Meski Diterpa Banyak Fitnah, Anies Tegaskan akan Rangkul Semua Pihak, Termasuk Pendukung Ahok

Ngelmu.id – Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan akan merangkul
semua kalangan saat menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, meski banyak fitnah
menerjang dirinya selama masa kampanye Pilkada DKI.

Salah satu fitnah yang ditujukan kepada Anies adalah sebagian
orang yang menyebutnya sebagai penganut Syiah. Tuduhan itu, kata Anies, jelas
fitnah besar. Dia sedari awal memang menyadari bakal banyak fitnah dan berita
bohong yang dialamatkan kepadanya, tidak hanya soal Syiah, tetapi hal lain.
Namun tuduhah soal penganut Syiah itu yang memang cukup santer memperburuk
citranya.
“Kami memutuskan membuat website di fitnahlagi.com sekarang
hampir 100 fitnah, bahkan setelah Pilkada ada fitnah juga, Pilkada ada
fitnahnya biasa aja. Salah satunya fitnah mengenai syiah. Para alim ulama
membantu menjelaskan tidak jadi masalah, saya orang Indonesia, muslim, dan alhamdulillah
menganut Ahlussunnah,” kata Anies dalam diskusi Indonesia Lawyers Club di tvOne
pada Selasa (25/4/2017).
Dalam kesempatan itu, Anies juga mengklarifikasi fitnah yang
menyebutkan bahwa dia dekat atau berafiliasi dengan kelompok radikal atau
fundamentalis Islam. Salah satu fitnah turunannya ialah Anies disebut memiliki
misi tersembunyi menerapkan syariat Islam melalui peraturan daerah syariah di
Jakarta.
Anies merespons santai fitnah itu karena tak satu pun
program Aniess-Sandi yang mengandung unsur penerapan syariat Islam di Jakarta.
“Gambaran tersebut bukan kami yang mengungkapkan, kami tidak pernah
memprogramkan terkait Perda syriah, karena tak menjadi program dan rencana
kita,”ujarnya.
Anies dan Sandiaga maupun partai politik pengusung tak
pernah sedikit pun berpikir menerapkan syariat Islam di Jakarta karena penduduk
Ibu Kota memang multietnis dan multiagama. Dia mengingatkan juga bahwa Jakarta
adalah tempat Sumpah Pemuda dideklarasikan dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
diumumkan.
“Kami selama perjalanan kampanye berkomunikasi dengan semua,
saya dateng ke pertemuan lintas agama, tapi yang jadi berita yang FPI saja,
saya bertemu dengan Paroki, saya bertemu dengan masyarakat Kristen, Hindu dan
Budha, ada pihak lain yang mencoba membentuk persepsi tentang kami,”jelasnya.
Semua itu, kata Anies, menguatkan alasan bahwa Jakarta
adalah kota milik semua warga negara Indonesia, apa pun agama dan etnisnya.
“Alhamdulillah sudah lewat, kedepan, saya justru makin
yakin, kita harus terus menjaga komunikasi dengan semua, Jakarta ini ibukotanya
Indonesia, maka gubernurnya bukan gubernur sebagian orang, tapi bekerja dengan semua
kelompok, bisa menjangkau semua,” pungkasnya.