Menolak Jadi Menteri, Ahok: Kafir Mana Boleh Jadi Pejabat Disini

Ngelmu.id – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan
segera habis masa jabatannya pada bulan Oktober 2017. Usai menjadi Gubernur,
Ahok mengaku tidak akan masuk partai politik maupun menjadi menteri, dia lebih
memilih menjadi pembicara.

“Saya sudah putuskan selesai ini, saya akan jadi
pembicara saja, nggak masuk partai politik, nggak mau jadi menteri, nggak jadi
staf presiden, semua nggak,” ujar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka
Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2017).
Dia mengungkapkan bahwa menjadi gubernur saja sulit apalagi
menjadi wakil presiden.”Mau jadi gubernur saja susah, ini lagi mau jadi
wapres. Kafir mana boleh jadi pejabat di sini haha,” katanya lagi.
Selain itu, dia tidak mau ambil pusing dengan adanya aksi
GNPF 5 Mei besok. Ahok juga enggan memberi imbauan untuk para peserta
aksi.”Apa yang mau diimbau kalau orang nggak mau ikut konstitusi, ya suruh
polisi dong yang tindak,” lanjut Ahok.
Menurut Ahok, dia percaya bahwa majelis hakim tidak akan
terpengaruh dengan aksi demo yang akan berlangsung besok. 
Apalagi menurutnya
hakim sudah memiliki bukti yang cukup sebelum menjatuhkan vonis tanggal 9 Mei
nanti.”Kan (hakim) sudah ada bukti semua. Kan dia sudah punya kok. Salah
nggak salah orang bisa tonton kok. Kenapa kita meragukan
hakim,”pungkasnya.