Respons Mengejutkan Kakor Brimob saat Ditanya Soal Senjata SAGL

Ngelmu.id – Kakor Brimob, Irjen Murad Ismail, sebelum mengatakan bahwa senjata yang diimpor untuk Brimob bukanlah senjata yang berbahaya. Murad juga mengatakan bahwa impor senjata tersebut legal dan prosedurnya sesuai dengan aturan dalam mengimpor senjata.

Namun, setelah TNI menegaskan bahwa senjata yang diimpor untuk Brimob adalah senjata yang berbhaya, Murad menolak memberikan keterangan. Murad menolak bicara soal isu senjata Stand-alone Grenade Launcher (SAGL) serta amunisi yang ditahan TNI, yang diperuntukkan bagi instansinya. Murad bahkan menepis tangan wartawan yang hendak mewawancarainya.

“Ah,” kata Murad sambil menepis tangan wartawan.

Murad yang saat diminta keterangannya oleh wartawan, sebelumnya mengikuti rapat bersama Komisi III di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2017). Murad lalu hanya bicara sedikit.

“Senjata itu urusan negara,” kata Murad.

Sebelumnya diberitakan, 5 ribu amunisi SAGL dipindahkan ke gudang Mabes TNI. Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga enggan mengomentari itu. Dalam rapat barusan, urusan SAGL juga sama sekali tidak dibahas. Yang ada, Kapolri mengatakan urusan ini sudah ada yang menangani.

“Masalah itu (senjata Brimob), saya no comment, saya serahkan sama Pak Rikwanto. Polemik mengenai senjata api termasuk yang di Brimob tidak menjadi polemik yang berkelanjutan karena biarkan tim internal pemerintah dulu untuk melakukan koordinasi dan sinkronisasi dan tentunya dari (Kementerian) Polhukam akan menyampaikan publik,” kata Tito, Rabu (11/10).