sejarah atom

Pengertian Atom : Model, Teori, Dan Sejarah Atom

Ngelmu.id – Salah satu teori atom yang paling populer tentunya adalah Teori Dalton yang hingga saat ini masih menjadi rujukan bagi para ilmuwan. Sejarah atom perkembangan atom tentunya dimulai dari para ilmuwan yang mencoba menganalisis mengenai sebuah peristiwa perubahan pada zat yang terjadi dilingkungan sekitar.
Pengertian Atom

Pengertian atom yang pertama tercatat dari Yunani oleh Leucippus dan Democritus  pada awal tahun 500 SM-400 SM bahwa setiap materi dapat dibagi menjadi bagian yang lebih kecil hingga diperoleh bagian terkecil yang tidak dapat dibagi lagi yang disebut atomos (atom) dan atom adalah penyusun terkecil dari segala materi yang ada. Dengan kata lain, atom atau atomos adalah partikel terkecil yang tidak dapat dibagi atau dibelah lagi.

Pengertian Atom Menurut Para Ahli

  • Stern Gerlach

Teori atom terus berkembang hingga tahun 1922 yang kemudian seorang Ilmuwan juga turut mengemukakan pendapatnya mengenai atom dari hasil penelitiannya membuktikan bahwasanya atom memiliki sifat yang kauntum. Hal tersebut didapat dari uji coba yang dilakukan saat sinar atom perak diberikan sedikit tekanan melalui medan magnet yang kemudian data/benda tersebut digerakan secara terpisah hingga membentuk sudut spin lalu hasilnya bagian berkas tersebut bergerak menyebar tak menentu yang menghasilkan kesimpulan tergantung pada spin atom tersebut melintas apakah keatas atau kebawah.

  • Demokritos

Teori mengenai Sejarah atom selanjutnya datang dari ilmuwan bernama Demokritos yang menuturkan jika atom merupakan kumpulan partikel kecil dalam jumlah banyak kemudian melekati dan menyusun hampir seluruh materi yang ada di alam semesta. Dalam kata lain teori ini menyebutkan jika materi yang ada di bumi dan isinya merupakan bagian dari  unsur atom.

  • J.J. Thomson

Goyahnya teori Sejarah atom Dalton secara tak langsung memang lebih karena kehadiran Teori baru dari Ilmuwan bernama J.J Thomson. Menurutnya atom lebih diibaratkan seperti bola yang memiliki kemampuan energi ataupun muatan positif dan negatif seperti pada proton dan neutron dan juga mampu menyebar secara merata.

  • Bohr

Tak cukup sampai disitu misteri atom juga turut mengundang Ilmuwan Fisika asal Denmar yakni Niels Bohr yang juga menjelaskan mengenai teori atom. Berawal dari kegagalan teori Rutherford, Bohr mencoba melengkapi sekaligus menambal sisi lemah teori sebelumnya dengan tiga ketentuan:

  1. Kententuan pertama seputar rotasi yang dibuat elektron dengan mengelilingi inti dengan sebutan lintasa stasioner.
  2. Ketentuan kedua mengatakan bahwasanya elektron memiliki kemampuan untuk melakukan perpindahan dari satu lintasan ke lintasan yang lain sesuai dengan rotasi yang ada.
  3. Lintasan-lintasan yang diperkenankan elektron adalah lintasan-lintasan yang mempunyai momentum sudut kelipatan bulat.
  • Ernest Rutherford

Salah satu Ilmuwan terkenal bernama Ernest juga turut menuturkan mengenai teori atom dimana atom merupakan bagian partikel yang memiliki inti atau yang biasa disebut dengan “Inti Atom”. Didalam inti atom terdapat dua partikel yang dikenal dengan proton dan neutron.

  • Robert Boyle

Diawali dari pendapat Robert Boyle mengenai pengertian Atom yang dikemukakannya pada tahun 1661 dengan meluncurkan sebuha buku yang berjudul “The Sceptical Chymist” dan didalamnya berisi mengenai teori atom dimana dunia dan isinya (materi yang terkandung didalamnya) merupakan hasil bentukan dari kombinasi beragam atom yang berbeda.
Pengertian Atom Menurut Antoine Lavoisier

Selanjutnya di tahun 1789 muncul Ilmuwan bernama Antoine Lavoisier yang turut mengemukakan pendapatnya mengenai Atom dengan istilah unsur yang merupakan salah satu bahan dasar yang memiliki kemampuan yakni tak dapat dibagi lagi meskipun dianalisa dengan menggunakan metode kimia.

