Pimpinan Pondok Gontor: Yang tidak Kecewa Nasib Umat Islam Indonesia, Syahadatnya Batal

Ngelmu.id, JAKARTA – KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo turut resah dengan kondisi umat Islam di Indonesia ini.

Saat acara Reuni Alumni Gontor beberapa waktu lalu, kiai yang merupakan lulusan Universitas Islam Madinah Al-Munawwarah dan Universitas Al-Azhar Mesir ini dengan tegas menyatakan syahadatnya batal jika seorang muslim tak peduli umat Islam.

“Yang tidak kecewa dengan nasib Umat Islam sekarang ini, syahadatnya batal. Yang tidak kecewa kalau ayat Al Quran diganggu, syahadatnya batal. Betul?,”ungkapnya.

Menurut KH Sahal, Pondok Gontor tidak berpolitik, namun mendidik orang-orang untuk berpolitik dengan baik, berdagang dengan baik, bekerja dengan baik, menjadi birokrat dengan baik, menjadi wakil rakyat baik, advokat atau pengacara yang baik, itu kerjaan Gontor. “Pekerjaan pesanteren itu,”katanya lagi.

Menurutnya, jika seperti saat ini umat Islam hatinya tidak terbetik, kalau umat Islam sangat tidak sadar diri sekarang ini, hatinya tidak tersentak, dalam arti tidak marah, perlu disunat lagi, perlu baca syahadat lagi, perlu mandi, masuk Islam. syahadatnya batal.

“Yang tidak kecewa dengan nasib umat Islam sekarang ini syahadtnya batal, lah itu. Yang tidak kecewa dengan ayat Al quran digaggu syahadatnya batal,”pungkasnya.

Sebagai informasi, KH Sahal terkenal dikalangan Kyai pesantren di seluruh Indonesia dan juga para tokoh-tokoh besar islam di Indonesia. Sekarang beliau adalah pemimpin di sebuah pesantren yang cukup terkenal di Indonesia, yaitu Pondok Modern Darussalam Gontor yang ada di daerah Ponorogo bersama Dr. KH Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A dan KH Syamsul Hadi Abdan, S.Ag.

KH Hasan Abdullah Sahal lahir pada tanggal 24 Mei 1947 dan merupakan salah seorang anak dari KH Ahmad Sahal. KH Ahmad Sahal termasuk dalam 3 pendiri Pesantren Gontor yang lebih dikenal dengan sebutan Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor. Mereka adalah KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie dan KH Imam Zarkasyi.

Kini KH Hasan Abdullah Sahal dan KH Syamsul Hadi Abdan, S.Ag harus bekerja cukup ekstra untuk Pesantren Gontor, masyarakat dan ummat. Hal ini karena kondisi kesehatan Dr. KH Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A sedang menurun sehingga tidak bisa terjun ke pesantren dengan maksimal.