Mabes Polri: Pelaku Bom Kampung Melayu Diduga Jaringan ISIS

Markas Besar Polri menyatakan serangan bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta, diduga dilakukan oleh kelompok teror ISIS.

“Memang ada peristiwa peledakan yang kami duga adalah low explosive. Kami duga pelakunya adalah dari jaringan ISIS,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Komisaris Besar Martinus Sitompul, Kamis (25/5).

Dalam wawancara dengan CNN Indonesia Breaking News, Martinus menjelaskan dugaan polisi berawal dari pola serangan yang hampir sama dengan beberapa peristiwa lain di dunia.

Martinus secara spesifik menyebut serangan di Filipina dan Inggris yang “juga dari kelompok mereka.”

Dia juga mengatakan, penyelidikan hingga saat ini masih berlangsung, walaupun garis polisi sudah dibuka agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan.

Olah tempat kejadian perkara sendiri sudah berakhir pada 5.00 WIB.

“Saat ini kami sedang periksa rekaman CCTV dari Dinas Perhubungan,” kata Martinus.

Diwawancara terpisah sebelumnya, pemerhati terorisme sekaligus pemilik situs Arrahmah.com, Muhammad Jibriel Abdul Rahman, juga mengatakan ciri-ciri serangan di Kampung Melayu menunjukkan aksi itu dilakukan oleh kelompok teror ISIS yang sedang melancarkan operasi global.

“Ini worldwide war (perang global). Pemanasannya kemarin di Manchester, sekarang di sini, untuk menyambut Bulan Ramadan,” kata Jibriel saat berbincang dengan CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon, tak lama setelah kejadian.

Dia mengakui, analisis ini memang dibuat dalam waktu yang singkat. Namun, serangan yang tampak serampangan bisa membuatnya yakin pelaku berada di bawah pengaruh ISIS.

Alasannya, Al-Qaidah sudah tidak lagi melakukan serangan-serangan bom bunuh diri.

“Di Kampung Melayu tadi, tidak ada kelompok lain yang melakukan bom bunuh diri serampangan seperti itu selain ISIS,” ujarnya.

cnn