Muntah-muntah Setelah Sebulan Ditahan, KH Al Khaththath Dirujuk Ke Rumah Sakit

Ngelmu.id, DEPOK – Satu bulan lebih mendekam di rumah tahanan (rutan) Markas Korps Brigade Mobil (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok, kondisi kesehatan Al Khaththath menurun.

Bahkan, tersangka kasus dugaan pemufakatan makar itu terpaksa dirawat untuk memulihkan kondisi kesehatannya.

“Iya benar sakit. Muntah-muntah. Demam juga, tensi darahnya tinggi,” ungkap kuasa hukum tersangka, Ahmad Michdan saat dikonfirmasi, Sabtu (20/5).

Michdan mengaku tidak tahu penyebab sakit kliennya. Apakah faktor depresi atau menu makanan yang salah. Meski demikian, Michdan tetap memonitor kondisi kliennya saat menjalani perawatan medis.

“Nggak tahu saya (penyebabnya). Masih dirawat. Saya monitor terus. Tensi darahnya tinggi tapi sekarang sudah mulai membaik,” paparnya.

Permohonan dirawat tersebut, lanjutnya, merupakan permintaan dari pihak keluarga Al Khaththtath. Pihaknya merasa lega setelah permohonan tersebut dikabulkan penyidik Polda Metro Jaya.

“Jadi keluarganya khawatir, meminta Al Khaththat dirawat. Ya kami minta dirawat, Alhamdulillah akhirnya dirawat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Al Khaththtath diciduk polisi di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, jelang aksi bela islam, 31 Maret lalu. Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) itu mengajak massanya menuntut Presiden Joko Widodo memberhentikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatan Gubernur Jakarta.

Pria bernama asli Muhammad Gatot Saptono itu dijerat dengan Pasal 107 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Juncto Pasal 110 KUHP tentang Pemufakatan Makar.

Selain Khaththath, polisi juga empat aktivis Zainuddin Arsyad, Irwansyah, Diko Nugraha dan Andry. Mereka diduga melanggar Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.