Muhadjir Effendy Pastikan Tunjangan Guru Tak Akan Di Hapus

Ngelmu.com, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud) Professor Muhadjir Effendy menyebutkan, kebijakan positif terkait
guru dan tenaga kerja pendidikan akan terus berlanjut, termasuk tunjangan
profesi guru (TPG) dan program sertifikasi profesi guru. 
www.inddit.com
Hal ini ditegaskan terkaitnya isu yang beredar, bahwa
Kemendikbud akan menghapus program sertifikasi guru yang di dalamnya juga
termasuk kegiatan pelatihan guru. “Untuk kegiatan guru yang sudah berjalan masih dapat terus
dijalankan,” terang Mendikbud baru hasil dari reshuffle kabinet kerja Jokowi
dalam keterangan pers nya, Jum’at (29/7) lalu, di Jakarta.
Tunjangan profesi guru adalah amanat dari Undang-Undang
Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta Peraturan Pemerintah Nomor 74
Tahun 2008 tentang Guru. Mendikbud Prof. Muhadjir juga mengatakan, kedua
peraturan terseut mengamanatkan tunjangan profesi guru diberikan kepada guru
yang sudah memenuhi syarat serta telah disertifikasi. “Sudah jelas diamanatkan dalam undang-undang dan peraturan pemerintah
tersebut. Amanat ini harus kita laksanakan,” ujarnya. 
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Drijen GTK),
Sunana Surapranata mengatakan, untuk tahun 2016, pemerintah sudah menyiapkan anggaran
untuk tunjangan profesi guru, baik itu guru status PNS ataupun non PNS. “Iya kita
sudah persiapkan anggaran itu untuk guru PNS atau non PNS” pungkas pria yang
akrab disapa Pranata ini.
Pranata menyebutkan bahwa tahun 2016 ini, pemerintah telah
menyiapkan anggaran sebesar 71 triliun untuk para guru PNS daerah, dan hampir 8
triliun untuk guru bukan PNS yang memiliki sertifikat pendidik serta telah
memenuhi persyaratan administrasi, antara lain telah mengajar 24 jam. “Pemilki
sertifikat pendidik yang memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan berhak memperoleh tunjangan profesi setara dengan gaji pokok”
jelasnya.