Pidato KH Hasyim Muzadi yang Mengejutkan Dunia

Ngelmu.id – KH Hasyim Muzadi, Tokoh Islam dari NU (Nahdhatul Ulama) ini
menyeruak dengan pidatonya yang cukup menggetarkan. Berbeda dengan Said Agil
Siradj yang statement nya selalu menuai kontroversi. PIdato Hasyim Muzadi ini
telah tersebar di sosial media sejak 2014 lalu diyakini sebagai statment dari
seorang tokoh besar NU yang telah ditunggu-tunggu umat Islam Indonesia selama
ini.

Dalam pidatonya itu, KH Hasyim Muzadi yang juga menjabat
sebagai Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace) sekaligus
Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) secara cerdas
menjawab sejumlah tuduhan PBB (perserikatan Bangsa-Bangsa) bahwa umat Islam
Indonesia anti toleransi beragama. 
Dan inilah pidato ‘menggetarkan’ tersebut :
“Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat
menyayangkan tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia
itu, pasti karena laporan dari dalam negeri Indonesia. Selama berkeliling
dunia, saya belum menemukan negara muslim mana pun yang setoleran Indonesia.
Kalau yang dipakai ukuran adalah masalah AHMADIYAH, memang
karena Ahmadiyah menyimpang dari pokok ajaran Islam, namun selalu menggunakan
stempel Islam dan berorientasi Politik Barat. Seandainya Ahmadiyah merupakan
agama tersendiri, pasti tidak dipersoalkan oleh umat Islam.
Kalau yang jadi ukuran adalah GKI YASMIN Bogor, saya
berkali-kali ke sana, namun tampaknya mereka tidak ingin selesai. Mereka lebih
senang Yasmin menjadi masalah nasional & dunia untuk kepentingan lain
daripada masalahnya selesai.
Kalau ukurannya PENDIRIAN GEREJA, faktornya adalah
lingkungan. Di Jawa pendirian gereja sulit, tapi di Kupang (Batuplat) pendirian
masjid juga sangat sulit. Belum lagi pendirian masjid di Papua. ICIS selalu
melakukan mediasi.
Kalau ukurannya LADY GAGA & IRSHAD MANJI, bangsa mana
yang ingin tata nilainya dirusak, kecuali mereka yang ingin menjual bangsanya
sendiri untuk kebanggaan Intelektualisme Kosong ?
Kalau ukurannya HAM, lalu di Papua kenapa TNI / Polri / Imam
Masjid berguguran tidak ada yang bicara HAM? Indonesia lebih baik toleransinya
dari Swiss yang sampai sekarang tidak memperbolehkan Menara Masjid, lebih baik
dari Perancis yang masih mempersoalkan Jilbab, lebih baik dari Denmark, Swedia
dan Norwegia, yang tidak menghormati agama, karena di sana ada UU Perkawiman
Sejenis. Agama mana yang memperkenankan perkawinan sejenis ?
Akhirnya kembali kepada bangsa Indonesia, kaum muslimin sendiri
yang harus sadar dan tegas, membedakan mana HAM yang benar (humanisme) dan mana
yang sekedar Westernisme”.
Pidato KH Hasyim Muzadi yang berasal dari NU sebagai ormas
terbesar di Indonesia ini juga dinilai sebagai penawar rasa haus umat setelah
selama belasan tahun umat tidak melihat ketegasan seorang tokoh besar Ulama
dari kalangan NU yang berani tampil cerdas dan berani dalam bersikap.

Semoga ALLAH merahmatinya ALLAHU AKBAR