MUI Sayangkan 9 Seruan Menag Soal Ceramah Agama

Ngelmu.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejatinya sangat mendukung
seruan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin soal ceramah di rumah ibadah yang
harus disampaikan oleh ahli agama, sehingga tidak ada ujaran kebencian. Namun,
MUI menyayangkan dengan dikeluarkannya sembilan seruan menag karena di dalamnya
tidak ada tekanan tentang pentingnya keimanan.

“Namun sayang dalam sembilan seruan itu tidak
menekankan tentang pentingnya keimanan dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang
Maha Esa,”  kata Ketua Komisi Dakwah
Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis dikutip dari Republika,
Selasa (2/5).
Padahal, menurut dia, jika ceramah ditujukan untuk
meningkatkan keimanan dan kesalehan, maka rumah ibadah akan berfungsi sebagai
agen perubahan dan peradaban Islam. Karena itu, ia meminta agar Kemenag tidak
berhenti pada sebatas seruan itu saja.
“Selayaknya pemerintah tidak berhenti sampai pada
seruan saja tetapi harusnya ada regulasi dan sanksi bagi yang tidak patuh pada
peraturan berbangsa dan bernegara,” kata Ketua Program Studi Kajian Timur
Tengah dan Islam Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) tersebut.
Seperti diketahui, sebelumnya Menteri Agama Lukman Hakim
Saifuddin menyampaikan seruan terkait ceramah di rumah ibadah. Seruan ini
disampaikan Menag di Kantor Kemenag Jalan MH Thamrin nomor 6, Jakarta, Jumat
(28/04) lalu.
Seruan tersebut disampaikan dalam rangka menjaga persatuan
dan meningkatkan produktivitas bangsa, merawat kerukunan umat beragama, dan
memelihara kesucian tempat ibadah. Seruan yang ditandatangani Menag itu juga
diharapkan agar diperhatikan, dimengerti, dan diindahkan oleh para penceramah
agama, pengelola rumah ibadah, dan segenap masyarakat umat beragama di
Indonesia.