Madrid dan Munchen Gagal Patahkan Rekor Buruk

Ngelmu.com, Depok – Matchday
kedua Liga Champions 2016/17 dini hari tadi baru saja usai. Cerita pun
terangkat ke permukaan ketika dua kekuatan Eropa harus tertahan dan takluk
dengan para rival-rival mereka.
Dua raksasa itu adalah, Real Madrid dan Bayern Munchen.
Madrid dan Munchen harus menyelesaikan pertandingan kedua di Group Liga
Champions musim ini dengan hasil tidak memuaskan. Yang membuat hal ini menarik,
bahwa dua mantan juara Liga Champions ini gagal memutus rekor buruk dengan
lawan mereka itu.
Madrid yang notabene adalah jagoan dari Spanyol harus kembali
gagal mengalahkan ‘juara nomor dua’ Liga Jerman, Borussia Dortmund dengan skor
2-2. Kenapa Dortmund saya sebut ‘juara nomor dua’? Bukan tanpa alasan, memang
jika melihat realita yang ada, Dortmund selalu menjadi yang nomor dua
dibelakang Bayern Munchen.
Sedangkan Bayern Munchen yang merupakan ‘juara abadi’ Liga
Jerman, harus kembali takluk dua kali dengan skor sama 1-0 dalam dua tahun
terakhir ini oleh Altetico Madrid yang merupakan rival sekota El Real.  
Gagal Putus Rekor Buruk
Hasil imbang tiga kali berturut-turut Real Madrid musim ini
menimbulkan berbagai pertanyaan dari berbagai penjuru kepada skuat asuhan
Zinedine Zidane. Terakhir, mereka harus kembali gagal mengalahkan wakil Jerman,
Borussia Dortmund. Madrid harus puas berbagi angka 2-2 setelah sebelumnya
sempat unggul dua kali.
Akan tetapi dua kali pula Dortmund berhasil mengoyak gawang
Keylor Navas melalui Pierre Emerick Aubameyang dan Andre Schurle. Dari penguasaan
bola pun, Madrid harus kalah jauh dari tim tuan rumah dengan 63 persen berbanding
37 persen milik Madrid seperti yang dilansir Soccerway.
Hasil imbang ini adalah lanjutan tren negatif Madrid musim
ini jika bertemu klub yang menggunakan kostum warna kuning. Sebelumnya Madrid
ditahan imbang Villareall dan Las Palmas di ajang La Liga yang ciri khas dengan
warna kuningnya.
Sebelumnya
– Zidane pun nampak optimis menyambut pertandingan ini dan cukup optimis
Real Madrid akan mampu keluar sebagai pemenang. Meski begitu , Zidane rupanya
enggan meremehkan kekuatan Dortmund dan justru memuji kekuatan lawannya yang
bisa saja tampil mengejutkan di laga ini.
“Kami
menunjukkan performa yang bagus ke manapun kami pergi. Kami selalu bermain
untuk meraih kemenangan dan itu tidak akan berubah. Kami tahu kami akan bermain
melawan tim yang kuat dan di mana kami akan bermain, namun kami Madrid. Kami
selalu bermain untuk menang,” tutur Zidane pada laman resmi klub.
“Saya tidak akan
mengubah sistem bermain kami. Saya tidak akan memikirkan apa yang terjadi di
pertandingan yang sama di masa lalu. Setiap pertandingan berbeda dan ini akan
jadi laga yang sulit, seperti biasanya. Kami akan coba menerapkan permainan
kami. Dan semoga kami bisa menunjukkan pertandingan yang bagus.”
“Borusia adalah
tim yang bagus. Mereka tim yang masih muda, dengan beberapa perubahan, namun
pendekatan mereka tetap sama. Kami ingin memainkan sepakbola yang bagus dan
itulah yang akan kami lakukan.” pungkasnya
Komentar Zidane diatas seakan memang terdengar sangat
realistis, dengan tidak menganggap remeh Dortmund. Benar saja komentar Zidane
itu terbukti benar, Dortmund kembali menjadi mimpi buruk “Los Blancos”, setelah pada tahun 2013 lalu, Real Madrid juga kandas
ditangan Dortmund malahan dengan skor mencolok 4-1 di Signal Iduna Park. Dengan
hasil imbang ini, Dortmund memang benar bukan lawan yang mudah untuk Madrid.
m.aktualpost.com
Sedangkan tren negatif juga gagal dipecahkan oleh Bayern
Munchen. Munchen yang pada babak group Liga Champions musim ini berada satu
group dengan Atletico Madrid, yang tak lain dan tak bukan adalah aktor utama penghancur
mimpi Munchen untuk melaju ke final musimlalu. Atleti yang mengalahkan Munchen
1-0 musim lalu di Stadion Vicente Calderon, kembali mengulang hasil yang sama
dan dengan lawan yang sama, hanya babak yang membedakan hasil itu.
Namun memang masih akan ada pertemuan selanjutnya di Allianz
Arena kandang Bayern Munchen. Tapi,
untuk sekarang ini, Atletico dan
Simeone boleh saja berbangga. Selain memperpanjang rekor baiknya ketika
berhadapan dengan Ancelotti, yang sudah tercipta ketika Don Carlo masih menangani El Real,
Atletico berhasil mematahkan rekor kemenangan beruntun Bayern München dalam
segala kompetisi pada awal musim 2016/2017.
Dengan hasil dari
kedua tim raksasa ini pun semakin menggambarkan peta kekuatan di tiap-tiap
group semakin merata. Tidak lagi di dominasi oleh satu klub atau beberapa klub
besar saja. Kita lihat juga hasil yang diraih Leicester City yang berhasil
mengemas dua kemenangan di fase group. The
Foxes
yang merupakan debutan di ajang Liga Champions, memang musim ini menarik
banyak perhatian khalayak, setelah penampilan luar biasa mereka musim lalu
sehingga berhasil keluar sebagai juara di Liga Premier.