Kerendahan Hati Sang Mega Bintang, Cristiano Ronaldo


Ngelmu.com, Depok – Real Madrid berhasil memenangkan laga perdana di babak penyisihan Group F, Kamis (15/9) dini hari tadi. Meski dengan susah payah, pasukan Zidenine Zidane berhasil membenamkan perlawanan wakil Portugal, Sporting Lisbon dengan skor 2-1.

Ngelmu.com, Depok – Klub elit Spanyol Real Madrid sukses memetik kemenangan 2-1 pada pertandingan perdana Liga Champions musim 2016 kontra Sporting Lisbon, Kamis (15/9/2016) dinihari WIB.

Namun ada yang membuat saya tertarik dengan pertandingan tadi pagi itu. Walaupun saya harus menonton dengan agak sedikit mengantuk, namun saat sang superstar dunia, Cristiano Ronaldo mencetak gol, seakan rasa kantuk itupun hilang. Selain karena gol indahnya ke gawang Rui Patricio, saya juga dibuat kagum oleh kerendahan hati seorang CR7 ketika memutuskan untuk tidak berselebrasi.

Memang hal itu bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Ronaldo ketika mencetak gol ke gawang mantan klubnya. Tapi tidak bisa saya pungkiri sifat rendah hatinya itu tidak pernah berubah, meski kini sudah menuai kesuksesan besar baik ketika di Manchester United atau Real Madrid.

Kacang Tidak Lupa Kulit

Istilah itulah sepertinya yang tepat untuk menggambarkan seorang Cristiano Ronaldo. Beberapa kali saya memperhatikan, dirinya tidak pernah melakukan selebrasi ketika menjebol gawang mantan klubya yang membesarkan namanya. Seperti halnya pada 2013 lalu, Ronaldo sukses mengoyak gawang tim yang sangat berperan dalam karir pemain asal Madeira, Portugal itu yakni Manchester United (MU).

Bersama United selama tujuh tahun lamanya, ia berhasil menjelma sebagai salah satu winger yang menakutkan barisan pertahanan lawan. Dua kali ia mencetak gol ke gawang David De Gea, baik di leg pertama dan leg kedua. Namun dua leg pula ia tidak melakukan selebrasi yang berlebihan.

Jauh sebelumnya saat ia masih memperkuat MU tahun 2007 lalu. Sama dengan ketika ia memperkuat Madird, CR7 juga mencetak gol secara back to back atau dua kali menjebol di leg pertama dan kedua. Dan keduanya ia tidak melakukan selebrasi yang berlebihan.

Hal itu pun semakin menegaskan respect yang sangat besar di tunjukan oleh mantan kekasih Irina Shayk itu ketika bertemu dengan mantan klubnya di ajang sebesar Liga Champions sekalipun.

Sifat rendah hati Ronaldo pun, tidak hanya di level klub saja. Pada ajang Piala Eropa 2016 lalu, Ronaldo juga menunjukan kerendahan hatinya ketika Portugal berhasil menaklukan Kroasia dan Wales. Meski sukses menyingkirkan dua tim kuat itu, Ronaldo tidak melakukan selebrasi secara berlebih.

Hal itu dilakukannya karena untuk menghargai rekan satu timnya di Real Madrid, Luka Modric dan Gareth Bale. Ronaldo yang sama-sama memperkuat Madrid bersama Modric dan Bale, memutuskan tidak selebrasi karena tidak ingin tega melihat rekan satu timnya saat itu Modric yang menangis.

Ia pun menjelaskan mengapa tidak melakukan selebrasi. “Tentu saya senang bisa mengalahka Kroasia. Namun saya tidak bisa merayakannya di dalam lapangan, karena saudara saya Luka Modric menangis. Ini adalah tugas saya untuk menghibur saudara,” ujar Ronaldo.

Lalu pada pertandingan melawan Sporting Lisbon lalu, Ronaldo pun menjelaskan alasannya kenapa ia tidak melakukan selebrasi. Dirinya mengaku sangat menghormati mantan timnya itu. Di Sporting Lisbonlah ia memulai karir sepakbolanya hingga bisa menjelma sebagai pemain paling populer saat ini.

Sebelum akhirnya Sir Alex Ferguson menemui bakatnya itu saat United bertemu Lisbon pada ajang Liga Champions beberapa tahun silam. Pelatih legendaris itupun tak segan membawanya ke Theatre Of Dreams pada tahun 2003.

“Itu merupakan pertandingan melawan tim dimana saya belajar bermain sepakbola. Sporting  selalu memiliki tempat di hati saya dan saya sangat menghormati mereka. Itulah alasannya saya tidak merayakan gol saya,” ungkap mantan pemain Manchester United itu yang dilansir Soccerways.

sidomi.com

Memiliki Jiwa Sosial Tinggi

Sedikit agak bersimpangan dari rana sepakbola. Pastinya anda semua tahu kemuliaan hati seorang mega bintang seperti Cristiano Ronaldo. Martinus adalah salah satu anak yang merasakan kebaikan hati seorang Ronaldo. 26 Desember 2004 mungkin menjadi kejadian yang tidak bisa dilupakan oleh anak yang sekarang menjadi bagian dari tim uda Sporting Lisbon, tempat dimana Ronaldo pertama kali menimba ilmu.

Kala itu gempa dan tsunami dahsyat menghantam Nangroe Aceh Darussalam dan sebagian negara asia. Martinus yang saat itu masih berusia sangat muda yakni 4 tahun, sedang terdampar dan berpisah dari kedua orang tuanya. Namun dibalik kesedihan seorang Martunis, terdapat berkah yang sangat tidak terduga mungkin olehnya, bahkan semua orang.

Sungguh kejadian yang sangat langka, memang bisa dibilang ini sudah campur tangan Tuhan yang mempertemukan Martunis dengan Ronaldo. Martunis yang saat itu mengenakan jersey Portugal bernomor punggung 17 milik Cristiano muda, mendapat sorotan khusus ketika sang mega bintang mengunjungi Aceh pada 2004 lalu. Ia mengaku sangat mengidolakan Timnas Portugal dan tentunya Cristiano Ronaldo.

Tak sampai berpikir lama, Ronaldo pun menyambangi pengungsian dimana Martunis bersama korban-korban Tsunami lainnya beristirahat. Mendengar jika anak asal Aceh itu memakai kostumnya, Ronaldo pun tanpa di duga mengangkat Martunis sebagai anak angkatnya hingga sekarang. Kini pun Martunis mendapat kembali keajaiban selanjutnya, yakni masuk akademi Sporting Lisbon berkat nama besar Ronaldo dan bakat terpendamnya itu.

Kesimpulan 

Sebenarnya memang masing banyak bentuk kerendahan hati pemilik 3 kali Baloon D’OR ini, aka tetapi biarlah hal itu tersimpan di pengalaman hidup seorang Cristiano Ronaldo dan pihak-pihak yang merasakan kerendahan hati Cristiano Ronaldo.