Menanti Kebangkitan Wayne Rooney


Ngelmu.com, Depok – Belakangan ini ikon Timnas Inggris dan Manchester United sekaligus pemegang peran kapten di kedua kesebelasan itu, Wayne Rooney memang sedang diterpa bertubi-tubi pemberitaan tidak sedap.

Hal itu memang ditenggarai oleh performa pemain 30 tahun ini yang sedang dalam masa penurunan. Hal ini jelas sangat menjadi pukulan berat untuk pemain yang sudah berkarir di dunia sikulit bundar suah hampir enam belas tahun.

Tentunya tidak adil jika kita hanya menghakimi seorang Wayne Rooney tanpa melihat karir sepakbolanya yang jelas, Rooney sudah banyak membuktikan kepada khalayak Inggris bahkan dunia, jika dirinya adalah salah satu striker paling mematikan. Maka dari itu mari sama-sama kita bersikap obyektif terhadap sosok pemain yang pernah disamakan dengan tokoh kartun Shrek ini.

Melihat dari trek record seorang Wayne Rooney memang sudah jangan ditanyakan lagi. Menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk Timnas Inggris adalah salah satu bukti, jika Wayne Rooney adalah seorang penyerang berbahaya di dunia.

Akan tetapi memang kita harus akui dua sampai tiga tahun terakhir ini, Rooney memperlihatkan performa yang menurun. Namun seperti yang dikutip Mirror, sejak sepeninggal Sir Alex Ferguson, MU bergantian dilatih oleh David Moyes, Louis Van Gaal, hingga Jose Mourinho, namun baru Mourinho yang berani mencadangkan Wayne Rooney.

Meski dengan mencadangkan Rooney terbilang keputusan yang tepat, pasalnya Rooney memang kerap malah menjadi penghambat untuk Paul Pogba dalam memberi umpan langsung kepada Ibrahimovic, Pogba yang terbilang adalah pengumpan handal, terpaksa harus sesekali memantulkan bola terebih dahulu kepada Rooney, yang berposisis sebagai Atacking Miedfielder. 

Dicadangkannya Rooney di bangku cadangan skuat Setan Merah ternyata berlanjut di dalam tim Tim Nasional Inggris dibawah asuhan pelatih Interim Gareth Southgate. Soutgate yang menjadi pelatih sementara Inggris, memutuskan untuk membangku cadangkan Rooney melawan Slovenia kemarin malam.

Berbagai pertanyaan pun muncul terkait menurunnya performa Wayne Rooney di beberapa musim termasuk musim ini. Jika melihat pada masa Alex Ferguson melatih Manchester United termasuk pada musim 2009/10 lalu yang dimana bisa dibilang masa kejayaan seorang Wayne Rooney. Kala itu Rooney memang selalu menjadi pilihan utama Sir Alex, dan mencetak 26 gol sepanjang musim.

Perbedaan Rooney sekarang dengan Rooney era Sir Alex mungkin terletak pada posisi bermain Rooney. Jika pada masa itu, praktis Rooney tidak tergantikan di barisan penyerangan The Red Devil praktis, Rooney menjadi pendamping penyerang murni MU, yakni Dimitar Berbatov.

Rooney menghasilkan permainan yang menawan ketika masih diasuh oleh Sir Alex. Peran Alex Ferguson kepada sebuah tim dan termasuk Rooney memang seperti seorang ayah yang mengerti karakteristik dari anaknya. Maka dari itu, Rooney kerap menunjukan permainan yang menggila.

Pada masa David Moyes hingga Mourinho memang posisi Rooney kerap tidak jelas bermain di posisi mana. Hal itu terlihat jelas ketika Van Gaal menangani MU dua musim terakhir. Van Gaal kerap memainkan Rooney sebagai gelandang, baik sayap, tengah, maupun gelandang serang.

Berposisi tidak jelas itupun seperti menuju pada pelabuhan terakhirnya. Semenjak kedatangn Mourinho ke Manchester United, memang sempat menuai harapan, jika perform Rooney akan kembali lagi seperti semula. Akan tetapi hal itu malah berlawanan arah. Rooney yang memang selalu menjadi starter di awal-awal kompetisi, kini malah kerap menjadi pilihan nomor dua Mouirnho.

Hal itu memang bukannya tanpa dasar. Seperti yang kita ketahui, Mourinho bukanlah pelatih kemarin sore atau yang baru memiliki pengalaman sebiji jagung. Mou adalah pelatih yang mempunyai pengalaman segudang dalam menangani sejumlah klub dan pemain besar, termasuk Rooney.

Penurunan performa Rooney memuncak, ketika MU harus taluk ditangan tim semenjana Watford 3-1 beberapa waktu lalu. Rooney kerap membuat permainan yang terbilang tidak jelas, dan umpan-umpannya yang entah ditujukan untuk siapa.

Namun faktor seperti ini adalah, tentu merupakan faktor alamiah dari seorang pesepakbola. Turun atau naiknya performa pemain sepakbola, menjadi salah satu proses perjalanan karir bagi sang pemain, tak terkecuali Wayne Rooney. Rooney yang kini berusia 30 tahun tentu sudah banyak memakan asam garam dunia si kulit bundar. Berada di kompetisi yang di sebut adaah kompetisi terketat di muka bumi, bukanlah menjadi perkara mudah untuk pemain.

Belum lagi serangan media-media di Inggris yang terbilang ‘ganas’ dalam memberitakan pemain-pemain di Liga Premier. Sepertinya kini Rooney sedang merasakan karirnya sedang dikorek habis oleh media setempat. Bisa dibilang ini adalah posisi terbawah pada karir seorang Wayne Rooney sepanjang karirnya.

Namun meskipun jika kita mengambil situasi paling buruk, jika Rooney memang benar-benar sudah merasa habis bermain di kasta Eropa seperti Liga Premier. Ada beberapa opsi pilihan untuk dirinya dalam melanjutkan karir sepakbolanya.

China dan Amerika merupakan opsi yang sangat realistis untuk seorang Wayne Rooney, jika memutuskan untuk hengkang dari Manchester United. Disana Rooney tentunya akan bergabung dengan sejumlah pemain bintang lainnya seperti, Frank Lampard, Steven Gerarrd, Andrea Pirlo, Jackson Martinez dll.

Namun apakah diliga yang terbilang medioker itukah tempat sesunggunya untuk Rooney? Saya pun memiliki pendapat tersendiri, jika Rooney akan masih mampu bersaing dan bangkit bersama MU dan Timnas Inggris. Jika di Manchester United masih memiliki pemain berusia 34 tahun seperti Zlatan Ibrahimovic, kenapa tidak dengan Rooney yang usianya masih menginjak 30 tahun. Bangkit Rooney!!