Kisah Berulang Yang Menyertai Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Ngelmu.com – Dalam berbagai aksi penipuan selalu berulang kisah-kisah yang menyertainya. Kisah-kisah ini bisa menjadi sumber inspirasi, semangat bahkan bisa sebagai “tool kit marketing” agar target yang disasar bisa tertarik bergabung.

Berikut adalah kisah-kisah yang disampaikan para koordinator dan santri yang bergabung di padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Kisah sejenis ini biasanya selalu berulang, puluhan, ratusan bahkan ribuan kali namun dengan tokoh dan lokasi yang berbeda dari masa ke masa.

1. Kisah Murid Yang Mendapatkan Ilmu Dari Wali Allah

Foto Arie Okezone

Meski tidak mau disebut wali, Taat pribadi menampilkan dirinya seperti sosok yang memiliki “ilmu” yang diakuinya karena berguru pada sejumlah kyainya, salah satunya Abah Ilyas.

Berdasarkan dokumen di padepokan, Dimas Kanjeng ditulis pernah berguru ke beberapa kiai atau ulama yang dikenal sebagai waliyullah. Dimas Kanjeng lalu dipertemukan dengan Abah Elyas (wali Ghoni).
Ketekunan Dimas Kanjeng dalam menuntut ilmu ini akhirnya berbuah manis. Semua ilmu Abah Elyas diturunkan kepada Dimas Kanjeng Taat Pribadi dengan tiga persyaratan yang harus dipilih. Di antaranya harus menjalani puasa, wirid dan mahar.
Dengan penuh pertimbangan, akhirnya Mas Kanjeng, sapaan akrabnya, memilih jalan mahar sebagai media implementasi ilmu yang dipelajarinya. Jalan Mahar artinya sebagai media untuk mencapai kesuksesan yang dicita-citakan.

Melalui proses waktu yang cukup lama dengan disertai ujian-ujian yang dihadapi, pengorbanan dan perjuangan Mas Kanjeng mulai membuahkan hasil. Pada tahun 2000-an, perjuangan yang didukung para santri dan para maha gurunya telah berhasil meningkatkan kesejahteraan santri dan umat.


2. Kisah Satria Piningit

Dengan berbagai “kelebihan” yang ditunjukkan pada orang-orang terdekatnya maka hadirlah sosok Dimas sebagai salah satu satria piningit yang bisa menyelesaikan masalah masyarakat, bangsa bahkan dunia.

Meski banyak yang tidak percaya, namun tetap saja cerita tentang Satrio Piningit dalam Ramalan Joyoboyo menjadi topik menarik setiap kali diperbincangkan. Bagaimana kisahnya sang ksatria ini begitu populer hingga zaman kini?


Tokoh Ksatria Piningit muncul dalam ramalan Raja Kediri yakni Prabu Joyoboyo, yang terkenal mampu meramal dan memprediksi masa depan Nusantara. Ramalan ini dikenal khususnya di kalangan masyarakat Jawa yang dilestarikan secara turun temurun oleh para pujangga. Ramalan Joyoboyo digubah oleh  Sunan Giri Prapen dalam kitab Musasar pada tahun Saka 1540 atau 1618 M. Salah satu ramalannya adalah kedatangan tentara  Jepang ke Indonesia.


“Orang Jawa akan diperintah oleh orang kulit putih selama 3 abad dan oleh kerdil kuning untuk masa hidup tanaman jagung sebelum kembalinya Ratu Adil:…..”

Jayabaya meramalkan bahwa Satrio Piningit akan menjadi Pemimpin Besar Nusantara. Ia digambarkan sebagai sosok tersembunyi (Piningit) yang cerdas, jujur dan berperilaku lurus atau benar. 

Ramalan itu juga menjelaskan bahwa sang ksatria tidak hanya akan memimpin tanah Jawa, namun akan memerintah dunia. Namun Ia baru akan keluar ketika sudah terjadi musibah dan bencana yang besar. Dalam perjalanan hidupnya Ia dituliskan akan selalu mengalami kesengsaraan, selalu dipermalukan, sial, dan “kesapar” (miskin). Oleh karena itu, ia mendapat julukan “Satrio Wiragung” (The Ksatria Agung).

3. Kisah Warisan Soekarno

Cerita yang beredar dari mulut ke mulut yang selalu menyertai penipuan sejenis adalah adanya warisan Soekarno dalam bentuk harta karun berlimpah yang bisa dicairkan atau dibagikan bagi semua rakyat Indonesia.

Kisah harta karun atau yang juga dikenal sebagai dana revolusi ini merupakan dana perang yang konon katanya, didapat dari bantuan gaib dan Keraton Mataram Islam saat Pakubuwono X berkuasa.

