40 Manfaat Istighfar Untuk Solusi Kehidupan

Ngelmu, Jakarta 3/8 – Ternyata membaca kalimat istighfar lalu
meresapinya serta merefleksikannya dalam keseharian bisa memberikan
jalan keluar bagi masalah yang kita hadapi.

Kesaksian
dari banyak orang saleh dan orang-orang yang mengamalkannya bisa menjadi
bukti dan penyemangat kita untuk juga bisa menarik manfaat dari
istighfar.

Ini dia beberapa dampak yang terjadi jika kita beritighfar dengan sungguh-sungguh:

1. Memperbanyak Harta

Allah
berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar)
kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan
mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan
anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula
didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).

2. Memiliki dan memperbanyak keturunan

Imam
Al-Hasan Al-Bashri menganjurkan istighfar (memohon ampun) kepada setiap
orang yang mengadukan kepadanya tentang kegersangan, kefakiran,
sedikitnya ketu-runan dan kekeringan kebun-kebun.

Imam
Al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shabih, bah-wasanya ia berkata: “Ada
seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan
(bumi) maka beliau berkata kepadanya, “Beristighfarlah kepada Allah!”
Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata
kepadanya, “Beristighfarlah kepada Allah!” Yang lain lagi berkata
kepadanya, “Do’akanlah (aku) kepada Allah, agar ia memberiku anak!” Maka
beliau mengatakan kepadanya, “Beristighfarlah kepada Allah!” Dan yang
lain lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau
mengatakan (pula) kepadanya, “Beristighfarlah kepa-da Allah!”

3. Menyuburkan kebun-kebun

“Maka
Ar-Rabi’ bin Shabih berkata kepadanya, ‘Banyak orang yang mengadukan
bermacam-macam (perkara) dan Anda memerintahkan mereka semua untuk
beristighfar. Maka Al-Hasan Al-Bashri menjawab, ‘Aku tidak mengata-kan
hal itu dari diriku sendiri. Tetapi sungguh Allah telah berfirman dalam
surat Nuh:

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya
Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu
dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan
untukmu ke-bun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu
sungai-sungai.” (Nuh: 10-12).

4. Menjaga ketersediaan air di sungai dari kegersangan

“Mohonlah
ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya
Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan
harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu ke-bun-kebun dan mengadakan
(pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Nuh: 10-12).

5. Menurunkan hujan

Amirul
mukminin Umar bin Khaththab juga berpegang dengan apa yang terkandung
dalam ayat-ayat ini ketika beliau memohon hujan dari Allah .

Muthrif
meriwayatkan dari Asy-Sya’bi: “Bahwasanya Umar keluar untuk memohon
hujan bersama orang ba-nyak. Dan beliau tidak lebih dari mengucapkan
istighfar (memohon ampun kepada Allah) lalu beliau pulang. Maka
seseorang bertanya kepadanya, ‘Aku tidak mendengar Anda memohon hujan’.
Maka ia menjawab, ‘Aku memohon diturunkannya hujan dengan majadih langit
yang dengannya diharapkan bakal turun air hujan. Lalu beliau membaca
ayat:

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia
adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu
dengan lebat.” (Nuh: 10-11).

6. Membuat hati Gembira dan Bahagia karena istighfar membuat Allah gembira.

Rasulullah
bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya
daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya
yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sungguh
Allah lebih bergembira dengan taubat hambaNya tatkala bertaubat
kepadaNya, daripada gembiranya salah seorang dari kalian yang bersama
tunggangannya di padang pasir tiba-tiba tunggangannya tersebut hilang,
padahal makanan dan minuman (perbekalan safarnya) berada di
tunggangannya tersebut. Ia pun telah putus asa dari tunggangannya
tersebut, lalu iapun mendatangi sebuah pohon lalu berbaring dibawah
pohon tersebut (menunggu ajal menjemputnya-pen). Tatkala ia sedang
demikian tiba-tiba tunggangannya muncul kembali dan masih ada
perbekalannya, maka iapun segera memegang tali kekang tunggangannya,
lalu ia berkata karena sangat gembiranya, “Ya Allah sesungguhnya Engkau
adalah hambaku dan aku adalah tuhanmu”

Ia salah berucap karena sangat gembiranya” (HR Muslim 2747)

7. Menghadirkan kegembiraan dari setiap kesedihannya

Rasulullah
bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan
memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi
setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada
disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

8. Memberikan kelapangan dari setiap kesempitan

Rasulullah
bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan
memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi
setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada
disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

9. Datangnya rizki dari arah yang tak disangka-sangka

Rasulullah
bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan
memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi
setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada
disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

10. Terhindar menjadi orang yang zhalim

“…Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” (QS. Al Hujurat: 11)

11. Mendapat Rahmat Allah.

Hendaklah kalian meminta ampun kepada Allah Ta’ala agar kalian mendapat rahmat(An-Naml :46).

