Nia Elvina: Reshuffle ini Bukan untuk Kepentingan Negara!

Ngelmu.com – Babak baru dalam isu kabinet Jokowi, rencana perombakan
(reshuffle) kabinet semakin santer ditelinga masyarakat. Isu reshuffle kabinet Jokowi diperkuat
dengan dalih kondisi ekonomi dan politik negara yang semakin mengkhawatirkan. 
todayonline.com
Menurut seorang pakar sosiologi dan politik Universitas Nasional yang saat ini menetap di Surabaya, Nia Elvina mengatakan bahwa isu reshuffle ini  sudah beberapa kali dikemukakan oleh Presiden. “Saya menilai bahwa kepentingan politik yang dominan adalah dalam isu reshuffle ini bukan kepentingan negara: artinya mengganti menteri-menteri yang memang kurang mempunyai visi kenegaraan; reshuffle ini lebih didasarkan kepada tarik-menarik kepentingan politik antar partai” begitu isi percakapan wartawan ngelmu.com Jum’at (15/7). 

Rakyat sudah banyak mengerti bahwa Presiden membentuk kabinet bukanlah karena mereka memiliki visi kenegarawanan melainkan cenderung lebih banyak kepada politik ‘balas budi’ yaitu memberikan kursi di pemerintahan untuk mereka (partai) yang memang mendukung sejak lama. 
Nia melanjutkan “Menurut saya, basis kenegarawan itu dalam menentukan pembantu (kabinet) bagi Presiden sangat vital sekali. Karena kita paham bahwa mengelola negara itu tidak sama dengan mengelola perusahaan; diperlukan rasa nasionalisme yang tinggi, sangat mementingkan kepentingan rakyat, yang merupakan ciri seorang republikan.”

Dari sinilah Nia  melihat, walaupun ada reshuffle kabinet kalau basis dasarnya bukan pada kenegaraan maka pemerintah Jokowi masih akan tetap mencapai prestasi politik yang sekarang, yang menurut Nia masih jauh lebih turun daripada pemerintahan sebelumnya.