Kue Batu Nisan

Nolak Berhenti Merokok, Suami Dapat Kue Ultah Sangat “Istimewa”

Ngelmu.id – Untuk sebagian besar masyarakat Indonesia mendapatkan kue di hari ulang tahun merupakan hal membahagiakan. Menerima kue dari seseorang tercinta merupakan hal yang sungguh membuat bahagia dan sesuatu yang diharapkan. Apalagi menerimanya di hari yang istimewa. Hal tersebut merupakan tanda perhatian dan sayang dari si pemberi.

Akan tetapi, bagaimana jika kue itu dibuat dalam bentuk yang menyeramkan, seperti kue berbentuk batu nisan? Pasti tidak akan pernah membayangkan sebelumnya.

Mendapat kue yang menyeramkan di hari istimewanya adalah hal yang dialami Mohammad Kamal Ismail. Kamal Ismail yang merupakan laki-laki berasal dari Malaysia mendapatkan kue berbentuk batu nisan dari istrinya saat merayakan ulang tahun ke-32 pada 4 Agustus 2017 lalu.

Tentu saja bentuk kue pemberian istrinya tersebut membuat Kamal sangat terkejut. Bahkan Kamal Ismail juga mendapat kue berbentuk bungkus rokok yang tertuliskan dengan kata-kata ‘rokok menyebabkan kematian, hargailah nyawa abang’. Kata-kata lain yang tertulis dalam paket kue ultahnya adalah ‘merokok dapat menyebabkan kanker leher’. Kue tersebut juga disertai gambar kanker leher.

“Awalnya saya terkejut, tapi setelah itu tertawa karena geli. Tak menyangka istri punya rencana menghadiahkan kue berbentuk kotak rokok dan nisan makam. Tapi tidak bisa marah karena saat melihat wajah istri dan anak-anak, dalam hati saya merasa rupanya keluarga sayang pada saya,” tutur Kamal.

” Mereka takut kehilangan saya karena merokok,” ucap dia melanjutkan.

Tetapi, bukan hanya kue berbentuk bungkus rokok dan batu nisan yang disodorkan istrinya yang membuat Kamal terkejut. Ternyata, kue kecil berbentuk batu nisan juga ada di bungkus rokoknya. Hal tersebut membuatnya semakin terkejut.

“Pagi itu niatnya ingin merokok. Saat membuka bungkus rokok, ada batu nisan dalam kotak. Bentuk dan warnanya hampir sama dengan rokok. Tapi, batu nisan itu sudah disemuti karena terlalu manis. Kan itu gula. Tapi kue bungkus rokok dan kuburan memang enak, rasa strawberry,” cerita Kamal. 

Meski merasakaget dan tidak biasa, ayah dua anak ini menilai kejutan yang diberikan untuknya tersebut merupakan bentuk teguran ‘halus’ dari istrinya.

“Bagi saya, ini teguran baik dari seorang istri. Tak bisa disangkal, rokok itu membahayakan kesehatan. Lebih baik ditegur secara lembut daripada memaksa supaya berhenti merokok,” ucap dia.

Sang istri, Nurhidayah Mohamad Isa, 28 tahun, mengakui kejutan itu sedikit banyak memberikan kesan positif bagi suaminya. Ada perubahan yang dilakukan suaminya terkait kebiasaannya merokok. Jumlah rokok yang dihisap suaminya menjadi jauh berkurang.

“Kalau dulu, sebungkus rokok bisa habis dalam sehari, tapi sekarang sudah dua hari sebungkus pun belum habis,” ucap Nurhidayah.

 

 

Sumber: mynewshub.cc