Masih Ngeyel Lanjutkan Reklamasi, Luhut: Nggak Ada Alasan Kita Batalkan

Ngelmu.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar
Panjaitan mengatakan proyek reklamasi Teluk Jakarta akan dipertimbangkan
kembali jika ada kajian-kajian yang memang terbukti mampu memberikan solusi
lain yang lebih baik.

“Kalau ada solusi lain ya kita pakai, masalahnya kan
belum ada sampai sekarang,” kata Luhut usai menghadiri konferensi IORA di
Jakarta, Rabu.
Ia menjelakan bahwa reklamasi tidak akan berhenti hanya
untuk satu orang. Luhut juga kembali menegasakan bahwa proyek tersebut sudah
ada sejak zaman Presiden Soeharto.
Menurut dia, pelaksanaan reklamasi Teluk Jakarta sesuai
landasan hukum yang ditetapkan melalui keputusan presiden di era Presiden
Soeharto dan diperbaharui di pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,
sementara eksekusi baru dilakukan di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
“Oh, sudah ada semua kajiannya itu dari mulai
keppresnya Pak Harto, jangan keliru lho, sama keppresnya Pak SBY, lho. Jadi,
konsistensi kita sudah jelas itu, bukan di zamannya Pak Jokowi, jangan
dikaitkan sama Pak Jokowi,” kata dia.
“Pak Jokowi itu hanya melanjutkan keppres dari Pak
Harto kemudian Pak SBY. Jadi landasan hukumnya sangat kuat,” lanjut Luhut.
Sebelumnya, pemerintah berkeinginan proyek reklamasi Teluk
Jakarta tetap dilaksanakan karena urgensi dan fungsinya bagi keberlanjutan
wilayah DKI Jakarta.
“Saya ‘nggak’ lihat ada alasan, tapi kalau mau distop,
ya, bikin ‘aja‘ situ stop, nanti kalau sudah Jakarta tenggelam atau menurun,
ya, tanggung jawab. Jadi, jangan lari dari tanggung jawab di kemudian
hari,” kata Luhut, (Senin, 8/5) Pernyataan Menkomaritim tersebut
disampaikan untuk mengomentari janji kampanye gubernur dan wakil gubernur
terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang akan menghentikan
proyek reklamasi Teluk Jakarta.
“‘Nggak’ ada alasan kita membatalkan sampai hari ini,
ya, saya ‘nggak’ tahu nanti setelah hasil studinya keluar, tapi mestinya
‘nggak’ ada, sih, karena kalau itu ‘ndak’ kita laksanakan, Jakarta itu turun
antara 8 cm sampai 23 cm,” kata Luhut.
Mengenai perbedaan visi pemerintah pusat dengan gubernur dan
wakil gubernur terpilih DKI Jakarta, Luhut mengatakan belum berkomunikasi baik
dengan Anies Baswedan maupun Sandiaga Uno.