Penguasa Terus Kriminalisasi Ulama, Alumni 212 akan Lakukan Perlawanan Konstitusional

Ngelmu.id, JAKARTA – Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo mengatakan, pihaknya akan melakukan gerakan perlawanan konstitusional jika ‘kriminalisasi’ ulama terus berlanjut.

Di antara upaya itu, terang Sambo, mendesak Tim Invetigasi Komnas HAM untuk segera mengeluarkan rekomendasi penyelidikan dugaan pelanggaran HAM secara sistematis oleh pemerintah kepada para ulama dan aktivis.

Kemudian, membawa hasil rekomendasi tersebut kepada DPR, dan mendesak agar dilakukannya Sidang Istimewa MPR untuk meminta pertanggungjawaban Presiden atas tindakan dugaan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum.

Selain itu, Sambo menambahkan, pihaknya juga akan menggalang kekuatan umat dengan melakukan aksi damai bela ulama dan mosi tidak percaya kepada pemerintah. Karena, Presiden dinilai telah melanggar sumpah untuk menegakkan hukum dan konstitusi serta konstitusional dengan sebenar-benarnya.

“Kita akan lakukan secara konstitusional, tidak boleh ada darah tertumpah sebagaimana pesan Habib Rizieq Shihab,” ujarnya dalam konferensi pers di Masjid Baiturrahman, Jakarta, Rabu (31/05/2017).

Ia mengungkapkan, pihaknya juga akan menggelar tabligh akbar, istighosah, dan dzikir bersama di berbagai tempat. Termasuk menyiapkan rencana kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq dengan pengerahan massa di bandara.

“Waktu kepulangannya belum ditentukan, tapi akan dilaksanakan jika kita sudah siap menyambut beliau (Habib Rizieq),” tandas Sambo.

Terakhir, Presidium Alumni 212, lanjutnya, meminta agar aparat keamanan baik Polri dan TNI agar berlaku netral dan tidak menjadi alat kekuasaa rezim penguasa.*