Rizqi Sejati

Oleh Salim A Fillah @salimafillah

Seorang datang pada Imam Hasan Al Bashri. “Bukankah dosa menghalangi rizqi?”, tanyanya. “Tapi mengapa justru ketika kini aku banyak bermaksiat, perniagaanku lancar dan penghasilanku berlimpah?”

“Ya Akhi”, kata sang Imam, “Apakah semalam engkau qiyamullail?” “Tidak”, sahutnya menggeleng.

Sang Imam tersenyum. “Kalau Allah memutus seseorang dari penghidupannya begitu dia bermaksiat, niscaya seluruh manusia telah binasa. Bukan demikian. Tapi dosa menjadikan rasa nikmat dicabut dari pemberian-Nya.

Dan sebagai mukmin, kalau semalam Allah tak membangunkanmu untuk bermesra dengan-Nya, kau telah terhalang dari nikmat yang banyak. Nikmat yang dapat mengantar kepada anugerah akbar di akhirat.”

Rizqi sejati kita di dunia bukanlah benda-benda. Nikmat tertinggi itu adalah kemesraan denganNya. Tentu saja, dosa menghalanginya.