Sandi: OK OCE Bisa Munculkan Abdurrahman bin Auf dan Utsman bin Affan Baru

Ngelmu.id – Calon wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Shalahuddin
Uno optimistis program One Kecamatan One Center of  Enterpreneurship (OK OCE) bisa menumbuhkan
saudagar-saudagar baru sebagai penerus saudagar terdahulu di era Nabi Muhammad
SAW. “Akan muncul Abdurrahman bin Auf yang baru, Ustman bin Affan yang
baru,” kata Sandi, saat menghadiri penutupan Kongres Ekonomi Umat yang
digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta,
Senin (24/4/2017).

Menurutnya, program yang digagas dirinya bersama Anies
Baswedan itu akan bersinergi dengan pemberdayaan ekonomi umat yang dikedepankan
oleh MUI. “Saat ini peserta progres OK OCE sudah tembus 12 ribu orang per
hari,” ujar Sandi.
Sandi berharap, kesenjangan dan ketimpangan ekonomi bisa
dipersempit dengan cara menumbuhkan wirausahawan baru. Melalui pemberdayaan
ekonomi umat diharapkan dapat muncul.
Adapun fokus dari program tersebut menyasar pada 5 (lima)
hal, pertama, pemberian modal dan pendampingan usaha. Kedua, pelatihan oleh
pengusaha sukses, yaitu pembangunan SDM melalui pendampingan (mentoring).“Ini
berdasarkan pengalaman bahwa sebelum mentoring 8 dari 10 pengusaha itu failed.
Tapi, setelah mentoring, berbalik menjadi 8 pengusaha itu yang sukses,” jelas
Sandiaga.
Ketiga, garansi inovasi bekerjasama dengan swasta. Keempat,
lulusan SMK langsung dapat kerja. Kelima, kredit khusus untuk ibu-ibu.“Kenapa
kami ingin ada program khusus ibu-ibu, karena kami menilai dibandingkan
bapak-bapak, para ibu lebih pintar dalam mengelola usaha termasuk mengembalikan
modal pinjaman, bahkan untuk mengembangkan bisnis. Maka, kami siapkan program
khusus untuk ibu,” jelas mantan Direktur perusahaan batubara terkemuka di
Indonesia ini.
Hingga hari ini, dari ribuan peserta yang tergabung dalam OK
OCE, sudah ada beberapa yang berhasil menorehkan prestasi cukup membanggakan.
Salah satunya adalah sepatu merk 910 edisi SandiUno milik Hartono Wijaya yang
pernah dipamerkan saat debat final putaran pertama.
Tidak hanya sepatu, program OK OCE juga menelurkan pengusaha
kuliner muda seperti Ropisbak Ghifari milik Muhammad Firdan. Meski masih sangat
belia, Firdan sudah memiliki 15 outlet Ropisbak dengan metode profit sharing
atau bagi hasil antara investor dan pengelola.
“Saya terinspirasi minggu lalu di mana saya baru ketemu
(dengan Firdan) dan Ropisbak Ghifari ini sudah punya 15 cabang. Karena ada
statement menarik yaitu kalau bisnis itu bukan semata-mata mencari uang, tapi
juga untuk menyejahterakan orang lain,” ujar Sandi ketika makan siang di
Ropisbak Ghifari, Rabu (5/4/2017) lalu.
Hampir setiap hari Sandi selalu meluangkan waktu untuk
memberikan pelatihan OK OCE. Seperti pelatihan di Posko Jasmed yang dilakukan
setiap minggunya dengan tema berbeda. Tak jarang, usai memberikan pelatihan
Sandi membawa pulang buah tangan hasil ciptaan peserta binaannya. Mulai dari
aksesoris, kaos, kerudung untuk istrinya, hingga berbagai macam kudapan.
“Kotak ini dibuat dari limbah kayu jambu bol. Dan di
dalamnya saya dikasih rendang yang siap dikonsumsi dan sangat special karena
diproduksi dengan sehat menggunakan minyak wijen,” ujar Sandi ketika memamerkan
pemberian peserta OK OCE yang diberikan padanya.
Untuk pemasaran produk-produk hasil OK OCE, Sandi juga akan
membangun OK OCE Mart yang akan hadir di 44 kecamatan atau seluruh kecamatan di
DKI. Ia sudah meresmikan OK OCE Mart pertama di Jalan Cikajang No 60, Jakarta,
di bawah asuhan Alex Asmasoebratha.
“Ini juga bisa menjawab jejaring dari para pengusaha
yang tumbuh di 44 kecamatan untuk bisa menjadi reseller dari produk-produk yang
diproduksi oleh pengusaha-pengusaha yang lahir dari program Ok Oce,” jelas
Sandi usai meresmikan Ok Oce Mart, Sabtu (1/4/2017) lalu.
Anies-Sandi menargetkan ada 200.000 pengusaha baru yang
terbentuk melalui program OK OCE dalam kurun waktu 5 tahun. Ia berharap, dengan
dibangunnya pos OK OCE di 44 kecamatan jika terpilih nanti, akan mampu
mengatasi masalah pengangguran di Jakarta.