  • John Dalton

Teori Sejarah atom selanjutnya yang paling terkenal hadir di tahun 1803 melalui Ilmuwan bernama John Dalton yang menyebutkan bahwa alasan unsur dapat selalu bereaksi seperti halnya sifat gas yang selalu larut dalam air ketimbang gas lain yang tentunya didalamnya terdapat fungsi atom yang kemudian dijelaskan lebih dalam bahwasanya pada setiap elemen yang memiliki unsur atom dengan sifat tunggal dinyatakan dapat bergabung dengan bentuk senyawa kimia lainnya.

Akan tetapi jangan disalah artikan bahwa tentang pengertian atom yang tidak dapat dibelah lagi. Pengertian Sejarah atom ini membatasi apa itu atom sebenarnya. Atom sebagai penyusun dari zat sehingga memiliki sifat yang sama. Dijelaskan sekarang ini kita mampu membuat atom menjadi tinggal elektron, proton dan neutron saja, bahkan hingga ke bagian quark atau penyusun proton sekalipun. Akan tetapi, bila anda melakukan hal tersebut, atom tersebut tidak lagi mewakili zat tersebut. Contoh, atom hidrogen bila anda membelahnya tidak lagi menjadi atom, melainkan sebagai ion. Analoginya seperti satu kotak gula yang dibelah belah hingga sangat kecil, bagian tersebut masih memiliki sifat gula yaitu manis, akan tetapi, bila anda membelahnya lagi, hingga penyusun gula yaitu karbon, oksigen dan hidrogen, maka sifat gula akan hilang.

Setiap atom tersusun atas partikel dasar. Partikel dasar pembentuk atom terdiri atas proton, neutron dan elektron. Berikut pengertiannya:

  • Pengertian proton adalah partikel yang membentuk atom yang memiliki massa sama dengan 1 sma (smu) dan memiliki muatan +1
  • Pengertian neutron adalah partikel yang membentuk atom yang memiliki massa 1 sma (smu) dan bermuatan netral
  • Pengertian elektron adalah partikel pembentuk atom yang tidak memiliki massa dan bermuatan -1.
  • Pengertian nukleus dalam atom adalah inti atom yang bermuatan positif karena tersusun atas partikel proton dan partikel neutron.

Sejarah Penemuan Atom dan Struktur Atom

Sejarah eksperimental tentang penemuan atom dimulai dari tahun 1803 oleh John Dalton seorang ahli kimia inggris yang menggagas teori tentang atom atau atomic theory. Kemudian beberapa penelitian pendukung tentang penemuan atom seperti Michael Faraday pada tahun 1832 yang menemukan tentang elektrolisis yaitu memecahkan molekul menggunakan listrik. Begitupula dengan penelitian J.Plucker pada tahun 1859 tentang sejarah atom, penemuannya yaitu tabung gas katoda atau cathode ray tube.
Dmitri Mendeleev tentang hukum periodiknya pada tahun 1869, kemudian James Clerk Maxwell pada tahun 1873 yang melakukan percobaan tentang listrik dan medan listrik (keberadaan elektron), selanjutnya pada tahun 1870 oleh Sir William Crookes yang secara eksperimental menemukan bahwa elektron memiliki massa melalui percobaan sinar katoda yang ditembakkannya. Selanjutnya E. Goldstein (1886) yang menemukan keberadaan penyusun atom yaitu proton yang bermuatan positif. Kemudian G.J. Stoney (1894) yang resmi menamakan partikel negatif penyusun atom yang menyebabkan listrik sebagai elektron. Kemudian pada tahun 1895 oleh Wilhelm Roentgen yang menemukan X-Ray atau sinar X.

Kemudian setelah itu J.J Thompson pada tahun 1897 menemukan massa elektron menggunakan tabung sinar katoda sebesar 1,759 x 10.8 coulombs/gram dan selang tahun tersebut juga menemukan tentang keberadaan Proton. Selanjutnya dilanjutkan oleh muridnya yaitu Rutherford, menemukan tentang radiasi yang dipancarkan oleh uranium dan thorium yaitu alpha dan beta. Dan mengambil kesimpulan adanya inti atom dalam atom. Rutherford juga membuat hipotesis bahwa adanya inti atom selain proton yang menjaga keseimbangan atom.

