Kerciuhan Demi Kericuhan Nodai PON XIX Jawa Barat


Ngelmu.com, Depok – Jika kita membicarakan mengenai Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-19, di Jawa Barat 2016. Memang semua pasti setuju, jika PON kali ini berjalan tidak semestinya.

Dugaan kecurangan dalam pertandingan, kepemimpinan wasit yang tidak adil, fasilitas atlet yang mengenaskan hingga ricuh saat pertandingan sepertinya sudah menjadi citra Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat (jabar). Sorotan tuan rumah yang banyak berlaku curang juga sudah menjadi buah bibir dikalangan atlet dan para pelatih yang melakoni PON kali ini.

Bahkan, salah satu atlet yang kini menjadi pelatih dan ikut dalam PON XIX/2016
Jabar menyebutkan, ini PON terparah dan tercurang dari yang pernah diikutinya.

“PON XIX 2016 Jabar ini terparah dan tecurang saya ikuti semenjak menjadi atlet hingga sekarang menjadi pelatih,” ujar pria yang enggan disebutkan namanya ini.

Jika harus direview, lanjut dia, ada sekitar 80 persen cabang olahraga yang dilombakan pasti bermasalah. Mulai dari wasit, juri, perangkat pertandingan hingga panitia yang ‘kurang’ mengerti penyelenggaraan kompetisi olahraga.

“Faktanya sudah banyak di pemberitaan, mulai dari ricuh saat penilaian hingga fasilitas atlet yang bikin atlet itu sakit,” keluhnya.
Sementara itu, KONI Pusat tak mau permasalahan kepemimpinan wasit, hakim, dan juri yang disorot pemerintah dalam PON XIX/2016 Jabar ditimpakan ke mereka.

Menurut induk seluruh cabang olahraga nasional itu, soal wasit, seharusnya dipertanyakan ke pengurus besar olahraga masing-masing.
”Penunjukkan wasit itu kewenangan dari induk cabor. Tapi penunjukkan itu kan tidak hanya dari Jawa Barat saja, tetapi mereka me-mix dari daerah lain, yang pastinya harus netral yang bukan dari Pengprov Jabar atau dari provinsi yang sedang bertanding. Itu ketentuan yang mestinya dianut oleh semua,” kata Inugroho, Wakil Ketua Umum KONI, Kamis (22/9).

Dan kami akan sedikit mengulas kejadian-kejadian yang semestinya tidak terjadi di ajang olahraga terbesar di Indonesia ini.

www.pikiran-rakyat.com

Cabang Sepakbola

Kericuhan yang terjadi di PON tahun ini, bisa diawali dari cabang sepakbola, di Stadion Pakansari, Cibinong Kabupaten Bogor, (18/9) lalu. Kala itu cabang sepakbola mempertandingkan tim PON DKI Jakarta menghadapi tim PON tuan rumah, Jawa Barat.

Pertandingan sendiri pun sebenarnya berjalan dengan lancar, akan tetapi tidak dengan para penonton yang menghadiri laga tersebut. Kericuhan antar suporter terjadi saat laga sedang istirahat usai babak pertama. Keributan itu bermula ketika dua suporter melakukan tindakan saling ejek dengan yel-yel yang diontarkan kedua suporter, akan tetapi pihak suporter Jakarta merasa tersinggung dengan ejekan tersebut.

Aksi saling lempar batu dan kayu pun sempat terjadi di area tribun Stadio Pakansari, namun aksi itu tidak berlangsung lama. Pihak keamanan yang beranggotakan TNI-POLRI berhasil meredam bentrok antar dua kelompok suporter itu.

sport.tempo.co

Cabang Polo Air

Selanjutnya aksi memalukan kembali terjadi di cabang Polo Air, hanya selang sehari dari kejadian ricuh di Stadion Pakansari. Kericuhan juga terjadi di cabang Polo Air yang berlangsung di kolam renang, Komplek Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kejadian terjadi bermula di dalam arena kolam renang, saat tim Jawa Barat menghadapi tim Sumatera Selatan. Sejumlah pemain kedua tim melakukan aksi saling jotos saat pertandingan tengah berlangsung, entah faktor apa yang terjadi, namun akibat kejadian di dalam kolam, para penonton yang menyaksikan pertandingan itupun ikut terpancing.

