Mengenal Jenis-Jenis Kucing Persia dan Perawatannya


Kucing Persia. Kucing persia merupakan salah satu jenis kucing yang banyak dijadikan sebagai hewan peliharaan oleh para pecinta hewan. Selain sifatnya yang manja, kucing persia memiliki bentuk tubuh yang gemuk, wajah yang tampak bulat, hidung pesek dan bulu yang panjang menjadikan kucing persia terlihat sangat lucu seperti boneka. Tidak heran, banyak yang menyukai kucing persia meskipun perawatannya cukup mahal.

Namun, saat ini banyak pengembakbiak kucing yang mengawinkan kucing persia dengan kucing jenis lainnya. Sehingga banyak bentuk kucing persia yang berbeda dengan bentuk umumnya. Seperti hidungnya yang lebih mancung, tubuh yang lebih ramping dari jenis kucing persia pada umumnya atau warna bulu yang berbeda.
Di Indonesia sendiri diketahui ada 4 jenis kucing persia yang popular dikalangan para pecinta kucing. Mau tahu apa saja jenisnya? Berikut penjelasannya :

1. Kucing Persia Himalayan

Kucing persia Himalayan adalah jenis kucing persia yang paling mudah dikenali diantara jenis kucing persia lainnya. Hal ini karena kucing Himalayan memiliki warna bulu hitam hanya terdapat di bagian hidung, telinga, ujung-ujung kaki dan ekornya sedangkan bagian lainnya berwarna putih. Jenis pola warna ini juga dikenal dengan sebutan colorpoint. Kucing Himalayan merupakan hasil perkawinan silang antara ras Persia dengan ras Siamse.

2. Kucing Persia Peaknose

Memiliki hidung yang pesek menjadi ciri khusus yang dimiliki jenis kucing persia Peaknose. Jenis kucing ini adalah jenis kucing persia yang paling disukai di kalangan para pecinta hewan. Kucing persia Peaknose sering diikutsertakan dalam kontes-kontes tinggi dan memiliki tingkat kepopularitasan yang tinggi dibandingkan jenis kucing lainnya.

3. Kucing Persia Medium

Kucing persia Medium memiliki hidung yang tidak terlalu pesek tapi juga tidak mancung. Biasanya, kucing persia jenis medium memiliki short hair atau bulu yang tidak terlalu panjang. Jenis kucing ini juga paling disukai oleh para pecinta kucing yang menggemari kucing berwajah oriental, karena bentuk wajah kucing pada umumnya masih terlihat di bentuk wajah kucing persia jenis ini.

4. Kucing Persia Flatnose

Kucing persia Flatnose mendapatkan namanya dari bentuk hidungnya yang pesek. Yang membuat kucing ini sangat digemari karena bentuk tubuhnya yang gemuk, pipinya yang tembem tetapi memiliki hidung yang pesek sehingga terlihat seperti boneka. Banyak yang masih bingung apa perbedaan kucing persia Flatnose dengan kucing persia Peaknose. Walaupun sama-sama memiliki bentuk hidung yang pesek, tetapi kucing persia Flatnose masih memiliki moncong hidung yang tampak dibandingkan kucing persia Peaknose yang sangat menggemaskan dengan hidung yang sangat pesek.

Tips Merawat Kucing Persia

Merawat kucing persia memang harus memiliki perhatian yang khusus. Karena kalau sampai mendapatkan perawatan yang tidak tepat bisa mempengaruhi kesehatan kucing dan memperpendek usia kucing. Diketahui jenis kucing persia mampu bertahan hidup 10 hingga 15 tahun. Bahkan, dengan perawatan yang tepat, kucing persia mampu hidup sampai 20 tahun.
Lalu, apakah anda sudah merawat kucing persia anda dengan baik dan benar? Simak beberapa tips berikut ini untuk mengetahui cara merawat kucing persia yang baik dan benar.