12. Dicintai Allah

“Sesungguhnya ALlah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS AL Baqarah:222)

13. Menjadi Kekasih Allah

14. menjadi jalan seakan atau bagaikan orang yang tak berdosa.

Rasulullah
bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang
bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tak berdosa.” (HR Ibnu
Majah).

15. Terampuni dosa-dosa

Rasululullah
bersabda, “Allah telah berkata, ‘Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian
pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian
kepada-Ku. Niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang menyakini
bahwa Aku punya kemampuan untuk mengampuni dosa-dosanya, maka Aku akan
mengampuninya dan Aku tidak peduli (berapa banyak dosanya).” HR Ibnu
Majah, Tirmidzi)

16 Menjadi Obat dari Penyakit

Imam
Qatadah berkata, “Alquran telah menunjukkan penyakit dan obat kalian.
adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar
(Ihya ‘Ulumuddin 1/410)

17. Membebaskan diri dari adzab

“Dan tidaklah Allah Ta’ala akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun (Al Anfal:33)

18. Menambah Kekuatan

“Dan
(dia berkata) ‘hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb kalian lalu
bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang deras kepada
kalian, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan kalian’
(Hud:52)

19. Mendapat Ampunan Allah dan Balasan Syurga

an
juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau
menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun
terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa
selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya
itu, sedang mereka mengetahui.

Mereka itu balasannya
ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir
sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik
pahala orang-orang yang beramal. (Al Imran 135-136)

20. Mengecewakan syaitan, karena dosa yang terjadi selalu dimaafkan ALlah bagi mereka para pelaku yang mohon ampun

“Demi
kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hambaMu
selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup), maka Allah
menimpalinya; “dan demi kemuliaan dan keagunan-Ku, aku senantiasa
mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristigfar)
kepada-Ku’. (HR.Ahmad dan Al-Hakim).

21. Terbebas dari keikutsertaan syaitan dari segala aktivitas

Banyak
Berdzikir, jika kita berzikir atau menyebut nama Allah sebelum
melakukan segala sesuatu, maka setan idak dapat ikut serta dalam
aktivitas kita seperti saat makan dan minum, dari Jabir, Rasulullah ﷺ
bersabda: “ jika seseorang memasuki rumahnya lantas ia menyebut nama
Allah saat memasukinya, begitu pula saat ia makan, maka setan pun
berkata (pada teman-temannya); “Kalian tidak ada tempat untuk bermalam
dan tidak ada jatah makan,” Ketika ia memasuki rumahnya tanpa menyebut
nama Allah ketika memasukinya, setan pun mengatakan (pada
teman-temannya); “saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam. “
ketika ia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setan pun berkata;
“Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam.” (HR.Muslim
no.2018)

22. Membuat kurus syaitan

Rasulullahﷺ
bersabda: “sesungguhnya mukmin itu membuat kurus setannya sebagaimana
seseorang darimu membuat kurus untanya dalam safar.” (HR. Ahmad, hadist
Hasan)

23. Membongkar penahan datangnya rizki

Rasulullah
bersabda,” Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rizkinya karena
dosa yang dilakukannya,” (HR Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah)

24. Menjernihkan hati

Rasululah
bersabda:”Apabila mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda
hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan
beristighfar, maka bersihlah hatinya.” (HR Nasai, Ibnu Majah, Ibnu
Hibban, Tirmidzi)

25. Menjadi Orang Yang Beruntung

Allah berfirman, “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada ALlah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An Nur:31)

“Sungguh
beruntung seseorang yang mendapati pada catatan amalnya istighfar yang
banyak” (HR Ibnu Maajah no 3818, dan dishahihkan oleh syaikh Al-Albani
rahimahullah)

26. Keburukan diganti dengan kebaikan

Allah
berfirman, “kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan
mengerjakan amal saleh, maka kejahatan mereka diganti Allah dengan
kebaikan. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

27. Digolongkan sebagai orang mukmin

Rasulullah
bersabda,”Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik
dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan
membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang
tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia
mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada
Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang
Mukmin.”(HR.Ahmad).

28. Derajat terangkat di Syurga

hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sungguh,
Allah benar-benar mengangkat derajat seorang hamba-Nya yang shalih di
surga,” maka ia pun bertanya: “Wahai Rabbku, bagaimana ini bisa
terjadi?” Allah menjawab: “Berkat istighfar anakmu bagi dirimu”

29. Mengikuti kebiasaan Rasulullah

“Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari)

“Wahai
sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku
selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR.
Muslim)

30. Menjadi sebaik-baiknya Orang yang move on dari kesalahan

“Seluruh
anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang
bertaubat” (HR Ibnu Maajah no 4241, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani) 

31. Menghapus dosa yang dilakukan siang malam

Dalam hadits qudsi, Allah berfirman,

“Wahai
hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian berdosa siang dan malam, dan Aku
maha mengampuni dosa, maka mintalah ampunan kepadaKu niscaya Aku akan
mengampuni kalian” (HR Muslim)

