Masih Ingat Kasus Pembacokan Hermansyah? Ini Kata Kejati DKI

Ngelmu.id – Sudah beberapa bulan tidak terdengar berita kelanjutan proses pada kasus pembacokan ahli IT dari ITB, Hermansyah. Ternyata berkas acara prmeriksaan dari Penyidik, Kepolisian, ditolak oleh Kejati.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menolak berkas acara pemeriksaan (BAP) lima tersangka pembacokan terhadap pakar IT Hermansyah dari penyidik Polda Metro Jaya. Kasipenkum Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi, mengatakan, BAP Laurens Paliyaman, Edwin Hitipeuw, Erik, Richard, dan Domingus ditolak karena BAP tersebut dinyatakan belum lengkap. Alat bukti yang diajukan penyidik belum lengkap.

“Intinya mesti dicari lagi alat bukti untuk menguatkan pembuktian unsur sesuai pasal yang disangkakan,” katanya saat dihubungi Republika Sabtu (7/10).

Nirwan mengatakan, jaksa penuntut umum yang ditunjuk Kajati DKI meneliti kasus penganiayaan terhadap Hermansyah telah memberikan petunjuk apa saja bukti yang mesti dicari penyidik Polda Metro Jaya agar kasusnya bisa naik ke penuntutan dari penyidikan. Meski demikian, Nirwan enggan menyampaikan bukti materiil seperti apa yang mesti dilengkapi penyidik, karena terkait hal itu sudah masuk materi yang tidak boleh dipublikasikan.

“Terkait hal itu kami tidak bisa sampaikan, karena sudah masuk dalam hal teknis,” kata Nirwan.

Nirwan mengatakan, dikembalikannya BAP ke penyidik bukanlah untuk mempersulit kerja polisi. Akan tetapi, sebagai bentuk profesionalitas kerja Kejaksaan dalam menuntut sebuah kasus.

“Untuk selanjutnya kejaksaan akan tetap profesional dalam menangani penanganan perkara sesuai formil dalam hukum acara,” kata Nirwan lagi.

Seperti diketahui, Laurens Paliyaman, Edwin Hitipeuw, Erik, Richard, dan diciduk tim Jatanras Polda Metro setelah melakukan membacok Hermansyah di Tol Jagorawi KM 6 Jakarta Timur 3 bulan yang lalu. Tersangka bernama Domingus sempat buron, namun akhirnya menyerahkan diri ke Polda Metro tanggal 18 Juli 2017.