1. Sisir/sikat bulu kucing setiap hari

Kucing persia adalah jenis kucing yang memiliki bulu panjang. Upayakan untuk rutin menyisir atau menyikat bulu si kucing paling tidak dua kali dalam satu hari. Gunakan sisir khusus untuk kucing yang terbuat dari logam dengan rongga yang jarang. Kucing memiliki kemampuan terbatas dalam merawat bulunya sendiri. Bulu yang kusut atau tidak terawat bisa menggumpal dan mengeriting dan hal tersebut bisa membuat mereka tidak nyaman dan stres. Dengan rutin menyisirnya akan membuat bulu kucing tidak kusut dan tampak bersih berkilau.

2. Bersihkan saluran air mata kucing

Beberapa kucing persia memiliki masalah pada saluran air matanya sehingga akan sering mengeluarkan kotoran. Gunakan tisu yang dibasahi air hangat atau beli tisu khusus untuk area mata kucing, bersihkan apabila terlihat ada kotoran pada matanya. Jangan sampai kotorannya mengering, karena akan semakin sulit dibersihkan dan membuat kucing kesakitan saat dibersihkan.

3. Seka bulu kucing dengan tisu bayi

Tisu bayi aman digunakan sebagai pembersih bulu kucing karena memiliki formula yang lembut dan tidak membuat kucing alergi. Seka bulu kucing setiap hari menggunakan tisu bayi ini agar bulu kucing persia anda terjaga kewangiannya.

4. Berikan makanan yang bernutrisi

Tidak dipungkiri makanan utama yang disukai kucing adalah ikan. Ada banyak jenis ikan kalengan yang dijual di toko-toko hewan. Pilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan kucing persia anda, misalkan untuk mengatasi bulu yang rontok atau menggemukkan badan. Ada juga jenis makanan kering yang bisa dijadikan makanan utama si kucing. Semua makanan kucing tergantung dengan kebutuhan kucing anda. Jadi, perhatikan kebutuhan kucing anda dan berikan asupan makanan yang sesuai agar kucing anda berenergi, selalu dalam keadaan prima dan memiliki bulu lembut berkilau. Anda juga bisa berkonsultasi dengan ahlinya seputar makanan yang sesuai dengan kondisi kucing kesayangan anda. Jangan lupa berikan juga vitamin pada kucing anda agar terjaga kesehatannya.

5. Ajak kucing berjemur

Tidak hanya manusia, ternyata kucing juga suka berjemur. Jika memungkinkan sediakan ruang kosong di dekat jendela rumah anda agar kucing bisa tidur berjemur disana. Panas matahari pagi ternyata baik juga untuk kesehatan kucing anda.

6. Mandikan kucing secara teratur

Jenis kucing persia adalah kucing yang sangat membutuhkan mandi. Kebiasaan kucing persia yang aktif suka bermain di kolong-kolong rumah anda bisa membuat kotoran menempel pada bulunya. Kucing persia yang jarang dimandikan akan menyebabkan kotoran menimbun di bulu-bulunya. Hal ini bisa menyebabkan kucing mengalami penyakit jamur dan penyakit lainnya. Lalu, apakah kucing mandi dua kali sehari seperti manusia? Sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter hewan untuk jadwal pemandian kucing anda yang benar sesuai dengan kebutuhan kucing. Yang penting adalah anda harus memandikan kucing anda agar kucing kesayangan anda terjaga kebersihannya.

7. Rutin bersihkan telinganya

Bagian telinga kucing juga perlu anda perhatikan. Kucing tidak dapat membersihkan telinganya sendiri, oleh karena itu anda harus rutin membersihkan telinga bagian luar dan dalam pada kucing. Anda dapat menggunakan penyeka khusus pembersih telinga atau tisu basah untuk mengambil kotoran-kotoran di telinganya agar tidak menumpuk dan menutupi lubang telinga.

8. Bersihkan juga lubang hidungnya

Bagi anda yang memelihara kucing persia jenis Peaknose harus beri perhatian ekstra disekitar permasalahan hidung dibandingkan kucing persia Flatnose atau Medium. Jenis kucing Peaknose sering mengalami gangguan pada sistem pernafasan mereka, bahkan kadang mereka harus bernafas melalui mulutnya karena ada penghalang yang membuat udara tidak bisa masuk melalui hidungnya. Anda bisa menggunakan cotton bud atau tisu hangat untuk membersihkannya agar terhindar dari infeksi sinus atau virus influenza yang dapat menyerang sistem pernafasan kucing.

