PT Garam Jual Garam Impor di Masa Panen

Ngelmu.id – Belum lama ini, Pemerintah mengambil kebijakan untuk mengimpor garam. Kebijakan tersebut diputuskan setelah terjadi anomali cuaca pada awal kemarau tahun ini yang mengakibatkan keterbatasan stok komoditas garam dan menunjuk PT Garam sebagai pengimpor. Australia adalah negara yang dipilih pemerintah dalam kebijakannya untuk mengimpor garam.

Saat ini, PT Garam (Persero) mulai menjual garam yang diimpornya dari Australia beberapa waktu lalu kepada mitra usahanya dengan harga pada kisaran Rp 2.250 hingga Rp 2.500 per kilogram. Hal tersebut diketahui dalam rapat dengar pendapat tentang penyerapan garam rakyat yang digagas Komisi II DPRD Sumenep, Jawa Timur, Kamis siang (14/9).

“Sebagaimana yang kami suarakan sebelumnya, kami berharap PT Garam menjual garam impor dengan harga di atas Rp 2.000 per kilogram supaya harga garam rakyat tidak anjlok,” kata Ketua Asosiasi Masyarakat Garam (AMG) Sumenep, Ubaidillah dalam rapat tersebut.

Direktur Produksi PT Garam, Budi Sasongko, yang hadir dalam rapat itu langsung menerima dan menanggapi aspirasi dari Asosiasi Masyarakat Garam tersebut dan menyatakan garam impor memang dijual dengan harga di atas Rp 2.000 per kilogram.

“Dari 75 ribu ton garam yang kami impor dari Australia sebagaimana ditugaskan negara, sebanyak 15 ribu ton lebih telah didistribusikan (dijual) dengan harga pada kisaran Rp 2.250 hingga Rp 2.500 per kilogram,” jelas Budi.

Budi menjelaskan bahwa pemerintah mematok harga jual garam impor di atas Rp 2.000 per kilogram itu yang merupakan bentuk perlindungan kepada petani garam rakyat yang saat ini memang sedang musim panen garam.

“Kami memang dan harus tahu diri. Saat ini adalah masa panen garam. Kami wajib melindungi petani garam dan salah satu caranya dengan menjual garam impor tersebut di atas Rp 2.000 per kilogram,” ujar Budi, menegaskan.

 

 

Sumber : Antara