Saat Tim Ahok-Djarot Belum Terima Kenyataan Jagoannya Kalah Pilkada

Ngelmu.id – Ketua Tim Sukses Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful
Hidayat, Prasetyo Edy Marsudi belum bisa mempercayai selisih suara dengan Anies
Baswedan-Sandiaga Uno bisa lebih dari 10 persen. Ia menduga, ada intimidasi
terhadap warga yang akan memilih Ahok-Djarot di tempat pemungutan suara.

Dugaan ini muncul lantaran selisih yang sangat jauh ini.
Versi hitung cepat semua lembaga survei menyebut perbedaan perolehan suara bisa
di atas 15 persen.”Jomplangnya terlalu jauh. Putaran pertama kami tidak
terlalu jauh posisinya,” kata Prasetyo usai rapat evaluasi di Kediaman
Megawati Soekarnoputri, Jakarta, baru-baru ini.
Saat ini tim pemenangan Ahok-Djarot masih mengevaluasi hasil
ini. Termasuk mengumpulkan dugaan pelanggaran yang terjadi. Tim juga masih
menunggu hasil penghitungan resmi KPU DKI Jakarta yang akan jadi acuan resmi.
Sementara Basuki Tjahaja Purnama mengaku tak ingin menggugat
hasil Pilkada DKI Jakarta ke Mahkamah Konstitusi. Namun keputusan gugatan
tersebut ia serahkan sepenuhnya pada tim pemenagan.”Tidak ada niat
gugat,” kata Ahok.
Ahok tak ingin menjadikan Pilkada DKI Jakarta sebagai
sengketa karena percaya apapun hasilnya adalah ketentuan Tuhan. Menurutnya,
kekuasaan yang diberikan kepada setiap orang adalah kehendak Tuhan.
Terpisah, politikus Golkar Ace Hasan Syadzily menyampaikan,
ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi dalam Pilkada DKI putaran kedua. Ia
menekankan, salah satu hal yang tengah dikaji oleh Tim Pemenangan Ahok-Djarot
adalah masalah di lapangan, salah satunya soal jumlah pemilih yang berkurang.
Meski demikian, ia mengklaim, Ahok-Djarot telah menunjukkan
sikap kenegarawanan dengan tidak memprovokasi massa dalam menyikapi
kekalahannya. “Pak Ahok dan Pak Djarot telah menunjukkan sikap
kenegarawanannya di tengah persaingan yang luar biasa ini,” ujarnya.
Sebelumnya, pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama
alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat mengakui pasangan nomor urut tiga Anies
Baswedan-Sandiaga Uno lebih unggul. Ahok pun berjanji akan menyelesaikan
pekerjaannya sebagai gubernur dengan cepat.
Ahok mengatakan, dirinya dan Djarot terbuka bagi pasangan
Anies-Sandi bila mereka terpilih berdasarkan hasil penghitungan resmi KPU DKI
Jakarta. Dia pun menyatakan, siap memberikan data-data mengenai hasil kerjanya
kepada Anies-Sandi untuk diteruskan.