Menutup Usaha Dengan Rasa Bahagia

Oleh Babeh Afif

Ngelmu.com – Saya bersama  teman-teman komunitas (Tangan Di Atas) TDA Bekasi Jawa Barat menghadiri acara bisnis unik. Lokasinya di salah satu rumah makan milik teman yang segera akan ditutup. Judul acaranya keren  “Grand Closing menutup usaha dengan rasa bahagia”. 

Teman saya ini tadinya punya 12 cabang Resto bebek, dengan Nama Bebek Judes. Satu persatu tumbang hingga tersisa satu. Nah yang tersisa pun nampaknya sulit dipertahankan akhirnya grand closing
Anehnya kawan saya ini tidak malu, minder atau terpukul ketika usahanya tumbang. Maka diundang teman-teman TDA Bekasi untuk merayakan upacara grand closing. Jadilah kita ikut merayakan bersama acara unik yang mungkin baru pertama kali saya hadiri di dunia,  menutup usaha dengan rasa bahagia ha..ha..ha..
Bisnis itu tidak lah selamanya sukses, bisnis itu bisa gagal atau merugi. Kalau keberhasilan asyik untuk dinikmati, apalagi kalau dinikmati bersama teman-teman ada rasa bangga. Kita bisa menunjukan prestasi hebat di hadapan kawan dan relasi. Namun merayakan kegagalan dalam suasana bahagia bersama teman-teman itu Ruaarr Biazzaaa.

Menjadi menarik, kenapa kawan saya ini bisa menikmati kegagalan dalam suasana ceria?  

Mari kita bedah lebih lanjut, dalam kehidupan nyata. Peristiwa silih berganti, ada senang, sedih, gundah, resah, gelisah,  ceria,  rangkaian peristiwa itu adalah siklus kehidupan yang harus kita hadapi setiap saat. Teringat saya dengan ucapan seorang motivator Saut Sitompul,  peristiwa tidaklah penting, tapi respon terhadap peristiwa itu yang paling penting.
Jadi kalau mendapati sebuah keadaan yang tidak menyenangkan, sebagai seorang pebisnis hadapi dengan tenang. Itu peristiwa biasa saja, tidak sulit. Yang mesti kita lakukan bukan mengutuk peristiwa, tapi mengelola respon kita terhadap sebuah peristiwa menjadi positif, sehingga dalam mengambil keputusan kita tidak salah langkah.
Nah kawan saya ini menyikapi penutupan usahanya dengan cara sportif. Rugi dalam usaha itu hal yang biasa, tidak perlu diratapi apalagi ditutupi. Justru dia berpikir di luar kotak. Kegagalan harus dinikmati bersama teman-temannya.

Apa sih penyebab kegagalan kawan saya yang membuka rumah makan bebek dengan sistem waralaba ini? 

Menurut sohibul bayt banyak faktor. Di antaranya salah memilih partner. Salah satunya adalah mis-manajemen, kurang disiplin, partnernya yang punya duit ingin cepat dapat untung sehingga abai terhadap pelayanan dan kualitas. Pembelajaran penting di sini kita jangan mengikuti jalan sesat yang pernah dilalui om kwek.

Untungnya sebelum usaha bebeknya tumbang, om kwek alias Mas Adhi Widianto sang pemilik, sudah membuat sekoci usaha di bidang wedding dan catering. Sehingga tatkala usaha bebeknya runtuh, dia masih bisa melanjutkan bisnis di jalur kuliner dan wedding yang jauh lebih sukses. Nah ini juga penting, yakni membuat sekoci usaha agar tidak bangkrut total.

Teman-teman di komunitas TDA itu memang banyak yang nyentrik. Pernah dalam salah satu obrolan saat akan menyelenggarakan kegiatan Pesta wirausaha Bekasi, ada yang mengusulkan jangan cuma menampilkan pembicara sukses bisnis, adakan juga  materi kegagalan bisnis.

Teman TDA yang bisnisnya gagal diminta memberi materi kenapa mereka bangkrut, proses menuju bangkrut, terus derita-derita saat bangkrut. Duh mellow bangat dah. Tapi kondisi itu belum sempat terlaksana di Pesta Wirausaha. Baru Sang Pemilik Bebek judes yang berani memberi materi kegagalan usaha ha..ha..ha..
Saya juga secara berkelakar pernah membuat hipotesa menarik kenapa negeri ini pemimpinnya suka cakar-cakaran? Karena organisasi formal seperti ormas pemuda, keagamaan, partai politik dan lain-lain, lebih suka mengadakan diklat latihan kepemimpinan. Akhirnya semua anggotanya ingin jadi pemimpin. Karena formasi pemimpin itu sedikit ya mereka cakar-cakaran, mestinya di organisasi kemasyarakatan harus diperbanyak latihan jadi bawahan, sehingga mereka bisa paham jadi bawahan yang baik dan benar itu seperti apa, mau diperintah dan gampang diarahkan.

Keberhasilan Bisnis Tidak Instan

Pembelajaran penting lain yang bisa kita petik adalah bisnis itu perlu perjuangan, tidak instan. Tidak seperti Kanjeng Dimas Taat Pribadi  yang bisa menggandakan uang dalam waktu cepat.
Banyak di antara mereka yang kini menjadi pebisnis hebat melalui proses jatuh bangun, dalam jangka waktu panjang, pernah gagal, bangkrut, bahkan ada yang sampai hutang menumpuk. Namun kegagalan itu bukan membuat mereka mengkerut, justru kegagalan menjadi pemicu mereka untuk bangkit meraih impian. Om Adhi membuktikan itu. Ia gagal di resto tapi sukses di bisnis Catering dan Wedding.

Akhirnya semua yang hadir di acara penutupan rumah makan bebek itu bahagia. Tuan rumah juga sangat  bahagia. Ternyata bahagia itu mudah. Bisa diciptakan meski dalam suasana kegagalan. Do’a kita terlantun, siapa tahu nanti Om Kwek bisa menciptakan Rumah Makan Bebek Judes Reborn, seperti Warkop Reborn. Amin.

Surat Al Insyirah

Buya Hamka ketika menafsirkan Surat Al Insyirah, berkata,  saya diajarkan oleh guru saya Buya Sutan AR Mansur. Apabila kamu dalam kesusahan bacalah Surat Al Insyirah (Alam Nasyrah…), di sana dikatakan satu kesulitan diapit dua kemudahan. Dalam setiap satu kesulitan, Allah beri pengiringnya dua kemudahan”.
Jadi buat yang gagal dalam bisnis, pelajari dan resapi makna tafsir Alam Nasyrah, maka walaupun dalam kesulitan, anda bisa membahagiakan banyak orang, seperti Om Kwek kawan saya yang unik ini. 

Yuk kita belajar memaknai kegagalan kepada Om Kwek.


Yuk….kita  belajar memahami makna Quran surat Al Insyirah pada ulama yang kompeten. Tentu saja belajar Quran nya bukan kepada Om Bebek apalagi kepada Nusron Wahid.
He..he..he.
sumber: Grand Closing, Menutup Usaha Dengan Rasa Bahagia (Blog Catatan Babeh Afif)