Hipotesis Rutherford kemudian dibuktikan oleh James Chadwick pada tahun 1932. Dengan ditemukannya partikel atom neutron yang bermuatan netral. Hal ini memang cukup sulit ditemukan karena memiliki muatan yang netral. Dengan ditemukannya seluruh partikel atom maka lengkaplah sudah model atom yang sesungguhnya.

  • Model dan Teori atom John Dalton

Menurut John Dalton, atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur dan atom tidak dapat diciptakan, dimusnahkan, terbagi lagi ataupun diubah menjadi zat lain. Atom-atom suatu unsur adalah identik, tetapi berbeda dengan atom atom dari unsur lain. Reaksi kimia adalah proses penggabungan ataupun pemisahan atom dari unsur yang terlihat.

Begitulah teori dan model atom John Dalton. Adapun kelemahan dari teori atom dalton ialah pada saat itu belum mampu membedakan atom dan molekul.

  • Model dan Teori atom JJ. Thompson

Model dan teori atom menurut JJ. Thompson, bahwa atom berbentuk seperti bola yang bermuatan positif dan didalamnya tersebar elektron elektron seperti kismis. Sejarah atom. Dia menyimpulkan bahwa atom memiliki jumlah muatan positif dan jumlah muatan negatif yang sama.

  • Model dan Teori atom Rutherford

Model dan teori atom menurut Rutherford, bahwa atom terdiri atas inti atom yang sangat kecil dengan muatan yang positif dengan massa yang merupakan massa atom tersebut. Elektron elektron dalam atom bergerak mengelilingi inti atom tersebut. Banyaknya elektron dalam atom sama dengan jumlah proton dalam inti yang sesuai dengan nomor atomnya.

  • Model dan Teori Atom Bohr

Model dan teori atom menurut Bohr bahwa elektron elektron dalam atom mengelilingi inti atom berada pada tingkat tingkat energi atau disebut kulit tertentu tanpa menyerap ataupun memancarkan energi. Elektron dapat berpindah dari kulit luar ke kulit yang lebih dalam dengan memancarkan energi dan begitupula sebaliknya.

Massa Atom

Atom pada unsur yang berbeda memiliki massa yang bervariasi. Massa tersebut tergantung pada jumlah proton dan neutron di dalam intinya. Sebuah atom hidrogen memiliki satu proton dan tidak memiliki neutron, sehingga hanya memiliki massa atom satu. Semakin besar massa atom, semakin kecil atom tersebut. Sejarah atom.

Bentuk Atom

Atom memiliki bentuk yang bervariasi, yang disebut Isotop. Masing-masing bentuk memiliki jumlah proton dan elektron yang sama tetapi jumlah neutron yang berbeda. Jadi semua isotop dari sebuah atom memiliki nomor atom yang sama namun nomor massa yang berbeda.
Isotop-isotop memiliki sifat-sifat fisik yang sama, namun sifat kimia yang berbeda. Sebagian besar atom dalam sebuah unsur merupakan satu jenis unsur.

Muatan Listrik

Kebanyakan dari atom-atom yang ada memiliki muatan listrik yang netral, artinya jumlah proton yang bermuatan positif dan jumlah elektron yang bermuatan negatif sama banyak. Muatan-muatan yang memiliki gaya tarik menarik ini saling meniadakan.
Nomor Atom

Atom-atom dari zat yang berbeda memiliki jumlah proton yang tidak sama pula di dalam intinya. Jumlah proton dalam inti ini disebut Nomor Atom.  Apabila jumlah proton dalam inti atom berubah, maka atom tersebut akan berubah menjadi atom dengan sifat berbeda dari sebelumnya.
Gaya Atom

Elektron yang bermuatan negatif akan dijaga tetap berada di orbit sekeliling inti bermuatan positif oleh gaya elektromagnetik. Gaya tarik inti, yang mejaga proton dan neutron tetap di dalam inti atom merupakan gaya yang paling kuat di alam semesta ini. Gaya ini seratus kali lebih kuat dibandingkan gaya elektromagnetik.

NEXT