatar 2015.
Sementara negeri Sakura Jepang, sebenarnya sudah memastikan
lolos ke putaran final Olimpiade Rio 2016 bersama Korsel, setelah di babak semifinal
berhasil mengandaskan perlawanan Iraq 2-1, akan tetapi samurai-samurai Jepang
tidak menghentikan perjuangan hanya sampai disitu. Di babak final, Jepang berhasil
menjadi kampiun setelah menang dramatis atas Korea Selatan 3-2.
Alhasil kedunya pun berhasil lolos ke putaran final cabang
sepak bola Olimpiade Rio 2016. Korea dan Jepang memang sejak tahun 2002,
khususnya sejak menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002 berubah menjadi raksasa di
dataran Asia bahkan dua negara yang mengancam di negara-negara Eropa dan
Amerika selatan. Terbukti pada tahun itu Korea Selatan yang diperkuat Ahn Jung Hwan dan Park Ji Sung  berhasil melaju hingga
babak semifinal.
Jepang yang pernah diperkuat pemain sekelas Hidetoshi Nakata,
Shunsuke Nakamura dan Yasuhito Endo juga berhasil mensejajarkan diri dengan
negara kuat lainnya, walau hanya berhasil melaju hingga babak 16 besar. Sementara
di ajang Olimpiade keduanya sebenarnya sudah bisa membuktikan diri. Faktanya
terakhir pada Olimpiade London 2012, keduanya harus saling bunuh di perebutan
tempat ketiga.
Dalam sejarah Olimpiade, Jepang sejak 1996 selalu lolos ke
putaran final sedangkan Korea Selatan sudah tujuh kali lolos di ajang yang
sama. Asia yang memang terkenal dengan fisi permainan yang militan serta fisik
yang mereka miliki sangatlah mempuni untuk ajang sekelas Piala Dunia bahkan
Olimpiade sekalipun.
Melirik Peluang Kedua
Tim
Melihat pada pertandingan pertama kedua tim. Nampaknya mereka
masih bisa diperhitungkan, terlebih Korsel yang berhasil melumat habis Fiji
8-0. Sementara Jepang, meski harus menerima keunggulan tipis atas Nigeria 4-5,
bukan berarti peluang Jepang tertutup.
Jepang yang pada pertandingan selanjutnya akan menghadapi
Colombia, di prediksi bakal bisa melewati perwakilan dari Conmebol tersebut. Poin
penuh pun wajib di raih Jepang jika ingin melaju ke babak selanjutnya.
Sementara Korea Selatan akan menghadapi Jerman pada laga
kedua. Meski berhasil membantai habis Fiji, Korea tidak boleh memandang enteng
jerman yang pada laga pertama harus berbagi angka dengan juara bertahan
Meksiko. Tentu kekuatan Jerman berbeda dengan Fiji, Korea akan kembali
mengandalkan pemain Tottenham Hotpurs, Son Heung Min di lini depan.
Melihat di group ini Korea masih harus menghadapi Meksiko di
pertandingan ketiga, tentu mereka harus menuai kemenangan kembali, guna
mengamankan langkah mereka untuk melaju ke babak 16 besar.
Dengan sepak terjang keduanya di pertandingan pertama. Korea
Selatan dan Jepang wajib menjadi kebanggaan warga Asia khusunya menjadi
motivasi sepak bola Indonesia ya sobat Ngelmu.com.

Wajib sepertinya menantikan kiprah keduanya di Olimpiade Rio
2016 kali ini. Sampai manakah sepak terjang negeri Gingseng dan negeri Sakura
menghadapi kekuatan sepak bola lainnya seperti Brasil dan Meksiko? Menarik untuk
dinantikan sepertinya ya Sobat??