Para penonton melakukan aksi pelemparan botol air mineral ke arah kontestan yang sedang bertanding, akan tetapi ada salah satu oknum yang diduga melempar dan mengenai aparat kepolisian yang sedang menjaga keamanan pertandingan. Alhasil keributa pun juga terjadi di tribun penonton yang melibatkan atlet PON DKI yang kala ikut menyaksikan pertandinga dan aprarat keamanan.
Sejumlah bukti foto dan video pun lancar beredar di sosial media, dan terkait kejadian itu, Menpora, Imam Nahrawi ingin kejadian ini segera di usut tuntas dan dan bagi yang terlibat dikenai sanksi seadil-adilnya.

sport.detik.com

Cabang Bola Basket

Selanjutnya ada cabang Bola Basket yang pada PON kali ini juga ikut diwarnai kericuhan. Laga yang mempertandingkan tim Papua Barat melawan Jawa Barat yang tergabung di Group B. Dikabarkan kinerja wasit lah yang memicu kemarahan dari pihak ofisial dari Papua Barat.

Dinilai wasit yang memimpin kala melakukan suatu keputusan-keputusan yang diangga merugikan Papua Barat. Pertandingan yang berlangsung di GOR C-Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, (21/9) itu pecah ketika sejumlah pemain dari Papua Barat menggeruduk wasit, bahkan tak hanya pemain, pelatih dan sejumlah ofisial mereka pun naik keatas tribun dan membuat keadaan semakin panas.

Wasit pun yang kala itu diserang oleh sejumlah pemain, mencoba menyelamatkan diri dengan berlari lari ke sekeliling arena Basket, beruntung keadaan dapat dikendalikan oleh pihak keamanan.

fleble.com

Cabang Renang Indah

Kembali aksi protes terjadi di ajang PON kali ini. Cabang Renang Indah DKI Jakarta yang kali ini memprotes ketegasan dari pihak panitia PON Jabar 2016. Tim DKI Jakarta memutuskan mundur dari cabor renang indah, usai mendengar hasil keputusan di technical meeting, Selasa (21/9) yang membatasi umur peserta renang indah.

Memang keputusan ini terbilang mendadak dan terkesan tidak profesional, mengingat keputusan yang diambil untuk ajang sekelas PON. Keputusan pembatasan umur itu, dilakukan pada TM. Seharusnya jika memang ingin membuat keputusan seperti itu, harus diadakan terlebih dahulu sosialisai dari pihak panitia kepada para tim peserta cabang renang indah.

Alhasil keputusan itupun sangat diprotes keras oleh tim DKI yang dianggap merugikan timnya. Pasalnya ada satu peserta dari tim DKI yang menjadi andalan, Adela Amanda Nirmala yang usianya sudah melebihi syarat peraturan PON terpaksa tidak bisa mengikuti pertandingan. Meski telah memutuskan untuk mundur pada Technical Meeting, tim DKI  tetap memutuskan untuk datang dan bertanding pada hari H, namun Komisi tekhnik PB PRSI daerah menghadang aksi DKI itu. Tim DKI tetap tidak bisa mengikuti pertandingan karena pada technical Meeting lalu sudah memutuskan WO.

Hasilnya perdebatan pun sempat terjadi di Kolam Renang FPOK UPI, Setia Budi, Bandung, Kamis (22/9) dan membuat pertandingan harus tertunda selama satu jam. Meski setelah itu pertandingan pun tetap digelar dengan teriakan-teriakan protes jika wasit dari DKI juga tidak boleh diikutsertakan.

www.covesia.com

Cabang Tinju

Cabor tinju tak ketinggalan juga ikut mencoreng PON Jabar. Petinju asal putri asal Papua, Selly Wanimbo mengamuk usai mendengar keputusan wasit. Selly yang saat itu bertanding di babak perempat final cabang tinju melawan petinju asal Papua Barat tidak terima hasil yang diberikan juri kepadanya. Ia pun sontak mengamuk di atas ring dan mencoba menyerang ofisial pertandingan.

Selly juga menendang pengeras suara yang terdapat di pertandingan, sehingga membuat panas suasana pada saat itu.

Kesimpulan

Jelas berbagai kericuhan yang terjadi pada PON kali ini sungguh amat sangat mencoreng nilai sportivitas dalam pertandingan olahraga. PON yang diselenggarakan di Jabar ini, juga termasuk kedalam ajang PON terburuk sejak perkhelatan PON pertama kali dilakukan tahun 1948 lalu.