Mari Pulang, Cinta

Oleh Darlim Tampubolon

Mentari di ufuk makin membumi.
Menggeser waktu yang tak pernah kembali.
Penat perjalanan tak akan terganti.
Kecuali dengan peraduan yang telah kusiapi.

Merindumu, Cinta.
Membinar-binarkan mata,
Merona-ronakan wajah.
Mengulum-ngulumkan senyum,
Mengecap decap rasa.

Mari pulang, Cinta.
Melangkahlah bangga, mengiringi seri.
Lesakkanlah bahagia, menghindari duri.

Segera kusambut bak pahlawan sejati.
Menunggui di depan pondok nan lestari.

Mari pulang, Cinta.
Menanti mata teduh, melengkapi pesona senyum.
Menikmati cengkrama hangat dalam nasehat bijak.

Ku perlu bahu lenganmu, tuk menopang rapuh jiwaku.
Ku nanti bidang dadamu, tuk labuhkan keluh kesahku.

Mari pulang, Cinta.
Di sini. Di pondok kita.
Tempat pertemuan tangis dan tawa.
Membersamai anak-anak tercinta.

—————————————
@DT, Pagi menelusuri Ibukota, 18/10/16