KH Maruf Amin: Jaksa Kasus Ahok Mendelegitimasi MUI, NU dan Muhammadiyah

Ngelmu.id – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin
menyatakan jaksa kasus penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama
(Ahok) mendelegitimasi tiga lembaga keagamaan terbesar di Indonesia. Ketiganya
adalah MUI, Nadhlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.

Ia menuding jaksa penuntut umum (JPU) justru tak
mempertimbangkan pendapat yang dikemukakan saksi ahli dari tiga organisasi itu
saat sidang. Ia merasa heran lantaran jaksa malah mengambil pendapat yang
berbeda dari yang disampaikan saksi ahli dari perwakilan tiga lembaga tersebut.
“Kalau tiga lembaga kredibel sudah menyatakan hal sama,
tapi pendapat tidak diambil ya atas pendapat mana? Kalau gitu berarti (jaksa
kasus Ahok) mendelegimitasi keberadaan MUI, NU, dan Muhammadiyah,” katanya
kepada wartawan dalam kunjungannya ke Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (26/4),
dikutip Republika.
Ia menjelaskan, MUI sudah menyatakan kasus Ahok masuk dalam
kategori menghina Alquran dan ulama. Hal senada disampaikan oleh saksi ahli
dari NU dan Muhammadiyah.
“Padahal MUI mengatakan itu menghina Alquran dan ulama,
NU yang diwakili Miftahul Akhyar juga katakan hina Alquran, hina agama bahkan
menyesatkan umat. Muhammadiyah nyatakan sama juga,” katanya menegaskan.
Meski begitu, dia menyerahkan keputusan kepada ahli hukum
karena menjadi wewenang mereka. Selain itu, ia merasa publik juga bisa menilai
apakah keputusan sudah dirasa tepat atau tidak. “Itu urusan ahli hukum
apakah sesuai hukum atau tidak dan kemudian pada publik apakah sudah memenuhi
rasa keadilan atau tidak? Saya tidak katakan tidak adil,” ujarnya.
Sebelumnya, terdakwa kasus dugaan penistaan agama Gubernur
DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dituntut satu tahun penjara dengan
masa percobaan dua tahun. Hal ini disebutkan Ketua JPU Ali Mukartono dalam
sidang pembacaan tuntutan.