Waspada Predator Anak Menggunakan Media Sosial

Ngelmu.com, Jakarta – Waspadalah bagi Anda yang memiliki anak masih berusia
belasan tahun atau bahkan sobat ngelmu sendiri yang sedang membaca ngelmu.
waspada predator anak. Internetsehat.id
Sosial media seperti facebook memang tidak ada batasan umur
bagi penggunanya, menurut data yang ngelmu himpun, pengguna facebook belia di
Indonesia tercatat diumur 10 tahun. Tentunya diumur segitu adalah proses
mencari-cari jatidiri dan menerima banyak informasi.
Ternyata hal ini menjadi kesempatan tersendiri bagi
orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Baru-baru ini Direktorat Reserse
Kriminal Khusus Polda Metro Jaya meringkus predator anak berinisial ABCS. Facebook
menjadi media utama pelaku untuk menemukan korbannya dengan menyamar sebagai
perempuan muda.
Penyamaran sebagai perempuan muda ini merupakan modus si
pelaku untuk mendekati calon korbannya dengan alasan dapat menerawang aura
negatif korbannya melalui foto yang diunggah di medsos tersebut.
Tak puas dengan foto yang sudah diunggah di medsos, pelaku
meminta foto bugil sang korban dengan dalih untuk mendeteksi aura negatif yang
ada di dalam diri korban. Guna menghilangkan aura negatif dalam diri, a nak
disuruh foto telanjang, suruh foto payudara, alat genital perempuan. Menurut
tersangka dari situ aura negatif bisa hilang.
Sedikitnya terdapat 150 foto bugil anak di bawah umur yang
berada di akun Facebook, ponsel, dan laptop pelaku. Parahnya lagi, pelaku juga
telah memperkosa salah satu korban berinisial MM. Korban sendiri telah
diperkosa sebanyak tujuh kali oleh pria tamatan SMK Jurusan Tata Boga itu
dengan ancaman akan menyebar foto si pelaku.
Dirkrimsus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Fadil Imran
mengusut kasus ini berdasarkan laporan yang diterimanya dari pihak keluarga
korban. Polisi sudah mengantongi sedikitnya 10 orang pelapor. Rata-rata korban yang dilapor oleh orangtuanya adalah
berusia 10 hingga 15 tahun. 
Menurut pakar sosiologi, Nia Elvyna, orangtua
sangatlah berperan penting dalam penggunaan ponsel pintar dan jejaring sosial
media. “Perlu adanya monitoring untuk pertemanan sang anak jangan sampai dia
masuk ke dalam jurang yang nantinya membuat penyesalan terdalam kepada orangtua”
Ujarnya dalam sambungan telepon, Selasa (04/10).
Nia Elvyna juga mengatakan bahwa kasus seperti ini bukanlah
kasus pertama yang ada di Indonesia, modus lainnya yang pernah ada ialah
berpura-pura sebagai agensi yang menyalurkan model ke perusahaan besar juga
pernah terjadi. “Belum lama ini juga ada kan kasus sebagai penyalur model atau
agensi lalu diminta foto bugil juga pakai facebook, inilah kita sebagai
orangtua harus membekali pengetahuan yang mumpuni agar kejadian seperti ini
tidak terjadi lagi dikemudian hari.” Tambah Nia.
Pendapat Nia ini senada dengan Kombes Fadil Imran, yaitu
pelaku melakukan ini hanya untuk dikonsumsi pribadi saja. “Si ABCS yang sudah
ditangkap ini sudah jelas dia pedofilia kompleks” Tutup Nia.
Pedofilia adalah sebuah kelainan gairah seksual yang muncul
ketika melihat anak-anak di bawah usia 15 tahun. Seorang pedofilian biasanya
berusia 5-10 tahun lebih tua dari sang korban. Kalau di Indonesia ini lebih
dikenal dengan istilah Predator Anak.