Klopp dan Wenger Masih Tinggalkan Lubang

www.liverpoolecho.co.uk/Juergen Klopp
Ngelmu.com, Depok – Dua pekan sudah Liga Premier Inggris
menjalankan rutinitasnya musim ini. Mulai dari klub-klub kecil, medioker,
hingga klub raksasa pun mengerjakan tugasnya dengan hasil yang masing-masing
berbeda. Akan tetapi, prediksi tinggalah prediksi. Hal itu hanya terjadi di
atas secarik kertas, tetapi yang terjadi sesungguhnya adalah di atas lapangan
rumput hijau.
Di huni oleh pelaih-pelatih kelas wahid pada musim ini.
Membuat para pelatih berlomba-lomba meramu strategi yang pas untuk skuatnya
masing-masing. Tak terkecuali Juergen Klopp dan Arsene Wenger bersama Liverpool
dan Arsenal. Keduanya memang menuai hasil yang berbeda pada dua pekan pertama
Liga Premier musim ini.
Hasil Berbeda Klopp dan
Wenger

www.express.co.uk/Arene Wenger
Klopp yang pada pekan pertama berhasil menjungkalkan Wenger dirumahnya
sendiri, malah meraih hasil seballiknya ketika bertandang ke Turf Moor Stadium,
kandang Burnley, Sabtu (20/8) malam. Harus menyerah 0-2, praktis Klopp masih
dipusingkan dengan lini belakang dan penyelesaian akhir para pemainnya.
Sedangkan Arsenal sedikit banyak sudah memperbaiki lini
belakangnya yang kala melawan Liverpool harus diterkam empat gol. Menghadapi
Leicester “The Gunners” berhasil menahan imbang tanpa gol “The Foxes” di King
Power Stadium, Sabtu (20/8), sekaligus menghambat ambisi sang juara bertahan
meraih poin penuh pertamanya musim ini.
Tentu hasil tersebut bukanlah merupakan hasil baik untuk
pelatih sekelas mereka. Mereka jelas harus memperbaiki trend negatif ini jika
tidak ingin tertinggal lebih jauh dari kompetitor-kompetitor mereka yang
semuanya meraih hasil positif.
Klopp dan Wenger memiliki permasalahan yang hampir sama. Terlebih
untuk Klopp yang permasalahan terhadap lini pertahanan terlihat belum bisa
teratasi. Ragnar Klavan sempat menuai ekspektasi publik Anfield masih bisa
belum mengawal jantung pertahanan Liverpool dengan baik bersama Dejan Lovren. Pasalnya
pertandingan baru berjalan menit ke-2’, mereka sudah harus dibobol oleh Sam
Vokes yang memanfaatkan kesalahan bek Liverpool, dan disusul gol Andre Gray di
menit ke-35’.
Belum lagi permasalahan bek kiri yang masih mencari pelapis
Alberto Moreno. Diluar dugaan, Klopp memasang James Milner sebagai starter
utama saat menghadapi Burnley guna mengisi bek kiri sebelum akhirnya kembali
digantikan Moreno.
Jika dilihat dari penguasaan bola pada laga itu, Liverpool
jauh lebih unggul dari sang lawan. Seperti yang 
dilansir Soccerway, Liverpool menguasai
lebih dari setengah penguasaan bola yakni 75 persen berbanding 25 persen
sangatlah berbanding terbalik jika melihat hasil akhir pertandingan tersebut.
Entah apa yang dipikirkan Klopp, ketidakkonsistenan adalah penyakit
lama yang kini secara perlahan kembali kambuh dialami oleh Liverpool. Jika
menoleh pada musim lalu, Liverpool memang bermain garang ketika melawan tim-tim
papan atas tetapi melempem ketika menghadapi tim papan bawah.
Hasil yang lebih beruntung dituai oleh Arsenal meski belum
bisa mendapat poin penuh di dua pertandingan awal. Paling tidak hasil 0-0
kontra Leicester City berhasil melunasi “PR” Arsene Wenger ketika menghadapi
Liverpool pekan lalu. Pekan lalu Petr Cech harus memungut bola empat kali lawan
setelah pertahanan mereka habis dibombardir “The Kop”. Melawan Si Rubah,
pertahanan Arsenal sedikit lega setelah kembalinya Laurent Koscielny ke skuat
inti, meski harus pontang-panting menghadapi gempuran Jamie Vardy cs.
Laga yang sempat dibumbui keputusan kontroversial wasit Mark
Clattenburg itu sempat mengecewakan publik King Power, yang seharusnya diberi
dua kali penalti setelah Namplys Mendy dan Danny Drinkwater dijatuhkan dikotak
12 pas. Ya apa daya keputusan semuanya ada ditangan wasit, pelatih kedua tim
pun memberi komentar yang terkesan objektif dan tidak menghakimi keputusan itu.
Penguasaan bola Meriam
London
terbilang unggul meski tipis jaraknya. Hasil akhir yang membuat klub
ini masih membutuhkan seorang finishing handal.
Pada pertandingan itu, Wenger memutuskan menurunkan Alexis Sanchez sebagai
ujung tombak menggantikan Olivier Giroud yang dibangku cadangkan. Alhasil
keputusan itu dibilang kurang tepat sehingga mereka hanya memanfaatkan
tendangan-tendangan dari luar kotak pinalti. Giroud pun duturunkan di 15’ menit
akhir babak kedua  meski hal itu tidak
banyak membuahkan hasil dan terkesan terlambat.
Dengan hal ini, terlihat jelas Arsenal masih membutuhkan
seorang striker murni, jika Giroud harus absen. Peran yang sempat digantikan
oleh Sanchez itu, tidaklah efektif mengingat Sanchez lebih sering bergerak di
belakang striker dan memberi sokongan umpan ke Giroud.
Arsenal yang pada musim ini baru mendatangkan Granit Xhaka
nampaknya memang harus belanja lagi khusunya dilini serang. Gelandang gelandang
kreatif sudah terbilang menumpuk, tinggal menunggu saja kehadiran seorang lagi
striker guna dimanjakan oleh umpan-umpan manis Mesut Ozil. Tentu fan Arsenal
pun akan setuju jika Wenger bisa merelisasikan hal tersebut. Mengingat Arsenal
memang masih membutuhkan itu selain menunggu keputusan akhir Skodran Mustafi
yang dikabarkan akan segera bergabung ke Emirates Stadium.
Kesimpulan Hasil Kedua
Tim
Dengan hasil yang mereka terima ini, tentu jelas masih
menyisakan permasalahan di dalam skuat masing-masing tim. Seperti yang sudah
saya bilang di awal. Musim ini terbilang, musim yang lebih ketat dari musim
2015/16.  Kehadiran sosok pelatih-pelatih
hebat menjadi salah satu faktor semkain ketatnya Liga Premier musim ini.
Strategi-strategi jitu dituntut dihadirkan oleh setiap pelatih jika ingin
klub-klubnya bersaing di papan atas klasemen dan merajai Liga di akhir musim.

Seharusnya keadaan tersebut menjadi pelecut kedua pelatih
Klopp dan Wenger dalam meramu klubnya musim ini. Pembenahan tentu ditunggu oleh
manajemen dan tentunya fan masing-masing klub. Jika melihat nama besar, tidak
ada alasan untuk mereka meraih hasil minor musim ini, akan tetapi nama besar
bukanlah suaru jaminan bagi sebuah tim meraih hasil sempurna di setiap laganya.
Hal itu sudah tergambar di diri Liverpool yang harus tumbang dari klub promosi
Burnley akhir pekan lalu.