Publik Kecewa Ahok Milih Jalur Parpol

Ngelmu.com, Jakarta – Dinamika menuju DKI 1 sangatlah rumit, persaingan panas menuju singgasana kursi panas di ibukota pun semakin gesit. Pencalonan sang ibu untuk mengurus Ibukota atau pencalonan bapak tegas oleh anak-anaknya yang sudah ‘terdidik’ pintar.

 Alih-alih ingin membuat rakyat percaya untuk memilih gubernur Independen, sebuah relawan yang menamai dirinya sebagai Teman Ahok telah membuktikan bahwa mereka telah mampu mengumpulkan KTP orang-orang yang setuju untuk mendukung Ahok sebagai Gubernur Independen. Dengan gerakan SATU JUTA KTP UNTUK AHOK, diyakini ini akan membuat Ahok maju menjadi Gubernur Independen ditambah dengan hashtag atau tagar #KTPGUEUNTUKAHOK

Namun, hal ini tentu sangatlah kontras karena Ahok yang didukung untuk maju secara independen itu memutuskan untuk maju menuju DKI 1 dengan jalur Parpol. Rabu (27/7) Ahok mengumumkan bahwa dirinya maju melalui jalur Parpol alias tidak menggunakan jalur Independen. Partai politik yang mengusung Ahok adalah, Hanura, Nasdem, dan Golkar.

Keputusan Ahok tentunya menjadi sebuah perdebatan dan penyesalan bagi publik yang sudah ikut berpartisipasi untuk menyumbangkan KTPnya untuk Ahok. Netizen pun mulai ramai dan membanjiri sosial media dengan hashtag #BalikinKTPGue. Publik merasa sia-sia saja KTP itu disumbangkan karena Ahok telah mengingkari perkataannya.

Tercatat sudah lebih dari 9ribu orang di jejaring sosial Twitter dengan hashtag #Balikinktpgue. “Kekecewaan publik bertambah ketika yang independen jadi milik partai” terang seorang pengamat politik.