Polisi Tindaklanjuti 5 Akun Terkait Penghinaan Gubernur NTB, Steven Malah Kabur ke Singapura

Ngelmu.id – Kasubdit II Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB AKBP
Darsono Setioaji mengaku telah menerima laporan aduan terhadap lima akun
terkait insiden penghinaan terhadap Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi yang
dilakukan Steven Hardisurya Sulistyo.

Polisi mengaku akan menindaklanjuti laporan itu. Hanya saja,
Darsono meminta tim kuasa hukum Gerakan Pribumi Berdaulat untuk segera
melengkapi alat bukti pendukungnya.
“Yang terpenting alat bukti pendukung yang kita
perlukan, sehingga memperjelas yang dilaporkan. Kami mohon didukung alat bukti
dan dokumen elektronik, dalam proses penyelidikan maupun penyidikan
nantinya,” kata Darsono, Rabu (26/4/2017).
Sebelumnya, tim Pembela Gerakan Pribumi Berdaulat melaporkan
lima akun media sosial (medsos) ke Polda NTB terkait insiden penghinaan
terhadap Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi yang dilakukan Steven
Hardisurya Sulistyo.
Koordinator Tim Gerakan Pribumi Berdaulat Abdul Hadi Muchlis
mengatakan, kelima akun medsos melalui Facebook bernama Niluh Djelantik,
Suparman Bong, Tazran Tarmizi, serta dua akun Twitter yakni Cyril Raoul Hakim
dan Surya Tjia ke Polda NTB.
“Akun tersebut mengatakan bahwa Steven maupun peristiwa
penghinaan terhadap gubernur NTB di Singapura itu fiktif, sehingga menurut kami
putuskan melaporkan ke Polda NTB,” kata Muchlis di Mapolda NTB, Jalan
Langko, Mataram, NTB, Selasa (25/4).
Muchlis menilai, isu yang dihembuskan kelima akun tersebut
secara tidak langsung menuduh Tuan Guru Bajang (TGB) berbohong kepada publik
perihal kejadian yang dialaminya. Padahal, selepas shalat Jumat di Islamic
Center NTB, TGB menyampaikan kebenaran kejadian yang dialaminya dan istri saat
tengah mengantre di Bandara Changi Singapura tersebut.
Secara terpisah, Direskrimum Polda NTB Kombes Pol Irwan
Anwar mengatakan, berdasarkan laporan dari Polda Metro Jaya, mahasiswa asal
Indonesia, Steven Hadisudiryo Sulistyo, yang menghina Gubernur NTB TGH Muhammad
Zainul Majdi sudah pergi ke luar negeri.
“Steven sendiri, yang saya yang dapatkan Polda Metro
Jaya, sudah ke luar negeri berdasarkan data dari imigrasi pada 17 April pukul
06.37 WIB,” kata Irwan di Mapolda NTB, Rabu (26/4).
Irwan menjelaskan, berdasarkan data yang tercatat, Steven
pergi ke luar negeri menggunakan pesawat dengan tujuan Singapura.
“Perjalanan yang ditumpangi ke Singapura, tapi persisnya ke mana, kami
belum tahu,” kata  Irwan.
Irwan menambahkan, pencegahan yang dilakukan imigrasi pada
18 April sudah terlambat karena laporan yang masuk baru pada 17 April. Polda
Metro Jaya telah menerima dua laporan terkait insiden penghinaan ini.
Polda Metro Jaya saat ini sedang melakukan penyidikan dan
mengumpulkan fakta, termasuk meminta keterangan dari Gubernur NTB TGH Muhammad
Zainul Majdi dan istri.
Irwan menjelaskan,
meski kejadian berada di luar Indonesia, jika ada kejadian perbuatan pidana
yang dilakukan sesama WNI bisa diproses di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atau
sesuai KUHP Pasal 5.”Polda NTB hanya sebatas menerima aduan dari rekan-rekan
di NTB. Pemeriksaan awal ke pelapor kita limpahkan ke Bareskrim Polri,”
kata Irwan.