Makin Seru! Presenter Farhan Datangi PDIP Daftar Bakal Cawalkot Bandung

Ngelmu.id – Presenter M. Farhan memantapkan diri untuk menjadi bakal calon wali kota (cawalkot) Bandung periode 2018 – 2023. Guna bertarung dalam Pilwalkot 2018, Farhan telah resmi mendaftar dalam penjaringan bakal calon dari PDIP.

Kehadiran Farhan disambut masyarakat sekitar dan juga kesenian perkusi.

Didampingi kader PDIP yang juga sesama rekan artis Nico Siahaan, Farhan yang hadir mengenakan kemeja putih dengan peci hitam ini disambut ketua badan pemenangan pemilu DPC PDIP Kota Bandung Paul Harol.

Farhan sebenarnya sudah mendaftar pada Jumat (2/6) pekan lalu ke DPC PDIP Kota Bandung. Hari ini dia mengembalikan formulir tersebut ke kantor DPC PDIP di Jalan Terusan Martanegara, Kota Bandung, Jabar, Selasa (6/6/2017).

Farhan menuturkan, alasan maju Pilwalkot melalui Partai PDIP ini lantaran panggilan jiwa. Apalagi, ia menilai PDIP merupakan salah satu partai yang konsisten memperjuangkan ideologi bangsa Indonesia yakni Pancasila.

“Dari pertama kali lahir sampai terjadi reformasi, PDIP tetap konsisten terhadap ideologi kebangsaan dan perjuangannya tidak pernah berhenti. Ini sesuai dengan jiwa saya,” ujar Farhan.

Selain Farhan, dalam Pilwalkot 2018 ini ada sejumlah nama lain yang merupakan Kader Partai PDIP yang telah mendaftar seperti Ayi Vivananda, Gatot Tjahyono, hingga Aris Supriatna. Farhan mengaku tak gentar menghadapi bakal calon lainnya itu.

“Saya melihatnya ini begitu hebat. Ini saya jadikan untuk berkolaborasi bukan kompetisi. Karena untuk kebaikan, ya harus berkolaborasi,” tuturnya.

Ia mengaku tak mempermasalahkan apabila tidak terpilih dalam proses penjaringan ini. “Kalau tidak terpilih (penjaringan) atau terpilih (penjaringan) tetapi tidak dipilih warga, saya enggak akan berhenti bekerja, saya akan tetap bekerja untuk Bandung,” ujar Farhan.

Sementara itu, Paul Harol mengatakan, pihaknya sudah menerima formulir pendaftaran dari Farhan. Untuk proses selanjutnya, sambung Harol, bakal dilakukan verifikasi administrasi sebelum diserahkan ke DPD PDIP Jabar.

“Nanti di DPD dilakukan survei dan hasilnya diserahkan ke DPP. Yang menentukan itu nanti DPP,” kata Harol.

Berdasarkan pengecekan sementara berkas yang diserahkan Farhan, menurut Harol berkas tersebut belum sepenuhnya komplet. Menurut dia, masih ada dokumen berupa ijazah SMP yang belum disertakan.

“Nah untuk kekurangannya kita tunggu sampai pukul 18.00 hari ini. Apabila tidak melengkapi, dinyatakan gugur,” ucap Harol.