Manchester United Kembali Ke Habitat Kemenangan

Ngelmu.com, Depok – Kandang Manchester United kembali bergemuruh dini hari tadi. United berhasil meraih kemenangan perdana di ajang Liga Europa, setelah mengandaskan wakil Ukraina, Zorya Luhansk dengan skor tipis 1-0. Gol yang dilesatkan oleh sang bomber 34 tahun, Zlatan Ibrahimovic.

Kemenangan tiga kali beruntun ini, sekaligus menegaskan jika pasukan Jose Mourinho itu sudah bangkit dari keterpurukan mereka, yang sebelumnya harus menerima hasil 100 derajat berbalik, ketika kalah tiga kali beruntun yang salah satunya terjadi di ajang Liga Europa menghadapi Feyenord Rotterdam.

Tantangan Mourinho Kepada Publik

Mourinho pun sebelumnya di konferensi pers sebelum melawan Zorya, juga menantang publik khsusunya para pelaku media, tentang kabar berita apa yang akan di sajikan, ketika United berhasil memenangkan tiga pertandingan berturut-turut.

“Jika kami mampu memenangkan pertandingan nanti, kami akan memenangkan tiga pertandingan dalam satu pekan.” “Jadi jika kami memang melakukannya, saya akan menanti bagaimana reaksi anda semua (media), apakah kalian akan menyajika berita bagus, seperti halnya ketika kami kalah 3 kali berutut-turut dalam satu pekan. Namun untuk menantikan itu, kami harus bisa menang malam nanti,” ujar Mourinho di situs resmi klub.

Dan hasilnya United memang berhasil menang atas Zorya meski dengan skor tipis. Kemenangan ini tentunya sakan membungkam pendapat-pendapat miring tentang siapa-siapa saja yang meragukan kapabilitas strategi Mou dan skuat mewah yang ia miliki di Manchester United (MU).

Akan tetapi memang jika melihat berita yang diberitakan oleh media massa terkait kekalahan beruntun yang diterima United pada saat itu bukan tanpa dasar. Jika diperhatikan, sebenarnya permainan United mulai terlihat goyah pada saat menghadapi Hull City.

Meski berhasil meraih kemenangan, tetapi kemenangan itu tidak mereka capai dengan mudah. Gol yang dicetak Marcus Rashford baru tercipta di menit-menit g akhir. Tim sekelas dan semewah United tentunya sangat wajar jika dipertanyakan, ketika harus bersusah payah melawan tim yang jelas kekuatannya dibawah mereka.

Dan setelah laga itu, benar saja United seakan tidak bisa berbuat apa-apa ketika berhadapan dengan Manchester City dalam laga bertajuk derby Manchcester. Kekecewaan United pun terus berlanjut di ajang Liga Europa dan Liga Premier ketika tumbang 1-0 dan 3-1 oleh Feyenoord dan Watford.

Namun kini United telah bangkit dengan membalas kritikan dengan sanjungan dengan kemenangan tiga kali beruntun mereka menghadapi, Northampton 3-1, Leicester City 4-1, dan terakhir Zorya Luhansk yang harus merasakan kemarahan Ibra dan kawan-kawan dengan skor 1-0.

Performa positif United ini seakan ingin terus di lanjutkan ketika berhadapan dengan Stoke City di lanjutan Liga Premier, Minggu (2/10).

  

(Sumber gambar: Socerway)

Tentu kemenanan yang sangat penting untuk pasukan Mourinho, hal ini tentu demi menambah kepercayaan diri di dalam tim. Hal itupun yang ia utarakan sesaat usai mengalahkan Zorya.

“Ya itu pertandingan sulit. Kami memiliki banyak peluang di babak pertama, kami jelas bisa mencetak gol dan memiliki peluang untuk tampil bereda, tapi kami tidak. Sepanjang waktu mereka (Zorya) tetap tampil sangat terorganisir dengan cara menumpuk para pemain di lini belakang.  Bahaya dari mereka seakan tidak ada, akan tetapi mereka pun akan siap dengan serangan balik. Pertandingan itu sulit, tetapi kemenangan ini penting,” ungkap Mourinho di laman resmi klub.

www.thesun.co.uk

Jiwa Kepemimpinan Ibra Terhadap Pemain Muda 

Kemenangan United atas Zorya juga bukan tanpa andil seorang Ibracadabra alias Ibrahimovic. Selain yang mencetak gol tunggal atas Zorya, Ibra juga berperan sebagai pengayom para pemain muda yang dimiliki United. Meski bukan seorang kapten, tetapi jiwa kepemimpinan Ibra tidak bisa dipungkiri. Hal ini memang sudah diprediksi sejak awal kedatangan sang bintang ke dalam skuat Manchester United.

Memang di dalam skuat utama United terdapat sejumlah pemain muda yang seperti Marcus Rashford, Jesse Lingard, Tomothy Fonsu-Mensah, Anthony Martial, dan Paul Pogba. Khusus untuk Rashford, tentunya kedatangan Ibra berdampak besar untuk dirinya, karena memiliki posisi yang sama dengan Ibrahimovic.

Komentar juga diberikan oleh Lingard dan Mensah yang menganggap Ibra kerap memberi saran kepada mereka berdua dan rekan mereka yang masih muda. “Ia bergerak melangkah ke depan dan membimbing tim. Para pemain muda mengaguminya, dan sebagian besar dari pemain senior juga. Ketika kamu melihat apa yang telah dilakukannya di sepanjang kariernya, pasti kau akan takjub. Ia banyak membantu pemain muda, terutama aku dan Marcus Rashford. Ia selalu ada untuk kami dan selalu ada untuk tim.”

Zlatan Ibrahimovic direkrut Manchester United untuk menambal jumlah gol yang musim lalu sangat minim. Tetapi ia juga punya tugas lain di MU: menjadi “guru” bagi para pemain muda MU.

Ibrahimovic sangat menikmati peran barunya di MU. Awal yang nyaris sempurna Ia mencetak 3 gol dalam 2 pertandingan awal EPL. Sembari beraksi di lapangan, ia juga sedang membagi pengalamannya kepada para pemain muda, seperti saat ia berada di Juventus 12 tahun yang lalu.

“Pelatih memberiku banyak tanggung jawab dan saya bersedia menanggungnya. Saya hanya akan mencoba menjadi diri saya sendiri. Dan saya akan berusaha membantu pemain lainnya,” kata Ibrahimovic mengenai perannya di tim.

“Saya telah bermain dengan begitu banyak bintang. Ketika dulu saya datang sebagai pemain muda ke Juve, mereka memiliki Viera, Cannavaro, Thuram, Buffon, Del Piero, Trezeguet, Nedved, Camoranesi, Emmerson. Itu adalah tim monster!”

Kini Manchester United sudah kembali ke habitat awalnya sebagai klub besar, dengan realitas mereka sebagai raksasa Inggris dan Eropa. Kumpulan pemain terbaik dan mahal tentu wajar jika mereka terus meraih kemenangan.