Reshuffle Kabinet, Untuk Rakyat atau Untuk Titipan Terhormat

Ngelmu.com, Depok – Isu reshuffle semakin memanas, Jokowi mulai
tegas dalam memberantas menteri-menteri yang tidak pantas. Kinerja menteri
sangat menjadi patokan agar sang presiden tidak merasakan tekanan dari
rakyatnya.
Rakyat sangat penasaran dengan keinginan Jokowi melakukan
reshuffle, apakah keinginan Jokowi ini memang murni untuk rakyat ataukah
Presiden Jokowi hanya ingin melakukan politik balas budi saja.
Banyak pemerhati politik yang berpendapat bahwa isu
reshuffle ini bukanlah untuk memangkas menteri yang tidak pantas namun memang
ini hanya terkait Jokowi yang ingin dan belum sempat melakukan “Balas Budi”
terhadap para pendukungnya terdahulu. 
Banyak sekali isu-isu yang mengaitkan bahwa sejak awal
Jokowi terpilih sebagai Presiden, Jokowi sudah melakukan pemetaan kekuasaan
bagi para pendukungnya, walaupun Presiden Jokowi menepis hal ini dan mengatakan
bahwa isu seperti ini biasa saja muncul ditengah-tengah terpilihnya beliau
menjadi Presiden Republik Indonesia.
Para aktivis 98 pun ikut bicara, karena panasnya bola
reshuffle yang muncul. Para aktivis 98 mengatakan apabila Jokowi salah langkah
dalam melakukan reshuffle ini. Ricky Tamba selaku Juru Bicara dari Jaringan 98
juga menambahkan bahwa memang kondisi ekonomi dan politik Indonesia semakin
dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
Jokowi harus memikirkan kepuasan rakyat karena sejatinya
rakyat dilayani oleh pemerintah termasuk itu seorang Presiden. Jangan sampai
rakyat merasa bahwa pemerintah sudah tak sejalan. Karena apabila rakyat dan pemerintah sudah tak sejalan
karena keputusan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat maka
kejadian-kejadian tak terduga bisa saja muncul seperti People Power. 
Dalam reshuffle yang akan dilaksanakan oleh Jokowi dalam
waktu dekat ini, tentu rakyat mengingikan Jokowi bertindak secara arif,
bukanlah atas dasar Jokowi ingin melakukan politik balas budi didalamnya.
Ketika menjabat sebagai Presiden, wajar bila mendapat
desakan dari segala pihak untuk mewujudkan Indonesia yang bermartabat. Ketika menjadi
Presiden, maka rakyat boleh menuntut untuk menagih janji yang sering diumbar
ketika masih menjadi calon presiden. Ketika menjadi Presiden, maka harus siap
untuk turun apabila rakyat merasa tidak Puas. 
Untuk itu mari semua kita mendoakan agar Presiden Joko
Widodo, dapat melakukan reshuffle kabinet ini secara bijak. Tanpa membuat
kondisi politik bergejolak. Jangan sampai ketidak puasan masyarakat memuncak.