9. Jaga kebersihan kandang

Tempat tinggal yang nyaman juga akan mempengaruhi kesehatan kucing anda. Rutin membersihkan kandang kucing sehingga kucing dapat beristirahat dengan nyaman dan terhindar dari stres.

10. Kucing persia terkenal mudah mengalami penyakit ginjal

Tentunya anda tidak ingin kucing kesayangan anda jatuh sakit, ‘kan? Sekitar 30% sampai 40% kucing jenis persia bisa terserang penyakit ginjal polikistik. Jenis penyakit ini biasa disebut PKD dan umum dialami kucing mulai usia 3 sampai 10 tahun. Gejala-gejala yang muncul biasanya seperti depresi, menolak berbagai macam perawatan yang diberikan hingga penuruan berat badan yang drastis. Hingga saat ini belum ditemukan obat yang bisa menangani penyakit ini, sehingga anda harus benar-benar menjaga kebersihan dan kesehatan kucing anda.

11. Jangan memberi makan berlebihan

Memberi makan kucing persia terus menerus juga tidak baik bagi kesehatannya. Kucing persia memiliki sifat perut yang sensitif. Pemberian makan yang berlebihan bisa membuat kucing diare atau muntah. Hal ini juga bisa berdampak pada penurunan berat badan yang drastis apabila diberi makanan yang tidak sesuai secara terus menerus.

12. Sempatkan waktu anda untuk mengajaknya bermain

Luangkan waktu anda untuk mengajaknya bermain. Berikan mainan kesukaannya. Hal ini memicu kucing kesayangan anda agar tetap aktif, tidak merasa bosan dan kesepian.

13.  Sayangi kucing anda

Seperti manusia, kucing juga bisa mengalami depresi atau stres. Berikan kasih sayang anda pada kucing anda. Jangan membentak atau memarahinya. Percaya atau tidak, kucing bisa merasakan apabila anda marahi atau bentak. Dan hal tersebut bisa membuat kucing anda stres.

Cara Membuat Makanan Kucing Persia Sendiri

Umumnya anda memang lebih memilih langkah parktis dengan membeli merk makan kucing yang ada di supermarket, tetapi dokter hewan menjelaskan juga bahwa hewan lebih baik membuat makanan kucing sendiri dengan bahan segar apabila anda mempunyai waktu yang cukup untuk merawat kucing anda.
Terkadang jenis makanan kucing yang ada dipasaran tidak sesuai dengan kucing anda. Makanan tersebut malah membuat kucing anda sakit atau mencret. Alasan lain untuk membuat makanan kucing sendiri mungkin saja dapat didasari karena anda adalah tipe orang yang ulet atau anda berpikir untuk memberikan makanan yang paling baik untuk kucing anda serta tidak ingin menggunakan merk murah yang tidak berkualitas bagus. 
Dibawah ini adalah cara membuat makanan kucing sendiri di rumah : 
Bahan : 
  • 2 cangkir ayam tanpa tulang 
  • nasi 1 cangkir kecil 
  • kentang 1/4 cangkir 
  • kacang polong 1/4 cangkir 
  • kaldu ayam
Cara pembuatan :
  1. Rebus ayam tanpa tulang tersebut dengan suhu yang sedang
  2. Setelah matang, anda dapat memotongnya dengan ukuran potongan kecil-kecil
  3. Campur semua bahan yang telah disiapkan dengan diblender sampai halus
  4. Setelah suhunya turun, sajikan makanan tersebut kepada kucing anda
Pada awalnya kemungkinan kucing anda masih tidak mau memakannya. Tetapi tenang saja, anda hanya perlu menunggu masa transisi perubahan makanan dari kucing anda.
Demikian penjelasan mengenai jenis-jenis kucing persia yang popular di Indonesia dengan tips-tips perawatannya. Dengan perawatan yang benar dan sesuai, kucing persia kesayangan anda akan terjaga kesehatannya dan mampu hidup lebih lama. Semoga bermanfaat bagi anda para pecinta kucing.