Inilah Penyebab Mahfudz Sidik dan Taufik Ridlo Batal Hadir Dukung Fahri Hamzah Di Persidangan

Penasehat hukum Fahri Hamzah dan Majelis Hakim di PN Jakarta Selatan, Rabu 31 Agustus 2016 (Foto Sugeng Susilo)

Ngelmu.com 31/8, Jakarta – Dua kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Sidik (Anggota Komisi I DPR) dan Taufik Ridlo (beberapa waktu lalu mundur dari jabatan Sekjen PKS) batal hadir membela koleganya Fahri Hamzah (FH) di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 31 Agustus 2016.

Di dalam persidangan hanya berlangsung lima menit itu, salah satu penasehat hukum FH, Jamil Burhanudin mengatakan bahwa keterangan dari kedua saksi (Mahfudz Sidik dan Taufik Ridlo) sudah tidak diperlukan lagi.

“Keterangan kedua saksi sudah tidak dibutuhkan lagi,” kata Jamil yang saat itu mengenakan batik kepada majelis hakim.

Padahal pada sidang sebelumnya, mereka bersikukuh mengagendakan persidangan hari ini untuk menguatkan posisi FH dengan mendatangkan dua saksi fakta tersebut.

Sebelumnya dua saksi fakta telah hadir dalam sidang pekan lalu, yaitu Yadi Suryadi dan Dwi Lestari.

Majelis hakim juga menolak menunda persidangan selama dua pekan sesuai permintaan penasehat hukum Fahri Hamzah. Sidang selanjutnya dijadwalkan pekan depan Rabu & September 2016 untuk menghadirkan saksi ahli.

Sementara di luar persidangan Ketua Wilayah Dakwah Nusa Tenggara dan Bali (Wilda Nusa Bali) DPP PKS, Sugeng Susilo merespon positif ketidakhadiran dua kader PKS untuk bersaksi mendukung Fahri Hamzah.

“Ketidakhadiran dua orang saksi fakta dari penggugat, menurut saya adalah preseden bagus. Kedua saksi itu masih punya hati nurani untuk tidak membantu pihak yg sedang melawan partai,” kata Sugeng Susilo.

Selaku ketua Wilayah Dakwah, Sugeng juga meminta saudara Fahri utk mencabut gugatan dan meminta maaf kepada pimpinan PKS. Sugeng juga menegaskan struktur dan kader Nusa Bali solid mendukung sikap dan langkah-langkah struktur pusat.

“Jadi FH mbok ya berpikir jernih dan lebih menghargai persaudaraan di antara kita yang sudah terjalin lama. Mahal lho persaudaraan itu. Lebih mahal dari jabatan dan uang anda,” pungkas Sugeng.

(Ed)