Sebelum Negara ini menjadi Republik, kabarnya bung Karno menyatukan seluruh harta perang revolusi. Tapi sekarang, harta itu hilang, disebar di pulau Jawa.
Kisahnya mengatakan berkat pengaruh “kesaktian” Bung Karno dan dibantu kekuatan gaib, harta tersebut jadi susah untuk ditemukan. Hanya orang-orang tertentu yang bisa menemukannya. 
Konon katanya, harta tersebut hanya bisa diambil oleh orang-orang yang diberikan amanah langsung oleh Bung Karno yang tertulis pada surat wasiat. Di surat wasiat itu pun tertulis daftar beberapa orang yang diberi amanah sebagai kunci pengambilan harta karun.
Harta karun yang hilang itu diyakini terdiri dari emas batangan maupun logam mulia yang nilainya sampai berton-ton. 
Kisah ini telah banyak memperngaruhi dan menggoda banyak orang. Bahkan dulu petinggi negeri kita pun kepincut juga. 
Sampai-sampai saking kepincutnya demi mencari harta yang melimpah itu, berdasarkan saran dari seorang paranormal yang mengatakan harta itu ada di situs batu tulis Bogor, situs tersebut dibongkar pada tahun 2002 dibawah komando menteri agama Said Agil Munawar . Tapi ujungnya upaya itu gagal dan Presiden Megawati kala itu membantah mengetahui aksi itu apalagi menyetujuinya. 

4. Kisah Amanah Kerajaan Se-Nusantara

Harta warisan raja-raja nusantara juga menjadi cerita yang terus berlanjut dari mulut ke mulut. Bahwa Indonesia itu kaya memang benar, berlimpah sumber data alam dan manusia. Tapi yang dimaksud di sini adalah harta karun yang menjadi amanah untuk dibagikan kepada rakyat Indonesia.

Kisahnya biasanya berawal dari cerita pada awal abad ke-17 di mana raja-raja nusantara dan kesultanan seperti Cirebon, Galuh Pakuan, Banten, Deli, Riau, Kutai, Makasar, Bone, Goa, Luwut,Ternate mengumpulkan aset kekayaannnya.

Aset yang konon nilainya mencapai ratusan ratusan trilyun USD itu dalam bentuk emas, logam mulia, berlian dan sebagainya. Aset itu dikisahkan disimpan di Bank Zuchrigh – Jerman. Di kisah lainnya diceritakan di simpan di salah satu bank di Swiss. Intinya aset itu disimpan di salah satu bank yang tertua di dunia.

5. Kisah Pembelaan Rakyat Miskin

Salah satu yang membuat banyak orang tertarik biasanya mahar yang diberikan dikaitkan dengan kisah pembelaan pada anak yatim dan rakyat miskin. Harta atau uang yang nanti akan diperoleh berlipat juga akan dinikmati bagi masyarakat yang hidup berkesusahan.

Foto : CNN Indonesia

Selalu ada kisah bak Robin Hood hampir di setiap aksi penipuan sejenis. Biasanya memang ada perwakilan anak yatim dan orang miskin yang tinggal di padepokan sebagai “Pilot Project” yang bisa diperlihatkan sewaktu-waktu pada para anggota baru.

6. Sejarah Kenabian Yang Dikaitkan

Untuk makin menyakinkan anggota, biasanya ksiah-kisah para Nabi dijadikan acuan bahwa kejadian sejenis bisa terjadi di masa sekarang. Memang betul Allah Maha Kuasa, tapi peristiwa yang dialami para Nabi pasti ada kondisi khusus yang menyertainya.

Situs yang dipercaya sebagai reruntuhan kerajaan Ratu Sheba atau Ratu Bilqis di Yaman

Kisah yang sering berulang adalah Kisah Nabi Sulaiman yang memindahkan singgasana istana Ratu Balqis, Kisah Nabi Sulaiman berbicara dengan hewan, Kisah Nabi Sulaiman menaklukan kalangan jin dan banyak kisah lainnya.

Jika para anggota mulai banyak bertanya, biasanya akan disampaikan kisah Nabi Khidir yang melakukan hal-hal yang di luar logika Nabi Musa.

7. Penjelasan Metafisika

Pengadaan Uang yang dilakukan Dimas Kanjeng selalu dikaitkan dengan ilmu metafisika atau istilahnya melampui ilmu pengetahuan (Beyond Science).

Penjelasan hal-hal gaib juga coba didekatkan dengan ilmu-ilmu abad modern seperti fisika kuantum dan relativitas.

8. Ngelmu Gaib

Penjelasan paranormal Permadi di tayangan Indonesia Lawyer Club (ILC) tvONe pada 4 Oktober 2016 menegaskan bahwa Dimas Kanjeng memang ngelmu (menuntut ilmu gaib).

Kemampuan seseorang yang mengandalkan kekuatan jin memang ada, seperti memanfaatkan tuyul untuk mengumpulkan uang dan lain sebagainya. Dimas Kanjeng memiliki ilmu gaib memang bisa saja karena dia mengikuti ritual-ritual tertentu. Kemampuan inilah yang dipertunjukkan kepada para anggotanya, khususnya lingkar terdekat.

9. Nanti Ada Saatnya

beberapa “harta” dari padepokan peninggalan almarhumah Najemiah, salah satu santri Dimas Kanjeng Taat Pribadi. 

Biasanya jika apa yang dijanjikan belum terwujud atau tidak bisa terlakasana, maka kata “Nanti Ada Saatnya” menjadi pamungkas untuk menjaga kepercayaan para anggotanya.

Seringnya dikatakan bahwa uang atau harta yang sudah diperlihatkan belum bisa digunakan, tunggu saatnya tiba.

Beberapa penyebabnya bisa macam-macam. Salah satu alasan yang terbukti pernah dijadikan pamungkas adalah pernyataan menteri agama Sail Agil Al Munawar yang menyatakan “hartanya tidak dapat ditemukan karena ada salah satu dari penggali yang hatinya tidak bersih”.