Ini Dia Kriteria Pemimpin Nasional Versi PKS, Megawati, Habibie & Muhammadiyah

Ngelmu.com 30/8, Jakarta – Situasi politik nasional mulai menghangat dengan sejumlah pernyataan tokoh yang membeberkan beberapa kriteria pemimpin nasional. Berikut ini adalah sejumlah kriteria pemimpin nasional yang disampaikan oleh sejumlah tokoh.

Versi Mohammad Sohibul Iman, Presiden PKS di Seminar Nasional Kerjasama FPKS MPR RI dengan Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Senin (29/8/2016).

Kriteria Pemimpin Nasional harus lebih unggul dan berbeda dibanding mereka yang dipimpinnya. Di antaranya:

1. Memiliki moralitas yang teruji 

2. Intelektualitas yang memadai

3. Personalitas atau kepribadian yang baik

4. Memiliki sisi humanis

5. Memiliki ketegasan.

Sementara Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia, saat memperoleh gelar doktor kehormatan (Honoris Causa/HC) dari Universitas Padjajaran Bandung, di Bandung, Rabu (25/5/2016), juga sempat melontarkan syarat pemimpin masa depan Indonesia.
 
Di antaranya:

1. Wajib Menguasai wawasan kebangsaan.

2. Memiliki pemahaman terhadap masalah lingkungan. Tidak boleh ada pulau-pulau diperjualbelikan karena itu adalah simbol kedaulatan bangsa.

Sedangkan Presiden ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie, saat memberikan “closing statement” di acara ‘Uji Publik Calon Presiden (Capres) di Jakarta, Rabu (26/3/2014), juga menyampaikan syarat pemimpin Indonesia ke depan. 

Di antaranya adalah:

1. Pemimpin muda berusia 40 – 60 tahun.

2. Memiliki rekam jejak (track record) yang jelas.

3. Memiliki performa atau kualitas diri yang baik (good performance).

4. Mampu mewujudkan generasi penerus yang lebih baik dari generasi sebelumnya.

Sementara beberapa tahun sebelumnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsudin pernah mengungkapkan tujuh kriteria kepemimpinan yang dapat menyelamatkan bangsa dari krisis. Hal itu diungkapkan Din usai penutupan Tanwir Muhammadiyah 2012 di Hotel Horison, Bandung, Minggu (24/6/2012).

 Di antaranya:

1. Visioner atau memiliki visi bersama bukan pribadi maupun partai.

2. Nasionalis-humanis yang berarti berkomitmen kebangsaan yang kuat dan kemanusiaan yang luhur.

3. “Solidarity marker” atau memiliki kemampuan membangun solidaritas bangsa yang majemuk.

4. “Risk taker” yaitu orang yang berani mengambil risiko.

5. “Decisive” atau seseorang yang bisa mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan tegas.

6. “Problem solver” yang berarti kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan menggerakan sumberdaya.

7. “Morally committeed” yakni memiliki integritas moral yang tinggi sehingga tidak menyalahgunakan kekuasan dan tidak korup.

(Firtra Ratory dari berbagai Sumber)