Mendesak, Jaksa Agung dan Politisi Nasdem HM Prasetyo Harus Dicopot

Ngelmu.id – Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah
Hisyam mendesak Presiden RI Joko Widodo agar mencopot Jaksa Agung HM Prasetyo.
Desakan ini dinyatakan Parmusi seluruh Indonesia, sebagai sikap atas tuntutan
jaksa penuntut umum (JPU) kepada terdakwa penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama
alias Ahok yang dinilai menyalahi aturan.

“Copot jaksa agung, tulis sebesarnya ya itu. Jaksa Agung
Prasetyo ini kan memang tidak bisa dipertahankan harus dari orang profesoinal
bukan politik. Sehingga ya kendali dia itu bukan hukum, tapi politik. Politik
kendalikan hukum bukan sebaliknya, harus jadi pertimbangan utama untuk
reshuffle Prasetyo,” kata Usamah dikutip Republika.co.id, Selasa (25/4).
Sidang lanjutan kasus penodaan agama dengan terdakwa Ahok
kembali digelar, di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan,
hari ini. Agenda persidangan yaitu pembacaan pleidoi atau pembelaan dari
terdakwa.
Usamah mengatakan, Parmusi mengerahkan massa sekitar 300
orang Laskar Parmusi untuk mengawal sidang Ahok hari ini. Menurut Usamah,
tuntutan JPU kepada terdakwa seperti halnya skenario pejabat kejaksaan sebagai
upaya melindungi Ahok dari jerat hukum.
 “Kalau kami lihat
persidangan yang berlarut-larut dan ujung-ujungnya tidak dihukum kan aneh.
Jelas-jelas ucapannya menista agama. Tuntutannya tidak boleh begitu. Karena
apa? Dalam kasus yang sama juga, penista agama dihukum secara cepat dan berat,
tidak seperti Ahok,” kata Usamah.
Usamah menyampaikan betapa pentingnya ketegasan dalam
memutuskan hukuman bagi terdakwa penodaan agama. Agar ke depan, ada efek jera
bagi masyarakat. Sehingga tidak terjadi lagi penistaan bagi agama mana pun.
Dengan adanya rencana reshuffle Kabinet Kerja Presiden Joko
Widodo, Usamah berharap Jaksa Agung HM Prasetyo menjadi bagian pejabat
pemerintah yang diturunkan. Karena, dilihat dari kasus di persidangan Ahok,
jaksa agung bukan berperan melindungi hukum, tapi sebaliknya.