32. Mengikuti Tujuan diciptakannya manusia untuk berdosa, agar mereka beristighfar, bertaubat dan menjadi mulia

Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa memang diantara tujuan
penciptaan manusia adalah Allah menjadikan mereka makhluk yg pasti
berdosa agar mereka bertaubat, beliau berkata:

“Demi
Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, kalau kalian tidak berdosa maka
Allah akan menjadikan kalian sirna, lalu Allah akan mendatangkan suatu
kaum yg mereka berdosa lalu mereka bertaubat kepada Allah lalu Allah
mengampuni mereka” (HR Muslim no 7141)

33. Mendapat bantuan do’a dari para malaikat yang mulia

(Malaikat-malaikat)
yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih
memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun
bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami,
rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan
kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan
peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,

34. Digantinya dosa-dosa besar dengan kebaikan saat dipaparkan di hari kiamat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya
aku mengetahui penduduk surga yang paling terakhir masuk surga dan
penduduk neraka yang paling terakhir keluar dari neraka. Seorang lelaki
yang dihadirkan pada hari kiamat, maka dikatakan : “Paparkanlah
kepadanya dosa-dosa kecilnya dan angkatlah (sembunyikanlah dulu)
dosa-dosa besarnya !”. Maka dipaparkanlah kepadanya dosa-dosa kecilnya,
maka dikatakan, “Engkau telah melakukan pada hari itu demikian dan
demikian, dan pada hari itu demikian dan demikian”. Maka ia berkata,
“Benar”, ia tidak mampu mengelak, sementara ia khawatir jika
dibentangkan kepadanya dosa-dosa besarnya. Maka dikatakan kepadanya,
“Sesungguhnya bagi engkau setiap keburukan yang kau lakukan digantikan
posisinya dengan kebaikan”. Maka ia berkata, “Wahai Robku, sungguh aku
telah melakukan dosa-dosa yang lain (yaitu dosa-dosa besar-pen) akan
tetapi saya tidak melihatnya dipaparkan kepadaku di sini”. (HR Muslim no
190). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa hingga nampak gigi
beliau tatkala meriwayatkan hadits ini.

35. Menjadi Sebab untuk bisa masuk Syurga

“Hai
orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat
nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan
menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak
menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya
mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka
mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan
ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS
At-Tahriim : 8)

36. Menjadi orang yang tidak berputus asa

Allah
berfirman, “Duhai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri
mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya.” (az-Zumar : 53).

37. Mereguk kasih sayang Allah atas berbagai kesalahan dan dosa

“Duhai
anak adam, selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku akan
mengampunimu sebanyak apapun dosamu dan Aku tidak peduli. Duhai anak
adam, kalau toh dosa-dosamu setinggi langit kemudia kamu memohon ampunan
kepada-Ku, Aku akan mengampunimu dan aku tidak peduli. Duhai anak adam,
jika engkau mendatangiku dengan membawa dosa sepenuh bumi, kemudian
engkau bersua dengan-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu
apapun maka Aku pasti akan mendatangimu dengan membawa ampunan sepenuh
bumi juga.” (HR. at-Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani).

38. Meraih kasih sayang Allah untuk dosa yang terulang

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang diceritakan dari Rabbnya ‘azza wa jalla,

Ada
seorang hamba yang berbuat dosa lalu dia mengatakan ‘Allahummagfirliy
dzanbiy’ [Ya Allah, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku
telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang
mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah
mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat
dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb,
ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa,
lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan
menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya),
kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia
mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku].
Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui
bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap
perbuatan dosa. Beramallah sesukamu, sungguh engkau telah diampuni.”(
HR. Muslim no. 2758). An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan bahwa yang
dimaksudkan dengan ‘beramallah sesukamu’ adalah selama engkau berbuat
dosa lalu bertaubat, maka Allah akan mengampunimu.

An
Nawawi mengatakan, ”Seandainya seseorang berulang kali melakukan dosa
hingga 100 kali, 1000 kali atau lebih, lalu ia bertaubat setiap kali
berbuat dosa, maka pasti Allah akan menerima taubatnya setiap kali ia
bertaubat, dosa-dosanya pun akan gugur. Seandainya ia bertaubat dengan
sekali taubat saja setelah ia melakukan semua dosa tadi, taubatnya pun
sah.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17/75)

39. Membuat nikmat datang terus menerus

“Dan
hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepadaNya.
(jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi
kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang
telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang
mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka
sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat.” (Hud: 3).

40. Selamat dari siksa Neraka

Hudzaifah
pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap
keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku
masuk neraka. Rasulullah bersabda, Dimana posisimu terhadap istighfar?
Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus
kali dalam sehari semalam.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan
dishahihkannya).