Massa Umat Islam: Kriminalisasi Ulama Timbulkan Perpecahan dan Konflik Sosial

Ngelmu.id, JAKARTA – Tak kurang dari seribu massa umat Islam memadati kawasan Car Free Day, Bundaran HI, Jalan Muhammad Husni Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (21/5) pagi dalam acara digagas oleh Lembaga Pelayanan dan Pengembangan Dakwah Islam (LPPDI) Thoriquna.

“Insyaa Allah ummat Islam akan hadirkan terus semangat perjuangan demi menggapai ridho Allah semata sebagai bukti bahwa ummat Islam bisa bersatu padu dalam membela ULAMA dan agamanya ketika Islam dihina, dilecehkan dan dinistakan,” kata pimpinan Mualaf Center Darussalam Hanny Kristianto lewat akun facebook-nya, Minggu (21/5).

Gangguan, ujian dan cobaan terhadap Islam dan ulama serta tokoh Islam, kata Hanny, justru akan menjadi bahan bakar dan memperbesar energi perjuangan umat Islam dengan akidah Islam yang mampu menyatukan umat, walaupun dari berbagai latar belakang harakah, ormas dan komunitas yang berbeda.

“Kriminalisasi ini bisa menjadikan perpecahan dan konflik sosial diantara umat. Sudah banyak kita lihat umat non muslim menulis, menfitnah dan menghina Ulama di media-media, hari ini semakin nyata terlihat bahwa saat ini umat islam butuh suatu institusi yang dapat mengurus umat, memanusiakan umat, memuliakan ulama,” imbuhnya.

Menurut Hanny, semua itu dilakukan umat Islam karena nilai agama yang menyangkut kehidupan manusia yang sakral lebih berharga dibanding nilai kepentingan penguasa.

Dia mengungkapkan, mungkin umaro (pemerintah) di Indonesia lupa dengan perjuangan KH. Ahmad Dahlan, penggerak perjuangan di kota Yogyakarta yang seorang ulama. Begitu juga dengan Tuanku Imam Bonjol yang gagah berani melawan penjajahan Belanda di Padang.“Beliau beliau semua juga seorang ulama. Jikalau para ulama hanya berdiam diri niscaya tak akan ada kemerdekaan Indonesia pada hari ini,” tukasnya.

Hanny pun berharap, jangan sampai kriminalisasi para ulama mengalihkan energi dan menghentikan langkah perjuangan umat Islam.“Jangan sampai kita terprovokasi dan terpancing emosi serta melakukan tindakan anarkis. Suatu hal yang justru diharapkan oleh musuh-musuh Islam untuk menjatuhkan kita kembali,” tandasnya.

Oleh karena itu, kata Hanny, umat Islam meminta pemerintah bisa menghormati para ulama, karena para ulama inilah tokoh pemersatu bangsa dan pemersatu umat.“Ulama adalah milik seluruh kaum Muslim dan menjadi kewajiban seluruh kaum Muslim di dunia untuk membelanya,” pungkasnya.