KH Ma’ruf Amin: Saatnya Para Kiai Gerakkan Ekonomi Umat

Ngelmu.id – Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin mengingatkan  para pengurus dan kiai-kiai kultural NU turut
berperan menggerakkan ekonomi umat.

“Kini saatnya para kiai menggerakkan ekonomi umat. Mari
Bung, rebut kembali!” katanya dalam pelantikan dan peresmian Kantor PCNU
Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (26/4) dalam keterangan persnya dikutip
Republika.co.id.
Menurut sosok yang juga menjabat sebagai Ketua Umum MUI ini,
ekonomi tersebut digerakkan dengan menegakkan prinsip ta’awun, saling bantu
membantu.
Mereka yang ekonominya kuat harus membantu yang lemah tanpa
harus mengambil untung. Pembagian untungnya dikembalikan semua untuk umat. “Nanti ketika gerakan ini berjalan, semua akan memperoleh
manfaatnya,” ujar dia. 
Prinsip ta’awun  itu,
menurut Rais Amm, bisa dimulai melalui program kemitraan. Dengan melibatkan
atau membuat sendiri waralaba yang berjejaring ke seluruh pelosok negeri.
Terkait hal ini, negara dan para pengusaha di tingkat
nasional maupun pemerintah daerah bisa dilibatkan. Karena gerakan ekonomi
umat  itu, akan meningkatkan ekonomi
kerakyatan.
Kyai Ma’ruf juga mendorong para pengurus NU di tingkat pusat
hingga tingkat ranting tak segan bermitra dengan pengusaha dan pemerintah.
Asalkan, kemitraan itu bermaslahat dan terasa manfaatnya oleh umat .
NU, kata Kiai Ma’ruf, bertanggung jawab meningkatkan ekonomi
masyarakat. Karena mayoritas warga NU adalah dari kalangan mustadh’afin
(ekonomi lemah).“Ini bukan lagi ajakan. Ini adalah intruksi Rais Aam PBNU,”
ujar dia.
Sebab kata dia, persoalan ini berkaitan tanggungjawab umat
(mas’uliyyat al-ummat) dan tanggungjawab kebangsaan (mas’uliyyat wathaniyyah)
dan satu lagi, ini merupakan juga tanggung jawab sejarah.
Menurut Kiai, NU bukan hanya berjuang untuk kemerdekaan RI, tapi
bagian dari pendiri NKRI.  Karena itu
ketika ada yang mengancam umat , mengancam bangsa ini dari sisi kedaulatan
maupun sisi ekonomi, NU harus bertindak.“NU adalah pendiri dan pemegang saham di NKRI,” katanya
seraya mengajak dua ribu Nahdliyin se-Kabupaten Tasikmalaya yang hadir di Aula
IAI Cipasung itu terlibat dalam gerakan tersebut.
Rais Syuriah PCNU Kabupaten Tasikmalaya, KH Abun Bunyamin
Ruchiyat mengatakan sebagai pendiri NKRI, warga NU wajib hukumnya kita membela
negara.
Di samping itu, kata dia, mayoritas warga NU juga dari
kalangan mustadh’afin maka NU perlu menggalakkan program penguatan ekonomi
umat. Rasulullah SAW menegaskan kada al-faqru an yakuna kufran, kemiskinan itu
sangat potensial memicu kekufuran.
Sebab itu, ujar dia, pengurus NU harus berpikir dan bergerak
mencari solusi agar umat  mampu bangkit
dari kemiskinan. Agar umat  tidak mudah
diiming-imingi oleh harta, untuk menukar aqidah an-nahdliyah ke aqidah lain
yang bisa mengancam NU, bahkan mengancam keutuhan NKRI.
Dalam kesempatan itu, Rais Amm PBNU melantik KH Atam Rustam,
Pimpinan Ponpes Sukamanah, sebagai Ketua PCNU Kabupaten Tasikmaaya. Cucu
Pahlawan nasional, KH Zainal Mustofa itu mengungkapkan, program pertama PCNU
Kabupaten Tasikmalaya adalah memakmurkan masjid, dimulai dengan menggerakkan
shalat subuh berjamaah dan menggalang persaudaraan antar-Nahdliyin  dengan program lailatul ijtima’ dan
lain-lain.